
Sebulan sudah berlalu , semua orang yang ia kerahkan untuk mencari istrinya tidak juga membuahkan hasil . Jerry dan Adam pun bahkan tidak bisa melacak keberadaan sang istri . Jasmine seperti lenyap tertelan bumi .
Dewa menghabiskan waktunya hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya . Seperti siang ini dia dan Sono ada di sebuah restoran mewah untuk bertemu salah satu kliennya .
" Bos , ngerasa enggak kalau dari tadi kita seperti ada yang mengawasi . Tapi nggak ada orang di sini selain kita ... aneh !! Merinding nih jangan jangan resto ini ada hantunya kali ya "
Dewa hanya terdiam , akhir akhir ini memang dia sering merasa di awasi seseorang . Kadang ia merasa orang yang mengawasinya ada di sekitarnya tapi tak satu pun dari para pengawal melaporkan tanda bahaya ataupun ancaman pada dirinya .
Selama orang itu tidak mengganggu aktivitasnya Dewa tidak akan pernah membuatnya jadi masalah . Setelah selesai Dewa dan Sono segera pergi ke arah mobil mereka berniat untuk segera pergi ke kantor .
Sampai di kantor Sono meminta sekretarisnya untuk memesan makanan kesukaan Dewa karena saat meeting tadi Dewa sama sekali tidak menyentuh makanannya . Sono khawatir jika kondisi bosnya malah menjadi drop . Dan ia akan menjadi bulan bulanan Adam jika tak bisa mengurus bungsu Adipraja itu .
" Udaaahh ... makan dulu bos !! Kalau bos nggak mau makan nanti gimana mau cari nyonya !? Yang ada malah tepar terus nyonya perginya tambah jauh ... "
PLETAKKK ..
" Diem Son !! "
Kotak tisu melayang mengenai kepala Sono hingga pria itu meringis kesakitan . Dewa memang sangat kacau akhir akhir ini , penampilan fisiknya pun sudah berubah total .
Rambut gondrongnya sering hanya di ikat asal , bulu bulu halus di dagunya ia biarkan memanjang menambah kesan tak terawat . Dewa juga menjadi workalholic , dia tidak pernah pulang kerumah sekalipun .
Pulang ke apartemen hanya akan mengingatkan dia pada semua kebodohan dan kesalahannya . Semua kenangan manis di rumah itu juga malah akan tambah menyiksanya .
Pulang kerja biasanya ia akan memangku tubuh sintal istrinya dan membiarkan bibir manis candunya berceloteh tentang kesehariannya hari itu . Malam hari tak bosan mereka saling mencurahkan semua rasa cinta mereka , berharap suatu saat akan ada buah hati yang hadir di antara mereka .
__ADS_1
Bali dan Belanda pun sudah ia sambangi demi mencari istri tercintanya . Dewa juga pasrah jika Daddy atau Grandpa dari istrinya murka padanya . Tapi nyatanya dengan kepala dingin dan sangat bijak mereka percaya pada Dewa .
John tidak menyalahkan siapapun dalam masalah ini bahkan pria itu ikut mengerahkan orang orangnya untuk mencari keberadaan putrinya . Karena kemarahan hanya akan membuat Jasmine pergi lebih jauh lagi .
" Jangan terlalu terpuruk bos ! Jika masih jodoh pasti nyonya bakal ketemu lagi ... kalau udah enggak ya jangan dipaksain . lkhlaskan saja .... "
" BERISIK !!! "
Sono serta Merta langsung bungkam ketika melihat mode murka sang bos yang sudah menatapnya tajam . Akhir akhir ini memang sepertinya semua kata katanya menjadi salah di mata bosnya .
" Maaf bos . Kalau bos Adam dan Jerry tidak bisa menemukan nyonya kenapa kita tidak minta tolong bos Bumi saja ??!! Dia kan super power ... bos lagi jungkir balik di toilet saja dia pasti akan tahu apalagi keberadaan nyonya Jasmine "
DEGGHH ...
Bumi .... Aira
Dewa malu pada dirinya sendiri , dulu dia pernah menghajar Bumi karena sudah menyakiti kakaknya . Tapi kini pun ia malah menyakiti istrinya sendiri , wanita yang sangat ia cintai . Separuh nyawa yang membuat hidupnya sangat berwarna .
Keras kepala dan manjanya sang istri membuat rasa kangennya semakin menggebu .
Hatinya semakin tidak karuan ketika kakak ataupun kakak iparnya tidak mengangkat satu pun panggilan darinya . Dewa bertambah yakin dua orang terdekatnya itu ada kaitannya dengan kepergian istrinya . Pantas saja Jerry atau Adam tak menemukan satupun jejak istrinya .
Matanya berbinar ketika ada satu panggilan dari orang yang memang sangat ia harapkan .
" Ya Wa ?? Tumben telpon Mas ... "
__ADS_1
" Mas pasti sudah tahu aku pengen ngomong apa ?! "
Dewa berdecak sebal ketika malah mendengar kakak iparnya terkekeh di seberang sana .
" Ya mana Mas tahu kamu pengen ngomong apa , kamu pikir Mas ini peramal apa ?? "
" lstri Dewa pergi ... "
Sebelum ia menyelesaikan kata katanya kakak iparnya malah terdengar tertawa terbahak bahak .
" Setidaknya kau sudah bisa merasakan apa yang aku alami waktu itu Wa , nyiksa kan ?? Seenggaknya sih kamu udah buka segel , aku dulu boro boro nyolek aja belum ... Awwhhh Mah sakit !!! Apaan sih , ini kan lagi kasih wejangan sama Dewa "
Diseberang sana Dewa bisa mendengar nyonya besar Adipraja sedang memarahi putranya yang kadang memang sangat jahil padanya .
" Mas sama Mbak Aira nggak sembunyikan istri Dewa kan !? "
" Kurang kerjaan bener Wa , tapi ide bagus itu ! Dua atau tiga tahun aku sembunyikan istri kamu biar punya kamu karatan ha .. ha .. ha ... Aaawwwhh Mah jangan jewer telinga Bumi , malu ini ada Dede !! "
" Ckk ... ya udah ! Tapi Dewa minta tolong ya Mas bantuin cari istri Dewa "
" Ehhmmm ... Adam dan Jerry ?? "
" Nihil , nggak ada yang bisa "
" Ya udah Mas kabarin kalau ada kabar "
__ADS_1
Setelah menutup panggilannya Dewa memijit pelipisnya , Bumi pun tidak tahu keberadaan sang istri . Sepertinya hukuman baginya akan terasa sangat berat kali ini . Tapi dia tidak akan menyerah , sampai ujung dunia pun akan ia cari sampai ia bisa bertemu kembali dengan gadis manja kesayangannya .