
Para pengawal yang mendengar teriakan Vio langsung masuk ke kamar rawat Sono mereka mengira ada hal yang tidak di inginkan terjadi . Mereka tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti ketika tuan muda mereka di culik .
" Tidak apa apa , kalian keluarlah !! Kami sedang membahas pekerjaan . Dan apapun yang terjadi nanti jangan mengganggu kami lagi "
" Baik tuan Sono ... "
Para pengawal yang berjaga akhirnya menurut , mereka keluar dari kamar itu .
" Ya ... itu jawabanku "
Diluar ekspetasi ! Sono berpikir Vio akan menangis ataupun menamparnya setelah mendengar jawaban itu . Tapi gadis itu tetap saja diam tanpa ekspresi . Tapi Sono tahu wanita di depannya pasti merasakan sakit tak terperi .
Di ambil mahkotanya saat dirinya sedang dalam keadaan mabuk , jika waktu bisa di ulang mungkin Sono akan mengubah semuanya . Tapi jika ditanya menyesal atau tidak jawabannya adalah tidak .
Dari awal dia memang sudah tertarik dengan sosok Vio yang seksi tapi smart . Dia suka semua yang ada pada diri gadis itu .
" Kenapa kau tidak menolakku , seharusnya kau tahu waktu itu aku sedang mabuk . Kenapa kau malah mengambilnya tanpa ijinku !!! " pekiknya .
" Aku bersalah ... memang tidak seharusnya aku meladeni dirimu . Tapi kau sudah membuatku gila .... kau indah dan kau sempurna . Aku tidak pernah bertemu gadis seindah dirimu "
" Semua laki laki akan melakukan hal yang sama seperti dirimu jika dipertemukan dengan perempuan mabuk " sinis Vio .
__ADS_1
" Maaf ... Aku akan bertanggung jawab atas semua yang telah aku.lakukan kepadamu "
" Dengan ??? "
" ljinkan aku menikahimu ... "
" Bukan itu yang aku minta , kau pikir aku kesini hanya untuk meminta pertanggungjawaban darimu tuan Sono !?? " sinis Vio , matanya memperlihatkan rasa bencinya pada pria yang telah mengambil kehormatannya .
" Jadi apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku !?? "
" Hidupmu ... aku minta hidupmu !! Seperti kau yang telah mengambil semuanya dariku hingga tak bersisa . Kita tak saling mengenal !! Jika pun kita dipertemukan karena masalah pekerjaan maka kita akan bersikap profesional "
" Bisa saja aku hamil setelah ini , aku yakin kemungkinan itu pasti ada ! Jika hal itu terjadi maka anakku akan tetap menjadi anakku , jangan pernah campuri hidup kami "
" Kau akan membiarkannya hidup tanpa ayah ?? Bukankah setiap anak berhak mendapat kasih sayang lengkap dari kedua ayah ibunya ?? "
" Tapi kau menyentuhku hanya karena tergiur dengan tubuh seksiku ... kau tidak mencintaiku !! "
" Semua bisa dibina setelah kita menikah ... "
" Kita hidup bukan di dunia novel , yang setelah begitu tersakiti si wanita mau menerima laki lakinya "
__ADS_1
Sono meringis kesakitan ketika ingin bangkit dari tidurnya , ia ingin duduk bersandar di bantalnya agar bisa lebih leluasa berbicara dan memandang wajah cantik di depannya .
Vio sama sekali tidak peduli dengan kesakitan yang terlihat di depannya , ia biarkan Sono sudah payah sendiri berusaha untuk duduk bersandar di kepala ranjang .
" Maaf ... aku menyesal "
" Maaf darimu tidak akan mengubah semuanya , aku tetap saja menjadi wanita yang sudah kotor "
Sono diam , jika dipikir pikir tidak ada gunanya berdebat dengan wanita cantik di depannya saat ini . Vio sedang marah padanya , apapun yang ia katakan akan selalu salah di mata wanita itu .
" Begitu sulitkah menerima aku nona Vio ?? Aku tahu aku punya banyak kekurangan , aku bukan pria istimewa seperti yang kau harapkan . Tapi sekuat tenaga aku akan menjagamu , aku akan membuatmu bahagia "
Vio membalikkan tubuh dan melangkah keluar tanpa menanggapi kaya kata Sono . Dia tak ingin mendengar lebih banyak lagi kata manis dari pria itu . Dia tak ingin prinsipnya goyah hanya karena mulut manis Sono .
" Tunggu ... kita belum selesai bicara !! " teriak Sono yang tdk ingin wanita itu pergi secepat ini dari kamarnya .
" Kita sudah selesai ... "
" Tapi aku tidak akan menyerah !! Akan aku buat kau bertekuk lutut pada cintaku !! "
" Terserah ... "
__ADS_1