
Berkali kali Dewa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat sahabatnya bekerja seperti biasanya . Seperti tak ada beban di hatinya setelah dua hari yang lalu pernikahannya batal .
" Son ... "
" Habis makan siang nanti dengan divisi keuangan "
" Ckk ... siapa juga yang nanya soal meeting sih ?? "
" Terus Bos mau tanya apa ? Nanti Bertha yang nemenin Bos meeting soalnya siang nanti aku ke Eka "
" Kamu waras kan Son ?? "
" Haisshh ... jangan aneh aneh ! Emang Bos lihat aku ketawa ketawa sendiri !? Enggak kan !! "
" Ya sudah kalau masih waras , dari Eka langsung kesini lagi saja . Kak Deniel katanya mau bicara "
Sono meletakkan pulpen yang ada di tangannya , dan ia kemudian melihat Dewa yang ada di ambang pintu ruangannya .
" Sudah dari awal aku bilang kan Bos ?? Aku tidak ingin tahu apapun lagi , kalau kami masih berjodoh pasti Dia akan mempertemukan kami lagi . Lagian aku juga tidak ingin memaksanya , mungkin aku yang ketinggian berkhayal Bos ! "
" Kok jadi pesimis gitu sih Son ? "
" Bukan pesimis tapi cuma lihat realita saja . Bos kan tahu siapa keluarga Violetta . lbarat kata dia itu di langit dan aku masih berpijak di bumi . Kalau ditanya cinta sih aku cinta banget sama dia , kalau ditanya sakit ya memang sakit banget . Pengen nangis tapi malu sama jakun !! "
Dewa hanya terkekeh mendengar curhatan sahabatnya itu . Begitulah seorang Wicaksono , memandang semua dengan simple . Padahal Dewa tahu benar luka itu pastilah sangat sakit .
__ADS_1
" Jadi bener nggak pengen denger cerita Kak Deniel ?? "
" Jangan bikin aku bimbang Bos , jangan di ulang ulang pertanyaannya "
" Kalau saja aku jadi kamu aku pasti pantang menyerah mencari cintaku , pokoknya pantang berhenti sebelum ketemu "
" Beda kasus kalau Bos sama nyonya muda , kalian udah merid ! Nah aku mah apa atuuhhh ... "
Dewa semakin tergelak mendengarnya , satu sahabatnya ini memang terlalu pandai menutupi lukanya . Sono selalu menebar aura positif pada orang orang disekitarnya .
Tak pernah sekalipun ia memperlihatkan sisi sedihnya pada orang lain . Bahkan ia mampu menjadi motivator bagi orang lain ketika ia sedang terpuruk .
" Ya sudah aku kembali ke ruanganku , aku mau bahan meeting dengan divisi keuangan nanti sudah siap sebelum kamu pergi ke Eka "
" Siap Bos ... "
" Vio sayang .... "
*
" Lho mana temenmu Wa ? Katanya butuh info " tanya Dewa yang saat itu sudah datang di apartemen milik Dewa .
" Pesimis duluan dia Kak , udah pasrah ! Katanya sih kalau jodoh pasti suatu saat mereka akan bertemu "
" Beneran nggak takut nyesel dia ?? Rasa sesal itu beribu kali lebih sakit rasanya daripada kehilangan itu sendiri "
__ADS_1
Deniel berkata seperti itu karena diapun pernah merasakan seperti apa rasa sesal itu . Dia meninggalkan keluarganya hanya karena emosi , dia marah pada keadaan yang tak sesuai dengan hatinya .
Daddynya mengkhianati Mommynya hingga mempunyai anak di luar nikah dengan wanita lain . Dan putra hasil hubungan terlarang itu diangkat dengan hanya menjadi seorang ' anak angkat ' saja .
Dan ia menjerumuskan dirinya sendiri di lubang nista kehidupan dengan menjadi seorang gigolo . Deniel muda menjadikan **** menjadi pelampiasan rasa kecewanya .
Hingga ia bertemu dengan seorang dokter cantik yang perlahan mampu mengubahnya . Menyembuhkan hyper nya dengan cara unik dan sederhana . Hingga kemudian akhirnya mereka menjadi tak terpisahkan lagi .
" Sono cuma nggak ingin Vio merasa terbebani dengan pernikahan ini Kak . Kisah awal cinta mereka memang sedikit unik " kata Dewa tanpa mau mengumbar kisah Sono yang menyentuh Vio saat gadis itu sedang mabuk .
" Temanmu yang terlalu mendramatisir keadaan ! Memang kenapa kalau mereka sudah making love duluan ? Setiap orang pasti punya dosa dan kesalahannya masing masing . Tugas kita itu cuma satu ... memperbaiki kesalahan kemudian menjadi manusia yang lebih baik . Hanya sesimple itu jadi jangan di bikin ribet dengan menyiksa diri sendiri . Kalau cinta ya kejar !!! "
" Kak Deniel tahu kisah mereka ?? "
" Apa sih yang Kakak nggak tahu tentang kamu dan orang orang disekeliling kamu Wa ! Sampai kemarin Aira kasih ultimatum agar aku tidak memberitahukan keberadaan Jasmine sama kamu . Dia tahu pasti aku nggak tega lihat kamu setengah mati kebingungan cari istri kamu "
" Kereeennn ... "
Deniel terkekeh ketika melihat Dewa mengacungkan dua ibu jarinya .
" Terus kabar tentang gadis itu bagaimana ? Kamu mau dengar atau tidak ? "
" Ya kalau Sono saja tidak mau mendengar masa Dewa yang harus dengar sendiri . Udahlah simpen saja , dan maaf banget sudah membuat repot Kakak "
" Ckk .. nggak akan repot kalau hanya mencari info seperti itu . Lhohh istri kamu sama istri Kakak kok udah nggak kelihatan sih ! Perasaan mereka tadi masih ada di dapur "
__ADS_1
" Biasanya istri Dewa kalau udah kenyang gampang banget tidur , biasanya males banget kalau harus jalan ke atas . Buntut buntutnya tidur di ruang tengah "
" Hissshhh ... bener kamu Wa ! Tuh lihat mereka sudah pada tidur di depan televisi " gerutu Deniel yang melihat dua wanita cantik sudah terlelap di ruang tengah .