FOR 365

FOR 365
Bon C 2


__ADS_3

Dan akhirnya hari itu pun tiba , mereka semua pulang ke lndonesia . Vio hanya tahu ini adalah perjalanan bisnis Daddynya , karena akan cukup.lama tinggal disana maka mereka semua ikut untuk menemaninya .


Dengan bantuan Dewa , Sono berhasil menyiapkan perumahan mewah di tengah kota . Perumahan yang mengusung konsep keluarga dan taman hijau , walau ada di tengah kota tapi sangat nyaman untuk ditinggali .


" Apa ini rumah Daddy di lndonesia !? Apa kita akan lama tinggal di sini Dad !? " tanya Vio sambil memperhatikan setiap sudut ruangan dengan mata memicing .


" lni rumahmu sayang , dan mungkin kita akan tinggal lumayan lama disini . Apa kau keberatan ? "


" Tidak , ini indah ! Tidak besar tapi aku suka konsep dan penataannya "


Mungkin akan sedikit butuh waktu untuk menyesuaikan diri di rumah yang tentu saja tidak sebesar mansion mereka di Dubay . Dan untungnya Vio menyukai rumah barunya , dengan antusias dia berkeliling mengitari setiap sudut rumah .


" Maaf jika hanya ini yang bisa saya siapkan Dad " kata Sono pada mertuanya , kini mereka sedang duduk santai dipinggir kolam renang .


" Bicara apa kau , kau bisa lihat istrimu sangat menyukai rumah barunya kan ? Semoga disini dia akan mendapatkan ingatannya kembali dan kalian bisa hidup bahagia bersama Anandara cucuku "


" Amin ... saya juga berharap seperti itu . Saya ingin Dara mendapatkan kasih sayang dari ibunya "


" Daddy akan tinggal disini bersama kami ? "


" Hanya untuk seminggu ke depan , dia harus terbiasa hidup bersamamu . Jika aku terus disampingnya mungkin dia akan terus bergantung padaku "


Sono terlihat menghembuskan nafasnya , dia lega tapi dia tahu tidak akan mudah menakhlukkan kembali hati istrinya .


TOK ... TOKK


" Tuan Sono ada seorang wanita di depan mengaku sebagai calon pengasuh nona muda "

__ADS_1


" Suruh saja masuk ke ruang tamu , nanti aku akan menemuinya . Nyonya ada di mana ?! "


" Tadi saya lihat sudah tertidur setelah minum obatnya "


" Ya sudah , kau tunggu nona muda saja disini . Dia juga baru saja tertidur setelah minum susunya "


" Baik tuan "


Sono turun ke lantai bawah untuk menemui pengasuh baru untuk Anandara . pengasuh yang ia dapatkan dari rekomendasi pengasuh Anandara di Dubay . Seorang gadis muda dengan paras cantik terlihat sedang berdiri dengan kepala tertunduk .


" Duduklah ... "


Suara Sono sedikit membuat gadis itu terkejut , ia masih saja menunduk tanpa berani menatap pria tampan yang sudah duduk di depannya .


" Apa kau tidak mendengarkan aku bicara ? Duduklah ... Apa kau keponakan Bu Retha yang akan merawat putriku ? "


" Saya Anna , Bibi yang kemarin menyuruh saya kesini . Sesuai yang tuan katakan , jika di ijinkan saya ingin mengasuh putri tuan "


Sono melihat gadis itu adalah gadis yang baik cara berbicara maupun berpakaian gadis itu mencerminkan kepribadiannya .


" Kau ingin melihatnya ? Putriku sedang tidur "


Gadis itu mengangguk dan tersenyum , kemudian dia mengikuti langkah Sono dari belakang menuju kamar Anandara .


Gadis itu terlihat kagum ketika masuk ke kamar bayi yang akan ia asuh . Nuansa warna kuning dan merah muda yang berpadu apik . Dia melihat bayi mungil nan cantik yang sedang tertidur dalam boxnya .


Bibinya di Dubay sudah menceritakan semua tentang kisah majikan barunya itu . Dimana ibu kandung dari bayi itu sedang lupa ingatan karena sakit keras yang diderita .

__ADS_1


" Dia Anandara Al Shamma ... aku minta satu hal padamu rawat dia dengan hatimu ! Aku ingin dia dipenuhi cinta dari orang orang yang ada di dekatnya . Kau pasti juga sudah tahu tentang semuanya dari bibimu "


" Saya berjanji , nona Anandara akan saya rawat seperti saya merawat putri saya sendiri "


" Kau sudah menikah !? "


Pertanyaan Sono membuat gadis itu tertunduk malu dan salah tingkah . Gadis itu tak mengira akan mendapat pertanyaan seperti itu .


" Maaf maksudku apa kau sudah berpengalaman merawat seorang bayi !? " ralat Sono ikut salah tingkah karena merasa tadi pertanyaannya menyinggung gadis itu .


" Sejak kecil saya sudah ikut merawat ketiga adik saya " jawab Anna .


Sono sudah mendengar cerita dari pengasuh Anandara yang dulu , wanita itu bercerita tentang seorang Anna yang harus ikut menghidupi ketiga adiknya karena ayah mereka pergi meninggalkan ibu mereka untuk menikahi wanita lain .


Selain ikut menafkahi adik adiknya Anna juga berhasil membiayai dirinya sendiri sekolah walau hanya sampai di sekolah menengah atas .


Rencananya dia ingin mengumpulkan uang untuk bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi , ia ingin masuk ke universitas yang dari dulu sudah ia impikan .


" Kau yakin ingin bekerja !? Aku dengar kau sangat ingin melanjutkan sekolahmu . Aku tidak mau kau mengasuh putriku dengan pikiran yang bercabang "


" Saya akan mengasuh putri tuan sepenuh hati , satu atau dua tahun lagi mungkin saya baru memikirkan tentang pendidikan saya " jawab Anna mantap karena ia sedang butuh biaya banyak untuk pendidikan ketiga adiknya .


" Aku tidak keberatan jika kau ingin mengasuh sambil kuliah , kau bisa ambil sekolah malam ! Aku akan bantu untuk mengaturnya , tapi aku minta kau harus benar benar bisa mengatur waktumu "


Mata gadis itu berbinar ketika menatap pria di depannya , dia tak percaya pria itu begitu baik ingin membantunya .


" Terima kasih ... saya berjanji akan bekerja sebaik mungkin "

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap mereka penuh arti .


__ADS_2