FOR 365

FOR 365
115


__ADS_3

Sono membuka matanya , hatinya bertanya tanya apakah ia sedang berada di surga karena semua di sekelilingnya berwarna putih . Tapi dia terkejut ketika merasakan tangannya menyentuh kulit lembut seseorang disampingnya , dan matanya tak percaya ketika melihat istrinya sedang tersenyum padanya .


Dia ada di ranjang yang sama dengan istrinya yang saat ini setengah duduk dengan hanya infus di tangan kirinya , tidak ada alat lain yang menempel seperti hari sebelumnya .


" Syukurlah jika anda sudah sadar tuan Wicaksono "


Sono melihat ada dua orang dokter dan seorang perawat di samping ranjang mereka .


" Sadar ? "


" Anda pingsan cukup lama tuan , Anda pingsan ketika keajaiban terjadi pada nyonya Violetta . Dia kembali kepada kita ... akhirnya Dialah yang menentukan semuanya , seberapapun jeniusnya otak kami nyatanya tidak ada artinya dengan takdir yang sudah dia gariskan . Saat kami mengira dia telah pergi .... Allah memberikan nyonya kesembuhan . Allahu Akbar !! Hanya Dia yang Maha Besar .... "


" Terima kasih Ya Allah , terimakasih mengembalikan dia disisiku ... "


Semua orang di ruangan itu saling melihat dengan sorot mata penuh arti . Antara haru dan iba dengan semua kejadian yang bertubi tubi hari ini .


Beberapa jam yang lalu mereka menganggap Sono telah gila karena menganggap istrinya yang dinyatakan meninggal oleh dokter telah hidup kembali . Pria itu berkeras agar dokter segera kembali memeriksa istrinya dan ketika ia berhasil meyakinkan semua orang dan akhirnya beberapa orang dokter memeriksa istrinya , tubuhnya tumbang tak sadarkan diri .


Bahkan ketika istrinya sudah sadar ia tetap saja belum sadarkan diri .


" Kenapa kau menangis ?? "

__ADS_1


" Aku bahagia karena kau telah kembali sayang , Anandara pasti senang bisa kembali bersama ibunya "


" Anandara ??! Siapa dia ? Dan siapa kau ? "


DEGGHH ...


Sono sontak melihat dokter dan Daddy Gaffar yang berada di sisi ranjang Vio . Sepertinya ada yang belum dia ketahui dengan keadaan istrinya .


" Dokter ... ada apa ini ? Kenapa begini ? "


" Setelah ini kita bicara di ruangan saya , ada banyak hal yang ingin saya bicarakan dengan anda dan tuan Gaffar "


" Siapa kau ? Daddy kenapa aku tidur seranjang dengannya ? "


Gaffar hanya tersenyum dan mengecup pucuk kepala putri kesayangannya . Tadi dokter sempat memberinya isyarat agar tidak menjawab pertanyaan yang mungkin jawabannya akan membuat putrinya kebingungan .


" Kau akan disini bersama Kak Abbio dan Kak Zahid . Daddy akan berbicara dengan Dokter terlebih dahulu "


" Anda sudah bisa mengikuti saya tuan Wicak !? " tanya Dokter itu yang melihat Sono masih fokus melihat ke arah istrinya .


" Ehh .. bisa Dok , saya tidak apa apa "

__ADS_1


" Abbio .. Zahid ! Daddy titip adik kalian dulu "


" Ya Dad ! "


Perlahan Sono turun dari ranjangnya , ia kemudian mengikuti langkah dokter dan ayah mertuanya ke ruangan dokter .


" Silahkan duduk tuan tuan " kata dokter muda itu ramah .


" Saya yakin kita semua bahagia dengan kembalinya Nyonya Violetta . Tapi nyatanya ads hal lain yang terjadi padanya dan ini sering terjadi pada pasien dengan penyakit yang sama . Dia mengalami amnesia , tapi kami belum bisa menentukan apakah itu amnesia permanen atau hanya sementara karena butuh pemeriksaan lebih lanjut tentang hal itu . Yang bisa kita lakukan sekarang adalah menjaga mood nya agar tetap bagus . Dari yang saya lihat tadi Nyonya hanya mengingat waktu sebelum pernikahannya . Dia belum ingat jika saat ini dia sudah mempunyai suami dan seorang anak . Jangan sekali kali memaksanya untuk mengingat semua yang terjadi pada hidupnya . Pelan pelan suatu saat nyonya pasti akan mengingatnya , bisa besok .. bisa lusa ... bisa satu tahun lagi atau mungkin sepuluh tahun lagi .... tidak ada yang tahu . Tapi saya ingatkan sekali lagi jangan paksa dia untuk mengingat semuanya "


Sono dan Gaffar sedikit terpukul mendengarnya , ternyata masih ada sesuatu di balik kesembuhan Violetta .


" Bagaimana kondisi tubuhnya Dok ? Karena saya lihat dia terlihat masih sangat lemah "


" Separuh tubuhnya lumpuh , kami juga belum bisa memastikan itu lumpuh permanen atau bukan karena belum memeriksanya lebih lanjut . Tapi semoga bukan , semoga ini hanya efek karena selama beberapa bulan ini dia tidak menggerakkan tubuh bagian bawahnya hingga syaraf syarafnya ' tidur ' . Kita doakan saja yang terbaik untuk Nyonya "


" Bagaimana dengan Anandara !? "


" Jika yang anda maksud adalah putri anda maka keadaannya sangat baik , walau terlahir prematur kondisi putri anda sangat baik . Dokter dokter terbaik kami masih merawatnya "


Sono dan Gaffar bernafas lega , setidaknya semua berjalan lebih baik . Walau masih ada kerikil kecil yang akan menjadikan ganjalan dari kebahagiaan mereka .

__ADS_1


__ADS_2