FOR 365

FOR 365
22


__ADS_3

" Kenapa wajah kamu di tekuk kayak gitu Wa !? Nggak dapat jatah semalem ? " tanya Jerry yang melihat Dewa datang ke show roomnya pagi ini .


Pria muda itu tak menjawab , dia hanya merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang kerja Jerry .


" Kak Jerry pernah bilang cinta ke Kak Nay ?? "


Jerry mengernyitkan dahinya ketika mendengar pertanyaan yang terdengar tak biasa di dengar dari seorang Dewa . Pria muda itu bukan tipe yang senang curhat .


" Tiap hari , tiap ada kesempatan Kakak ungkapkan rasa cinta Kakak . Mereka itu makhluk paling membingungkan sedunia . Kalau dilihat sih kelihatannya cuek nggak butuh kata cinta , tapi kalau sekalinya kita ucapkan itu mereka bakal melakukan segalanya untuk kita "


" Tapi kan seharusnya mereka bisa merasakan kalau kita sayang mereka , nggak usah pake diungkapkan segala "


" Jadi kamu nggak pernah bilang cinta sama istri kamu !??? "


Dewa menggelengkan kepalanya pelan . Jasmine wanita yang cerdik dan pintar harusnya mengerti dengan perasaannya tanpa Dewa harus mengungkapkan semuanya .


Jerry menepuk kepalanya sendiri , tak menyangka jika bungsu yang terlihat paling waras dari mereka itu malah menjadi pria yang paling tidak peka .

__ADS_1


" Ya Tuhan ... bisa bisanya ada cowok kaya kamu Wa !! Kaku banget sih jadi orang , mana mereka ngerti sama hati kamu kalau kamu enggak ungkapin ?? Terus kalau kalian habis bercinta kamu tidak mengatakan terima kasih atau kata cinta gitu ?! "


Dewa langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar kata ' bercinta ' dari salah satu kakaknya itu . Jika Jerry tahu ia sudah pernah berjanji untuk tidak menyentuh Jasmine selama satu tahun mungkin dia akan menertawakannya .


Tapi baginya bercinta bukan hanya tentang menyatunya dua tubuh tapi juga dua hati dan dua jiwa . Dia akan mengambil apa yang telah menjadi haknya jika mereka sudah benar benar saling mencintai .


" Pulang dari kantor mampirlah ke minimarket , belilah coklat atau permen kesukaannya ! Biasanya mereka akan meleleh jika kita memberi perhatian dengan hal hal kecil sepert itu "


" Dia sedang diet "


" Mereka akan menerima semua bentuk perhatian kita apapun bentuknya . Jadi terserah kau ingin memberinya apa "


" Dan jangan lama lama ngambeknya sama Jasmine ,, nyiksa banget Wa ! Pasti bikin nggak enak makan nggak enak tidur "


Dewa hanya menanggapi dengan mengacungkan dua jempolnya sambil berjalan keluar dari ruangan Jerry .


Dewa merasa kecewa ketika sang istri malah menanyakan perasaannya pada wanita lain . Dia akui dulu dia memang sempat jatuh hati pada Astika , dia bisa melihat sosok Aira dalam diri wanita itu .

__ADS_1


Sosok wanita penyayang sekaligus mandiri , tidak pernah menyerah dengan keadaan . Berbeda jauh dengan sosok Jasmine yang sangat manja dan kadang kekanakan .


Dan entah kenapa lama lama ia malah jatuh hati dengan sosok manja itu , dibalik itu semua Jasmine mempunyai hati yang sangat tulus . Istrinya juga wanita yang cerdas sekaligus cerdik dalam menilai sesuatu .


Semakin lama ia merasa terikat semakin kuat dengan gadis itu . Dewa mulai terbiasa menghadapi egois dan keras kepalanya istrinya , terbiasa melihat semua tingkahnya yang begitu menggemaskan .


Pulang dari kantor Dewa benar benar mampir ke minimarket , dia ingin membeli sesuatu sebagai tanda permintaan maafnya karena telah mengabaikan istrinya tadi pagi .


Walau masih kecewa dengan pertanyaan yang diajukan sang istri tapi Jerry benar , pergi dengan keadaan marah malah menyiksanya dan membuatnya tidak tenang .


Keadaan sepi ketika ia masuk ke dalam apartemennya , dia tidak melihat sang istri yang biasanya akan menyambutnya ketika ia berjalan masuk ke dalam rumah .


Dewa akhirnya segera menuju kamarnya siapa tahu gadis itu sedang tiduran di kamar . Dan ketka ia membuka pintu matanya di buat terpaku ..


CEKLEKKK ...


" Aaaaaa ... "

__ADS_1


" Ya Tuhan ... sayang "


__ADS_2