FOR 365

FOR 365
80


__ADS_3

Para pengawal yang mendengar teriakan Vio langsung masuk ke kamar rawat Sono mereka mengira ada hal yang tidak di inginkan terjadi . Mereka tidak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti ketika tuan muda mereka di culik .


" Tidak apa apa , kalian keluarlah !! Kami sedang membahas pekerjaan . Dan apapun yang terjadi nanti jangan mengganggu kami lagi "


" Baik tuan Sono ... "


Para pengawal yang berjaga akhirnya menurut , mereka keluar dari kamar itu .


" Ya ... itu jawabanku "


Diluar ekspetasi ! Sono berpikir Vio akan menangis ataupun menamparnya setelah mendengar jawaban itu . Tapi gadis itu tetap saja diam tanpa ekspresi . Tapi Sono tahu wanita di depannya pasti merasakan sakit tak terperi .


Di ambil mahkotanya saat dirinya sedang dalam keadaan mabuk , jika waktu bisa di ulang mungkin Sono akan mengubah semuanya . Tapi jika ditanya menyesal atau tidak jawabannya adalah tidak .


Dari awal dia memang sudah tertarik dengan sosok Vio yang seksi tapi smart . Dia suka semua yang ada pada diri gadis itu .


" Kenapa kau tidak menolakku , seharusnya kau tahu waktu itu aku sedang mabuk . Kenapa kau malah mengambilnya tanpa ijinku !!! " pekiknya .


" Aku bersalah ... memang tidak seharusnya aku meladeni dirimu . Tapi kau sudah membuatku gila .... kau indah dan kau sempurna . Aku tidak pernah bertemu gadis seindah dirimu "


" Semua laki laki akan melakukan hal yang sama seperti dirimu jika dipertemukan dengan perempuan mabuk " sinis Vio .

__ADS_1


" Maaf ... Aku akan bertanggung jawab atas semua yang telah aku.lakukan kepadamu "


" Dengan ??? "


" ljinkan aku menikahimu ... "


" Bukan itu yang aku minta , kau pikir aku kesini hanya untuk meminta pertanggungjawaban darimu tuan Sono !?? " sinis Vio , matanya memperlihatkan rasa bencinya pada pria yang telah mengambil kehormatannya .


" Jadi apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku !?? "


" Hidupmu ... aku minta hidupmu !! Seperti kau yang telah mengambil semuanya dariku hingga tak bersisa . Kita tak saling mengenal !! Jika pun kita dipertemukan karena masalah pekerjaan maka kita akan bersikap profesional "


" Bisa saja aku hamil setelah ini , aku yakin kemungkinan itu pasti ada ! Jika hal itu terjadi maka anakku akan tetap menjadi anakku , jangan pernah campuri hidup kami "


" Kau akan membiarkannya hidup tanpa ayah ?? Bukankah setiap anak berhak mendapat kasih sayang lengkap dari kedua ayah ibunya ?? "


" Tapi kau menyentuhku hanya karena tergiur dengan tubuh seksiku ... kau tidak mencintaiku !! "


" Semua bisa dibina setelah kita menikah ... "


" Kita hidup bukan di dunia novel , yang setelah begitu tersakiti si wanita mau menerima laki lakinya "

__ADS_1


Sono meringis kesakitan ketika ingin bangkit dari tidurnya , ia ingin duduk bersandar di bantalnya agar bisa lebih leluasa berbicara dan memandang wajah cantik di depannya .


Vio sama sekali tidak peduli dengan kesakitan yang terlihat di depannya , ia biarkan Sono sudah payah sendiri berusaha untuk duduk bersandar di kepala ranjang .


" Maaf ... aku menyesal "


" Maaf darimu tidak akan mengubah semuanya , aku tetap saja menjadi wanita yang sudah kotor "


Sono diam , jika dipikir pikir tidak ada gunanya berdebat dengan wanita cantik di depannya saat ini . Vio sedang marah padanya , apapun yang ia katakan akan selalu salah di mata wanita itu .


" Begitu sulitkah menerima aku nona Vio ?? Aku tahu aku punya banyak kekurangan , aku bukan pria istimewa seperti yang kau harapkan . Tapi sekuat tenaga aku akan menjagamu , aku akan membuatmu bahagia "


Vio membalikkan tubuh dan melangkah keluar tanpa menanggapi kaya kata Sono . Dia tak ingin mendengar lebih banyak lagi kata manis dari pria itu . Dia tak ingin prinsipnya goyah hanya karena mulut manis Sono .


" Tunggu ... kita belum selesai bicara !! " teriak Sono yang tdk ingin wanita itu pergi secepat ini dari kamarnya .


" Kita sudah selesai ... "


" Tapi aku tidak akan menyerah !! Akan aku buat kau bertekuk lutut pada cintaku !! "


" Terserah ... "

__ADS_1


__ADS_2