FOR 365

FOR 365
123


__ADS_3

Astika terkejut ketika melihat John Effendy sudah ada di depan kamar hotelnya pagi ini . Padahal dia tahu Daddynya sangat sibuk di perusahaan karena suaminya sedang pergi ke Belanda .


" Daddy ... "


" Selamat pagi sayang , maaf jika kedatangan Daddy mengejutkanmu . Boleh Daddy masuk ? "


" Tentu saja ... ayo Dad "


John Effendi segera duduk di sofa yang berada ditengah ruangan itu . Sedang Astika menelpon layanan resto agar mengantar kopi dan beberapa kue . Asti tahu kebiasaan Daddynya yang selalu menyempatkan diri minum kopi dengan ditemani beberapa cemilan .


" Terima kasih sayang ... kau masih hafal kebiasaanku "


" Aku putrimu Dad , aku tahu semua tentang dirimu ... " sahut Astika dengan wajah penuh senyum ke arah Daddynya .


" Ada keperluan apa hingga Daddy tiba tiba sepagi ini sudah berada di tempat ini ?! "


" Daddy dan Dewa semalam harus menyelesaikan suatu masalah . Masalah itu sebenarnya bukan masalah besar untuk Daddy tapi dampak dari masalah itu bisa mempengaruhi kredibilitas dan nama baik perusahaan . Nama besar Effendi sedang di pertaruhkan ! Untung Dewa membantu Daddy hingga semua urusan terasa menjadi lebih mudah "


Astika memasang wajah murung dan sedih , telinganya panas jika Daddynya terus menerus memuja pria yang sangat ia benci tapi juga sekaligus ia kagumi .


" Dan menantu Daddy itu menempatkan aku di sebuah hotel ketika aku sedang berkunjung dirumahnya . Dia membenciku Dad "

__ADS_1


John terlihat bangkit dan duduk disamping putrinya . Diusapnya pelan pundak putrinya dengan kasih sayang .


" Kau sudah menjadi kebanggaan Daddy sejak kau masih kecil sayang , kau putri kebanggaan Daddy !! "


" Ada apa ini !? "


Astika merasa aneh ketika bisa melihat raut kesedihan di wajah Daddynya .


" Daddy hanya ingin bercerita sesuatu padamu . Sebenarnya sudah seharusnya kau tahu hal ini sejak dulu , hal yang sudah Daddy kubur puluhan tahun yang lalu "


" Daddy menyimpan rahasia !? "


" Aku ?? Daddy menyimpan rahasia tentang aku ? "


" Dulu ketika Daddy masih muda Daddy sering melakukan hal hal yang bertentangan dengan keinginan orang tua . Daddy selalu ingin melakukan semua hal atas dasar keinginan diri sendiri . Waktu itu Grandpa menjodohkan Daddy dengan putri dari relasi sekaligus teman masa kecilnya . Dan tentu saja Daddy menentang keras perjodohan itu "


" Apa itu Bunda !? " tanya Astika yang langsung mendapat jawaban gelengan kepala dari Daddynya .


" Malam itu Daddy sedikit frustasi hingga minum beberapa gelas wine . Beberapa gelas wine tidak akan mampu membuat Daddy mabuk , tapi waktu itu Daddy terlalu kalut ketika mendengar di bulan berikutnya mau tidak mau Daddy harus menikah dengan putri relasi Grandpa . Daddy terlalu kencang membawa mobil hingga tanpa sengaja Daddy menabrak sebuah motor "


John Effendy tampak menghela nafasnya , sepertinya cerita selanjutnya akan berat untuk diceritakan .

__ADS_1


" Pria itu meninggal ditempat kejadian . Ternyata pria itu adalah tulang punggung keluarga hingga Grandpa memutuskan untuk menanggung semua biaya hidup keluarga pria itu . Tapi yang terjadi kemudian di luar dugaan kami . lstri dari pria itu memintaku untuk bertanggung jawab padanya . Dia memintaku untuk menikahinya agar aku bertanggung jawab pada anak dalam kandungannya . Dia ingin jaminan hidup untuk putrinya "


" Daddy minum.kopimu dulu ... " kata Astika ketika layanan resto sudah datang ke kamarnya .


" Boleh Daddy selesaikan cerita ini dulu !!? "


" Tentu saja Dad " jawab Asti kembali duduk di sisi Daddynya .


" Grandpa tidak setuju , bahkan dia sudah tanda tangan hitam diatas putih jika akan menanggung kebutuhan keluarga itu selama dibutuhkan tapi tidak untuk sebuah pernikahan . Mereka mengancam menjebloskan Daddy ke penjara dengan tuduhan kelalaian yang menyebabkan kematian seseorang . And its working ! Grandpa tidak mau nama keluarganya tercoreng dengan Daddy masuk ke hotel prodeo itu . Aku akhirnya menikahinya , tapi pernikahan kami hanya pernikahan siri .... "


Astika yang sedikitnya tahu tentang siapa yang sedang di ceritakan oleh Daddynya menjadi bungkam seribu bahasa . Rasanya seperti tertimpa batu besar ketika mengetahui kebenaran bahwa dia bukan putri kandung Daddynya .


" Kami hanya menikah diatas surat perjanjian . Aku tidak serumah dengannya , aku juga tidak pernah menyentuhnya seujung kuku pun . Aku menghormatinya sebagai wanita terhormat . Kurang lebih setahun setelah peristiwa itu aku menikah resmi dengan wanita yang memang sudah dijodohkan denganku . Awalnya aku membencinya ! Secara tidak langsung dialah yang membuatku mencelakai hingga menewaskan orang . Tapi lama lama dia mampu membuatku jatuh cinta hingga akhirnya dia mengandung buah cinta kami . Anak itu adalah adikmu .. Jasmine "


" Apakah Itu artinya Jeje bukan adik kandungku Dad ? "


" Daddy membesarkan kalian dengan kasih sayang yang sama . Tapi bundamu terus menuntutku agar bisa menikahinya secara resmi . Bunda takut jika sudah mempunyai Jasmine maka Daddy akan menelantarkan kamu . Bunda terus saja meneror Mommy tanpa sepengetahuanku dan itu menjadi pukulan tersendiri untuk Mommy kalian , hingga akhirnya Mommy pergi untuk selamanya . Setelah itu untuk kebaikan kalian berdua akhirnya Daddy terpaksa memutuskan menikahi bunda agar bisa merawat kalian berdua . Tapi syarat dari Bunda ternyata terlalu berat , dia ingin Daddy menyingkirkan Jasmine ke Belanda ikut Grandpa . Dan kau tahu pasti apa jawaban Daddy ... "


" Daddy tak mungkin hidup tanpa Jasmine ... tanpa kami berdua " kata Astika dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya .


Astika tak menyangka akan sepelik ini kisah masa lalunya . Kebencian yang dia pupuk sejak kecil ternyata tidak beralasan . Daddynya ternyata mempunyai alasan yang kuat kenapa harus mengirim ibu kandungnya ke dalam rumah sakit jiwa .

__ADS_1


__ADS_2