FOR 365

FOR 365
27


__ADS_3

" Dewi keberuntungan ternyata masih mau bersamaku , Jason Kyle menawarkan kerjasama untuk membangun pabrik yang sama seperti di Lombok . Aku bisa gunakan itu untuk bisa melihat mereka . Aku ingin sekali melihat neraka yang sudah di buat Dewa untukmu adik sialan itu ... " gumam Astika yang melihat pengajuan proyek pabrik pengolahan sampah yang diajukan oleh Jason melalui saudaranya yang masih tinggal di Bali karena urusan mereka dengan Adipraja belum selesai .


Bisnis ini bisa menjadi alasan yang tepat untuk melihat adiknya sekaligus pria yang pernah mengisi hatinya itu . Astika tahu penghalang paling utama yaitu suaminya sendiri . Dan ia akan mencari cara agar mau tidak mau Reyhan mengijinkannya pergi ke Jakarta .


" Sayang ... "


" Daddy .. "


Astika berdiri dan menyambut ayahnya yang siang itu datang ke yayasan miliknya .


" Tumben siang siang begini Daddy masih sempat ke tempat ini "


" Daddy ada janji dengan Tuan Adam di restoran dekat sini , temani Daddy karena sepertinya tuan Adam membawa serta anak dan istrinya . Bukankah istri tuan Adam adalah sahabatmu ? "


" Baik , tunggu sebentar Asti beresin berkas berkas ini dulu "


" Sepertinya kau sibuk sekali sayang "


" Ada penawaran proyek di Jakarta Dad dari Mr Jason Kyle "


" Sepertinya Daddy sudah pernah mendengar nama itu . Bukannya dia pengusaha dari Medan ?! Daddy pernak bertemu dengan kedua orang tuanya , mereka orang yang ramah "


Setelah selesai membereskan semua berkas yang ada di mejanya mereka segera berangkat menuju tempat di mana Adam sudah menunggu bersama keluarganya .

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah restoran bertema keluarga , ada play ground di sebelah samping restoran yang disisinya terdapat gazebo gazebo tempat makan pengunjung .


Adam dan keluarganya ada di salah satu gazebo itu .


" Divaaa .... "


" Astii ... "


Dua sahabat yang sudah lama tidak.bertemu itu saling berpelukan erat . Selama menjadi salah satu nyonya Adipraja Diva tidak bisa keluar bebas seperti dulu . Apalagi dengan keadaannya yang sedang hamil , sang suami amat sangat menjaga dirinya .


" Hai tuan Adam , maaf jika menunggu lama "


" Tidak apa apa tuan John , saya juga sedang bermain dengan jagoan saya " kata Adam sambil tos dua tangan dengan putra sulungnya Gema .


" Sayang aku tinggal sebentar ke meja di ujung itu , kami tidak akan mengganggu acara reuni kalian " Adam menghampiri sang istri dan mencium keningnya sekilas .


" Iya Yah "


Adam dan John segera melangkah ke meja yang ada di ujung taman . Tempat itu cukup jauh tapi Adam masih bisa mengawasi putranya dari sana .


" Anda sepertinya sangat mencintai putra angkat anda tuan Adam "


" Saya tidak pernah mengangkat siapapun sebagai putra saya . Gema benar benar putra saya walau tidak ada darah saya yang mengalir di nadinya . Cinta tak butuh darah untuk pembuktian . Anda lebih tahu hal itu daripada saya "

__ADS_1


John tersentak mendengarnya , tapi pria parubaya itu mencoba untuk bersikap biasa untuk menutupi kegugupannya . Dia tak ingin pembahasan ini terdengar oleh siapa pun . Belasan tahun ia menyimpan itu untuk dirinya sendiri .


" Tenanglah tuan John , saya sangat mengerti keadaan anda . Saya juga tidak suka mengulik masa lalu orang lain karena saya pun tidak suka jika orang lain mengusik saya "


" Terima kasih , saya tenang putri saya ada di tengah tengah keluarga anda "


" Dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami , sudah menjadi kewajiban kami untuk menjaganya "


John menghela nafas lega walau sebenarnya masih ada satu masalah yang menjadi ganjalan di hatinya . Setelah berbasa basi mereka kemudian berbicara serius tentang proyek mereka yang masih berjalan .


Sementara dua sahabat yang lama tidak bertemu itu terlihat saling bergurau , tawa menghiasi percakapan mereka .


" Sekitar empat bulan lagi Gema sudah punya adik , keluargamu sempurna Div "


" lya dan aku bersyukur ditemukan dengan pria sebaik dia . Mas Adam sangat menyayangi kami "


" Bagaimana dengan Gilang , kau pernah bertemu dengannya ??! "


" Tidak ... dan aku tidak ingin berurusan dengannya lagi . Biarlah menjadi masa lalu , kudengar dia sedang merintis usaha bersama keluarganya . Suamiku bisa dengan mudah menghancurkan dia tapi sepertinya Mas Adam tidak mau melakukannya , dia tak mau hal itu berpengaruh pada psikis Gema kelak . Dua ayahnya bermusuhan .. itu buruk untuk pertumbuhan mentalnya "


" Tapi dari yang kudengar keluarga Adipraja itu mengerikan "


Diva tertawa mendengarnya , rumor diluar memang membuat keluarganya seperti mafia yang tak kenal ampun . Padahal.dia merasa tak pernah menemukan keluarga sehangat dan seramah keluarga Adipraja .

__ADS_1


Disana dia merasa sangat di sayangi dan di hargai , bahkan putranya yang tidak berhubungan darah dengan keluarga Adipraja pun sekarang menyandang nama keluarga itu di belakang namanya .


Keluarga adalah segalanya , itu yang selalu dikatakan sang suami padanya .


__ADS_2