
Dan akhirnya hari itu pun tiba , mereka semua pulang ke lndonesia . Vio hanya tahu ini adalah perjalanan bisnis Daddynya , karena akan cukup.lama tinggal disana maka mereka semua ikut untuk menemaninya .
Dengan bantuan Dewa , Sono berhasil menyiapkan perumahan mewah di tengah kota . Perumahan yang mengusung konsep keluarga dan taman hijau , walau ada di tengah kota tapi sangat nyaman untuk ditinggali .
" Apa ini rumah Daddy di lndonesia !? Apa kita akan lama tinggal di sini Dad !? " tanya Vio sambil memperhatikan setiap sudut ruangan dengan mata memicing .
" lni rumahmu sayang , dan mungkin kita akan tinggal lumayan lama disini . Apa kau keberatan ? "
" Tidak , ini indah ! Tidak besar tapi aku suka konsep dan penataannya "
Mungkin akan sedikit butuh waktu untuk menyesuaikan diri di rumah yang tentu saja tidak sebesar mansion mereka di Dubay . Dan untungnya Vio menyukai rumah barunya , dengan antusias dia berkeliling mengitari setiap sudut rumah .
" Maaf jika hanya ini yang bisa saya siapkan Dad " kata Sono pada mertuanya , kini mereka sedang duduk santai dipinggir kolam renang .
" Bicara apa kau , kau bisa lihat istrimu sangat menyukai rumah barunya kan ? Semoga disini dia akan mendapatkan ingatannya kembali dan kalian bisa hidup bahagia bersama Anandara cucuku "
" Amin ... saya juga berharap seperti itu . Saya ingin Dara mendapatkan kasih sayang dari ibunya "
" Daddy akan tinggal disini bersama kami ? "
" Hanya untuk seminggu ke depan , dia harus terbiasa hidup bersamamu . Jika aku terus disampingnya mungkin dia akan terus bergantung padaku "
Sono terlihat menghembuskan nafasnya , dia lega tapi dia tahu tidak akan mudah menakhlukkan kembali hati istrinya .
TOK ... TOKK
" Tuan Sono ada seorang wanita di depan mengaku sebagai calon pengasuh nona muda "
__ADS_1
" Suruh saja masuk ke ruang tamu , nanti aku akan menemuinya . Nyonya ada di mana ?! "
" Tadi saya lihat sudah tertidur setelah minum obatnya "
" Ya sudah , kau tunggu nona muda saja disini . Dia juga baru saja tertidur setelah minum susunya "
" Baik tuan "
Sono turun ke lantai bawah untuk menemui pengasuh baru untuk Anandara . pengasuh yang ia dapatkan dari rekomendasi pengasuh Anandara di Dubay . Seorang gadis muda dengan paras cantik terlihat sedang berdiri dengan kepala tertunduk .
" Duduklah ... "
Suara Sono sedikit membuat gadis itu terkejut , ia masih saja menunduk tanpa berani menatap pria tampan yang sudah duduk di depannya .
" Apa kau tidak mendengarkan aku bicara ? Duduklah ... Apa kau keponakan Bu Retha yang akan merawat putriku ? "
" Saya Anna , Bibi yang kemarin menyuruh saya kesini . Sesuai yang tuan katakan , jika di ijinkan saya ingin mengasuh putri tuan "
Sono melihat gadis itu adalah gadis yang baik cara berbicara maupun berpakaian gadis itu mencerminkan kepribadiannya .
" Kau ingin melihatnya ? Putriku sedang tidur "
Gadis itu mengangguk dan tersenyum , kemudian dia mengikuti langkah Sono dari belakang menuju kamar Anandara .
Gadis itu terlihat kagum ketika masuk ke kamar bayi yang akan ia asuh . Nuansa warna kuning dan merah muda yang berpadu apik . Dia melihat bayi mungil nan cantik yang sedang tertidur dalam boxnya .
Bibinya di Dubay sudah menceritakan semua tentang kisah majikan barunya itu . Dimana ibu kandung dari bayi itu sedang lupa ingatan karena sakit keras yang diderita .
__ADS_1
" Dia Anandara Al Shamma ... aku minta satu hal padamu rawat dia dengan hatimu ! Aku ingin dia dipenuhi cinta dari orang orang yang ada di dekatnya . Kau pasti juga sudah tahu tentang semuanya dari bibimu "
" Saya berjanji , nona Anandara akan saya rawat seperti saya merawat putri saya sendiri "
" Kau sudah menikah !? "
Pertanyaan Sono membuat gadis itu tertunduk malu dan salah tingkah . Gadis itu tak mengira akan mendapat pertanyaan seperti itu .
" Maaf maksudku apa kau sudah berpengalaman merawat seorang bayi !? " ralat Sono ikut salah tingkah karena merasa tadi pertanyaannya menyinggung gadis itu .
" Sejak kecil saya sudah ikut merawat ketiga adik saya " jawab Anna .
Sono sudah mendengar cerita dari pengasuh Anandara yang dulu , wanita itu bercerita tentang seorang Anna yang harus ikut menghidupi ketiga adiknya karena ayah mereka pergi meninggalkan ibu mereka untuk menikahi wanita lain .
Selain ikut menafkahi adik adiknya Anna juga berhasil membiayai dirinya sendiri sekolah walau hanya sampai di sekolah menengah atas .
Rencananya dia ingin mengumpulkan uang untuk bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi , ia ingin masuk ke universitas yang dari dulu sudah ia impikan .
" Kau yakin ingin bekerja !? Aku dengar kau sangat ingin melanjutkan sekolahmu . Aku tidak mau kau mengasuh putriku dengan pikiran yang bercabang "
" Saya akan mengasuh putri tuan sepenuh hati , satu atau dua tahun lagi mungkin saya baru memikirkan tentang pendidikan saya " jawab Anna mantap karena ia sedang butuh biaya banyak untuk pendidikan ketiga adiknya .
" Aku tidak keberatan jika kau ingin mengasuh sambil kuliah , kau bisa ambil sekolah malam ! Aku akan bantu untuk mengaturnya , tapi aku minta kau harus benar benar bisa mengatur waktumu "
Mata gadis itu berbinar ketika menatap pria di depannya , dia tak percaya pria itu begitu baik ingin membantunya .
" Terima kasih ... saya berjanji akan bekerja sebaik mungkin "
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menatap mereka penuh arti .