FOR 365

FOR 365
77


__ADS_3

" Begini ... kondisi Dewa Adipraja baik baik saja , dia hanya dehidrasi dan kurang asupan makanan selama dua hari ini . Sepertinya selama itu tidak ada satupun makanan masuk ke perutnya . Kondisinya sangat lemah tapi dia baik baik saja "


" Dan untuk saudara Sono , kami sudah mengambil satu peluru di lengannya . Dia kehilangan banyak darah tapi kami sudah bisa menanganinya "


Semua yang ada di tempat itu bisa bernafas dengan lega setelah mendengar penjelasan dari dokter itu . Mereka melihat Dewa dan Sono dipindah ke kamar rawat pasien oleh para perawat .


" Sepertinya aku harus pergi ... setidaknya putramu sudah baik baik saja " Gaffar pamit pada Alfian dan istrinya .


" Terima kasih sudah menyempatkan diri datang ke tempat ini . Berkunjunglah ke mansion kami .... "


" Tentu saja , besok jika di ijinkan kami juga akan datang untuk menengok putramu . Semoga kondisinya besok lebih baik "


" Tentu saja ... "


Gaffar dan Violetta akhirnya pergi dari rumah sakit karena tak mungkin juga mereka melihat Dewa dengan kondisi yang belum stabil seperti saat ini .

__ADS_1


" Sayang , kenapa Daddy merasa malam ini kau menjadi sangat pendiam.?? Ada yang kau pikirkan !? Aku Daddymu ... katakan jika ada sesuatu yang mengganggumu " kata Gaffar yang sedari tiba tadi tidak pernah sekalipun mendengar suara putrinya .


" Aku baik baik saja Dad , mungkin cuaca disini terlalu panas jadi membuatku sedikit tidak nyaman " jawab Vio dengan mata yang tak lepas dari kamar di mana Sono.sudah dirawat .


Hanya Jasmine yang akhirnya tinggal untuk menemani suaminya di kamar rawat . Aira tadinya bersikukuh tinggal , tapi Bumi berhasil membujuknya untuk pulang ke mansion karena ada Janu dan Langit yang menunggunya .di sana .


Sedangkan Sono pun juga ditunggu oleh dua orang pengawal Adipraja . Pengawalan terhadap mereka diperketat oleh Adam untuk berjaga jaga jika keluarga Jason yang tidak terima dengan kejadian yang menimpa putra mereka .


Jason mati di tempat ketika ditembak oleh Sono .


Jasmine terus saja memandang wajah sang suami yang masih terlihat sedikit pucat itu . Sudah dua jam ia menunggu tapi Dewa belum juga membuka matanya . Berkali kali di ciumnya tangan yang selalu berusaha membuatnya bahagia .


" Bangun D ...kangen ! Jangan bobo terus . Katanya pengen lihat aku pulang , aku sudah di sini sayang "


Terus saja Jasmine mengungkap kan rasa cintanya pada suaminya , berharap kata katanya menjadi penyemangat sang suami agar cepat bangun dan kembali memanjakannya seperti biasa .

__ADS_1


" Maaf ya , karena aku semua jadi begini . Aku selalu saja membuatmu susah . Aku cinta kamu D ! Aku akan terus berusaha agar menjadi pantas berdiri di sisimu . Bangun sayang .... "


" D .... sepi banget sih , bangun ya aku takut sendirian . Gigit nih ya kalau nggak bangun bangun .... '


" D aku bobo sama kamu ya , takut kalau bobo sendirian di sofa "


Jasmine akhirnya naik ke atas ranjang dan tidur di samping suaminya , dia atur posisinya sebaik mungkin agar tidak mengganggu istirahat suaminya .


Tubuhnya memang terasa sangat lelah karena dari semalam ia pun tidak dapat memejamkan matanya . Saat itu Alfian mengumpulkan semua keluarganya untuk berbicara , pria parubaya itu mengatakan jika pagi itu juga mereka akan menyusul Bumi yang sebelumnya sudah terlebih dahulu terbang ke lndonesia dengan pesawat pribadinya .


Mertuanya hanya mengatakan ada sesuatu yang penting harus dilakukan , dan ketika jet pribadi milik sang mertua mendarat barulah Alfian menceritakan hal yang sebenarnya .


Mengatakan tentang penculikan Dewa yang di lakukan oleh putra keluarga Kyle .


Sebelum memejamkan matanya Jasmine masih sempat mengecup pipi dan bibir sang suami dengan membisikkan kata cintanya .

__ADS_1


" l love you D ... sembuh ya sayang "


__ADS_2