FOR 365

FOR 365
95


__ADS_3

Berkali kali Dewa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat sahabatnya bekerja seperti biasanya . Seperti tak ada beban di hatinya setelah dua hari yang lalu pernikahannya batal .


" Son ... "


" Habis makan siang nanti dengan divisi keuangan "


" Ckk ... siapa juga yang nanya soal meeting sih ?? "


" Terus Bos mau tanya apa ? Nanti Bertha yang nemenin Bos meeting soalnya siang nanti aku ke Eka "


" Kamu waras kan Son ?? "


" Haisshh ... jangan aneh aneh ! Emang Bos lihat aku ketawa ketawa sendiri !? Enggak kan !! "


" Ya sudah kalau masih waras , dari Eka langsung kesini lagi saja . Kak Deniel katanya mau bicara "


Sono meletakkan pulpen yang ada di tangannya , dan ia kemudian melihat Dewa yang ada di ambang pintu ruangannya .


" Sudah dari awal aku bilang kan Bos ?? Aku tidak ingin tahu apapun lagi , kalau kami masih berjodoh pasti Dia akan mempertemukan kami lagi . Lagian aku juga tidak ingin memaksanya , mungkin aku yang ketinggian berkhayal Bos ! "


" Kok jadi pesimis gitu sih Son ? "


" Bukan pesimis tapi cuma lihat realita saja . Bos kan tahu siapa keluarga Violetta . lbarat kata dia itu di langit dan aku masih berpijak di bumi . Kalau ditanya cinta sih aku cinta banget sama dia , kalau ditanya sakit ya memang sakit banget . Pengen nangis tapi malu sama jakun !! "


Dewa hanya terkekeh mendengar curhatan sahabatnya itu . Begitulah seorang Wicaksono , memandang semua dengan simple . Padahal Dewa tahu benar luka itu pastilah sangat sakit .

__ADS_1


" Jadi bener nggak pengen denger cerita Kak Deniel ?? "


" Jangan bikin aku bimbang Bos , jangan di ulang ulang pertanyaannya "


" Kalau saja aku jadi kamu aku pasti pantang menyerah mencari cintaku , pokoknya pantang berhenti sebelum ketemu "


" Beda kasus kalau Bos sama nyonya muda , kalian udah merid ! Nah aku mah apa atuuhhh ... "


Dewa semakin tergelak mendengarnya , satu sahabatnya ini memang terlalu pandai menutupi lukanya . Sono selalu menebar aura positif pada orang orang disekitarnya .


Tak pernah sekalipun ia memperlihatkan sisi sedihnya pada orang lain . Bahkan ia mampu menjadi motivator bagi orang lain ketika ia sedang terpuruk .


" Ya sudah aku kembali ke ruanganku , aku mau bahan meeting dengan divisi keuangan nanti sudah siap sebelum kamu pergi ke Eka "


" Siap Bos ... "


" Vio sayang .... "


*


" Lho mana temenmu Wa ? Katanya butuh info " tanya Dewa yang saat itu sudah datang di apartemen milik Dewa .


" Pesimis duluan dia Kak , udah pasrah ! Katanya sih kalau jodoh pasti suatu saat mereka akan bertemu "


" Beneran nggak takut nyesel dia ?? Rasa sesal itu beribu kali lebih sakit rasanya daripada kehilangan itu sendiri "

__ADS_1


Deniel berkata seperti itu karena diapun pernah merasakan seperti apa rasa sesal itu . Dia meninggalkan keluarganya hanya karena emosi , dia marah pada keadaan yang tak sesuai dengan hatinya .


Daddynya mengkhianati Mommynya hingga mempunyai anak di luar nikah dengan wanita lain . Dan putra hasil hubungan terlarang itu diangkat dengan hanya menjadi seorang ' anak angkat ' saja .


Dan ia menjerumuskan dirinya sendiri di lubang nista kehidupan dengan menjadi seorang gigolo . Deniel muda menjadikan **** menjadi pelampiasan rasa kecewanya .


Hingga ia bertemu dengan seorang dokter cantik yang perlahan mampu mengubahnya . Menyembuhkan hyper nya dengan cara unik dan sederhana . Hingga kemudian akhirnya mereka menjadi tak terpisahkan lagi .


" Sono cuma nggak ingin Vio merasa terbebani dengan pernikahan ini Kak . Kisah awal cinta mereka memang sedikit unik " kata Dewa tanpa mau mengumbar kisah Sono yang menyentuh Vio saat gadis itu sedang mabuk .


" Temanmu yang terlalu mendramatisir keadaan ! Memang kenapa kalau mereka sudah making love duluan ? Setiap orang pasti punya dosa dan kesalahannya masing masing . Tugas kita itu cuma satu ... memperbaiki kesalahan kemudian menjadi manusia yang lebih baik . Hanya sesimple itu jadi jangan di bikin ribet dengan menyiksa diri sendiri . Kalau cinta ya kejar !!! "


" Kak Deniel tahu kisah mereka ?? "


" Apa sih yang Kakak nggak tahu tentang kamu dan orang orang disekeliling kamu Wa ! Sampai kemarin Aira kasih ultimatum agar aku tidak memberitahukan keberadaan Jasmine sama kamu . Dia tahu pasti aku nggak tega lihat kamu setengah mati kebingungan cari istri kamu "


" Kereeennn ... "


Deniel terkekeh ketika melihat Dewa mengacungkan dua ibu jarinya .


" Terus kabar tentang gadis itu bagaimana ? Kamu mau dengar atau tidak ? "


" Ya kalau Sono saja tidak mau mendengar masa Dewa yang harus dengar sendiri . Udahlah simpen saja , dan maaf banget sudah membuat repot Kakak "


" Ckk .. nggak akan repot kalau hanya mencari info seperti itu . Lhohh istri kamu sama istri Kakak kok udah nggak kelihatan sih ! Perasaan mereka tadi masih ada di dapur "

__ADS_1


" Biasanya istri Dewa kalau udah kenyang gampang banget tidur , biasanya males banget kalau harus jalan ke atas . Buntut buntutnya tidur di ruang tengah "


" Hissshhh ... bener kamu Wa ! Tuh lihat mereka sudah pada tidur di depan televisi " gerutu Deniel yang melihat dua wanita cantik sudah terlelap di ruang tengah .


__ADS_2