
Suasana suka cita yang baru mereka rasakan berganti dengan suasana panik dan khawatir . Mereka semua berkumpul di unit ICU tempat Vio sedang berjuang dengan nyawanya . Tiba tiba terdengar suara yang memuat mereka terkejut ..
BUGGHHH ...
" Bajingan !!! Seharusnya kau tidak usah menyusul adikku !!! Gara gara kau adikku kembali bertarung dengan malaikat mautnya !!! "
" ABBIO .... !!! " pekik Gaffar menghampiri putra sulungnya dan menariknya agar tidak kembali memukul Sono .
Abbio tersulut emosinya ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri adik tersayangnya tergolek tidak sadarkan diri tadi tidak lama setelah menikah .
Bumi menghambur menghampiri Sono yang terjerembab dengan mulut mengeluarkan banyak darah segar .
" Kau tidak apa apa !? " tanya Bumi .
" Aku pantas mati , dia berhak membunuhku " lirih Sono .
Gaffar dan Alfian sama sama menghembuskan nafas panjang , di saat seperti ini salah satu putra mereka masih tak bisa mengendalikan emosi mereka .
" Tidak ada yang berhak mencabut nyawa seorang manusia kecuali Dia , Abbio ... Daddy tidak pernah mengajarimu bersikap seperti ini . Bukannya berdoa untuk kesembuhan adikmu kau malah baku hantam dengan adik iparmu . Dia sudah menjadi bagian dari keluarga kita "
" Vio baik baik saja kemarin Dad !! Dia datang mengacaukan semuanya !! "
" Daddy yang lebih tahu keadaannya . Salah satu alasan dia bertahan hidup adalah Wicaksono , pria yang baru saja kau pukul itu !! Adikmu sekuat tenaga berperang dengan mautnya karena janin dan ayah dari janinnya ! Cinta yang membuatnya bertahan selama ini ... "
Sekali lagi mereka terdiam ketika seseorang dengan baju serba putih keluar dari ruangan lCU tempat Vio dioperasi .
" Boleh saya bicara dengan keluarganya !? "
__ADS_1
" Saya suaminya ... Wicaksono "
" Saya butuh Anda untuk menandatangani ini , kami butuh keputusan anda soal pasien bernama nyonya Violetta . Kondisinya sangat rumit tuan Wicak ! Kami tidak bisa menangani ibu dan janin bersamaan .Kami butuh keputusan anda untuk memilih siapa yang lebih dulu kami tangani ... "
Sono terhuyung beberapa langkah ke belakang , untung Bumi masih ada di dekatnya jadi sulung Adipraja itu bisa menopang tubuhnya .
" Apa ini artinya aku harus membunuh salah satu dari mereka Dokter !? "
" Tidak bisa di bilang begitu , kami tetap akan berusaha agar kedua duanya selamat . Tidak ada yang tidak mungkin tuan "
" Jadi tolong jangan minta saya untuk memilih , ambil nyawa saya saja agar mereka berdua selamat ! Saya tak akan pernah bisa memilih ... "
" Tapi kami butuh itu tuan ... "
Gaffar mendekat ke arah menantunya , air mata pria paruh baya itu juga sudah tampak membasahi pipinya .
" Tidak Dad , aku tidak sanggup mengatakannya . Ya Allah jangan berikan hamba cobaan seberat ini . Baru kemarin aku melihat senyumnya , baru kemarin kau ijinkan aku mendengar tawanya kembali !! Aku mohon biarkan mereka hidup Ya Allah ... " Sono bersimpuh di lantai dengan meremat dadanya yang terasa sangat sakit .
" Pasien harus ditangani dengan cepat tuan , kami butuh keputusan anda ... "
Sono kemudian berdiri dengan Gaffar dan Bumi yang membantu untuk menopangnya .
" Bismillah .. sesuai dengan amanat istri saya , jika hal ini terjadi maka saya harus memilih putri kami "
Setelah berkata seperti itu ia menandatsngsni sebuah berkas yang disediakan untuknya . Dan setelah melakukannya ia membalikkan badan dan bersimpuh di depan semua orang .
" Maaf ....maafkan saya . Saya tidak pantas untuk hidup setelah semua ini "
__ADS_1
BUUGGHH ..
" BERANINYA KAU BUNUH ADIKKU !!!! "
Kali ini Bumi benar benar tidak tahan lagi melihat putra sulung Al Shamma yang sangat arogan . Sono kembali terjerembab di lantai dengan pelipis yang sudah robek dan mengeluarkan banyak darah . Bumi menyeringai dan ...
BUUGGHHH ....
" Jangan jadi pengecut !! Bahkan dia akan diam jika kau ingin membunuhnya ... Jika ingin bertarung dengan senang hati aku bersedia melayanimu !! " kata Bumi dengan masih berdiri di depan Abbio yang sedang duduk dan memegang rahangnya .
" Nak ... sudah ! "
Alfian tak tinggal diam , Bumi akan menjadi lebih mengerikan jika terus di biarkan . Gaffar menghampiri putranya sedangkan Zahid masih bersama dengan Sono .
" Kenapa kalian malah baku hantam begini !? Harusnya kalian mendoakan Vio dan bayinya agar bisa selamat . Kalian pikir jika salah satu diantara kalian menang hal itu bisa menyelamatkan Vio !!! "
CEKLEKK ...
Ruang operasi terbuka dan tampak beberapa perawat tergesa mendorong box kecil . Dua orang dokter berjalan mendekati mereka .
" Dengan doa kalian kami bisa menyelamatkan bayi nyonya Vio .. tapi karena umurnya yang belum seharusnya maka untuk sementara ia harus ada di inkubator untuk mendapat penanganan khusus "
" Bagaimana putri saya ...?? "
" Bagaimana dengan istri saya ... !?? "
Gaffar dan Sono menanyakan hal yang sama bersamaan .
__ADS_1
" Maaf ... "