
" Memang kemarin mereka ada di mana Kak !? "
" Ada di salah satu rumah sakit di Singapura "
" Ya ... Tuhan . Itu artinya ada salah satu dari mereka yang sakit . Kak Deniel sempat menyelidiki siapa yang sakit !? " tanya Dewa yang melihat Sono sudah lemas di depannya . Kabar yang baginya tentu saja terlalu mengejutkan .
" Kan kemarin kalian yang tidak minat dengan kabar itu , jadi aku hentikan penyelidikan tentang mereka " jawab Deniel .
" Ya sudah jika begitu , terima kasih atas bantuannya . Kali ini sepertinya kami sendiri yang akan mencarinya " yakin Dewa , dia berpikir jika mereka tidak bisa menangani maka mereka akan minta bantuan Adam . Mereka yakin tangan ajaib Adam bisa menyelesaikan semua masalah termasuk masalah Violetta .
" Tidak akan bisa Wa , terlalu sulit jika kalian sendiri yang turun tangan . Papamu Alfian Adipraja dan Gaffar Al Shamma bukan orang sembarangan ! Mereka para mantan mafia penguasa dunia bawah . Walau sudah tidak berkecimpung di dunia itu lagi tapi mereka punya pengaruh yang sangat kuat . Apalagi Gaffar pasti sudah meningkatkan penjagaan setelah tahu kemarin ada orang orang Kakak yang mencari tahu tentang dia . Ke depannya pasti akan lebih sulit "
" Jadi apa yang harus kami lakukan "
" Hanya Papamu atau Bumi yang bisa menyelesaikan masalah kalian . Tapi aku tidak yakin mereka mau membantu , karena mereka sudah saling berjanji untuk tidak saling mencampuri urusan masing masing "
" Haisshh ... nasibmu Son " gumam Dewa hingga membuat Deniel terkekeh di seberang sana .
" Cepat atau lambat pasti akan ketemu , seperti pepatah sepandai pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga . Gaffar pasti akan melakukan kecerobohan walau itu sedikit . Tapi yang sedikit itu akan membuka peluang kita untuk tahu di mana dia . Kuncinya harus bersabar ... "
Setelah selesai menelpon Dewa menepuk bahu sahabatnya untuk memberikan dukungan .
" Hei , yang semangat dong ! Kan Kak Deniel bilang cepat lambat pasti ketemu . Kita juga belum tahu spa yang sebenarnya terjadi kan ? Kita berdoa semoga mereka baik baik saja "
__ADS_1
" Begini banget ya rasanya mencintai seseorang ! Seneng susah sampai nggak ada bedanya rasanya " keluh Sono yang disambut tawa atasan sekaligus sahabatnya .
" Kita masih ada kerjasama dengan GG kan Son !? "
" Masih , cuma posisi Vio kini sudah di ganti . Mereka juga bungkam ketika aku tanya apa yang terjadi dengan GM mereka . Entah karena tidak tahu atau karena mereka dilarang membuka suara mereka "
" Sepertinya Kak Deniel memang benar , kau harus banyak bersabar Son ... "
" Aku tahu Bos , mungkin ini buah yang harus kunikmati dari perbuatanku kemarin "
TOK ... TOKK
Bertha tampak ada di depan pintu , wanita itu tidak berani langsung masuk karena melihat dua atasannya sedang bicara serius .
" Ya Bertha ? Ada apa ? "
" Oooo ... kenapa ? " tanya Dewa santai , paling paling sang istri menginginkan sesuatu lagi hari ini .
" Dia tidak mau bicara jika bukan dengan tuan Dewa sendiri , tadi saya masih tahan telponnya di line 2 "
" Ya sudah aku terima disini saja teleponnya " jawab Dewa sambil berjalan kearah telepon di atas meja kerjanya .
Setelah menekan angka dua Dewa bisa mendengar suara Mbak lnah yang terlihat panik .
__ADS_1
" Tuan Dewa ... "
" Ya Mbak ada apa !? "
" Nyonya tuan ... Nyonya !!! "
" Mbak lnah tenang dulu , pelan pelan ngomongnya biar jelas ... "
" Tadi Nyonya minta saya bikinin sosis telur , tapi karena ada bahan yang kurang saya turun kebawah untuk membelinya . Pas balik ke apartemen pintu sudah terbuka , tidak ada barang hilang tapi .... "
" Tapi apa Mbak !? "
" Nyonya Jasmine hilang ... sudah satu jam.saya tunggu dia tidak pulang pulang . Ponselnya juga ketinggalan di ruang tengah "
" Oooo hilang .... "
" APA MBAK !!! NYONYA HILANG ??!!! "
Dewa langsung berlari keluar ruangan seperti orang kesetanan , sedang Sono berusaha mengejarnya dari belakang .
" Bos ada apa !!!! "
Walau tidak mendapat jawaban Sono terus saja mengikuti arah lari tuan mudanya . Bahkan dia ikut masuk ketika Dewa masuk ke dalam mobilnya .
__ADS_1
" Ada apa bos ? "
" lstriku hilang .... "