
Dewa merasa sedikit aneh dengan.sikap istrinya yang menjadi sedikit pendiam sore ini . Biasanya setelah ia pulang kerja istrinya akan bergelayut manja dalam pangkuannya sambil bercerita kegiatannya seharian ini di rumah .
" Ada apa ?? Tadi pulang jam berapa dari rumah sakit ? " tanya Dewa pada sang istri yang masih dalam pangkuannya .
" Pulang sekitar jam dua siang . Besok Kak Asti katanya sudah boleh pulang dari rumah sakit . Tadinya mau pulang kesini tapi Reyhan tidak mengijinkan , jadi mereka pulang ke hotel "
" ltu lebih bagus ! Kapan mereka pulang ke Bali ?? "
" Kok gitu sih D ?? Mereka kan baru saja sampai di Jakarta masa nanya pulang kapan " gerutu Jasmine memandang sebal suaminya .
Dewa menggigit lembut lengan istrinya gemas ketika bibir kemerahan itu terlihat mengerucut . Dia tahu Jasmine pasti mengira bahwa dia tidak suka dengan keberadaan Astika .
Sebenarnya dugaan itu sama sekali tidak salah , wanita licik itu bisa melakukan apa saja untuk merusak kebahagiaan mereka . Keberadaan wanita sihir itu jujur saja membuatnya tidak nyaman .
" D .... "
" lya sayang ... "
" Kenapa kau bisa mencintaiku ? "
" Apa harus dibahas lagi ?? "
" Ckk ... kau selalu menjawab pertanyaanku dengan sebuah pertanyaan " kata Jasmine menyurukkan kepalanya di ceruk leher suaminya . Dia suka wangi Dewa ketika pulang kerja .
" Astika berbicara sesuatu padamu !? "
__ADS_1
' Kami kakak beradik D , kami sudah terbiasa berbicara sejak kecil " jawab Jasmine singkat .
" Seperti yang sering aku katakan padamu sayang , berpeganglah hanya padaku . Aku mencintaimu ... sangat sangat mencintaimu . Dan jangan tanyakan kenapa karena jawabannya aku tidak tahu jawabannya . Bagiku mencintaimu tidak butuh alasan karena aku mencintai semua yang ada pada dirimu "
" Aku juga mencintaimu D "
Dewa mengeratkan pelukannya pada istrinya , dia meraih bibir kemerahan yang sedang bersandar di pundaknya . Di gigitnya bibir itu pelan hingga istrinya mengaduh manja .
" D ... "
" Jangan pernah berani kau isi pikiranmu dengan hal hal aneh . Percaya padaku karena aku adalah suamimu ... ingat !! Hanya padaku , jadi bertahanlah disisiku apapun yang terjadi "
" He em "
Sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin di bicarakan oleh Jasmine pada suaminya tapi sepertinya ia harus mencari waktu yang lebih tepat . Tapi ia bertekad akan mempertahankan rumah tangganya apapun masalahnya tanpa menyakiti kakaknya ataupun suaminya sendiri .
" Tapi suka kan ? Tuh dari tadi nempel kaya cicak nggak mau turun turun ... " sahut Dewa beranjak dari duduknya sambil membopong tubuh istrinya .
" D .. turunin !! "
" Katanya suruh mandi ... "
" Ya kan kamu ... bukan aku !! "
" Mandi sama sama sayang .... "
__ADS_1
*
Sementara itu di rumah sakit terlihat Reyhan sedang berbicara dengan istrinya di taman rumah sakit . Tadi Astika mengeluh bosan berada di kamar dan meminta Reyhan untuk membawanya keluar .
" Jadi pulang besok kan Rey ?! "
" Ke hotel atau ke Bali ?? "
" Kalau kondisi kamu sudah tidak lemah sebaiknya kita langsung pulang ke Bali , aku harus segera mengurus perusahaan karena Daddy juga belum pulang "
" Tapi aku ingin disini dulu "
" Untuk apa ?? "
" Aku masih ingin bersama adikku , kau pikir apalagi "
Reyhan menghela nafas panjang , istrinya ternyata terlalu keras kepala . Reyhan tahu benar apa maksud sang istri berlama lama di ibukota .
" Berhentilah ... aku mohon !! "
" Apa maksudmu Rey ?? "
" Tidak bisakah kau hidup hanya denganku !? Aku minta maaf jika setelah pernikahan aku menjadi orang yang berbeda . Kita perbaiki semua dari awal , kita tumbuhkan lagi cinta yang dulu pernah ada di antara kita "
" Sudah lama berlalu ... aku tidak mau mengungkitnya lagi Rey !! Kau tidak pernah tahu dengan apa yang aku rasakan , ada banyak hal yang membuat aku seperti ini . Aku tidak berkeberatan jika kau menyerah dengan hubungan ini . Lepaskan aku ... aku juga tidak mau menyakitimu "
__ADS_1
Reyhan terdiam , dia teringat kata kata Dewa tentang perannya sebagai seorang laki laki . Dia harus bisa mengatasi semua dengan kepala dingin , dia harus bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya dengan bijak .
Reyhan sangat mencintai istrinya , dan dia tak akan melepaskan istrinya untuk alasan apapun .