
Dan semua merasa bahagia ketika putra pertama dari bungsu Adipraja telah lahir . Bayi laki laki itu lahir dengan proses normal tanpa sedikitpun hambatan .
Dan saat ini Dewa terlihat sedang menggendong putranya setelah tadi sempat mengadzaninya terlebih dahulu .
" Cucuku sangat tampan , kalian akan memberinya nama siapa ? " tanya lbu Sri sambil mengecup pipi chubby cucu laki lakinya .
" Jeronimo Keane Adipraja " jawab Dewa sambil tersenyum ke arah istrinya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit .
" Waaahhh namamu bagus sekali sayang , dan nenek akan memanggilmu Jero "
" Ya itu nama yang bagus " kata John yang meminta bayi gembul itu ke dalam gendongannya .
Mereka semua terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan anggota baru di keluarga kecil mereka .
" Boleh aku menggendong keponakanku !? "
Suara seorang wanita terdengar dari arah pintu , dan mereka melihat seorang wanita dengan wajah sembab berdiri di sana . John langsung menyerahkan cucunya pada putrinya karena dia melihat Dewa melangkah mendekat pada putri sulungnya .
" Jangan pernah berani sekalipun menyentuh putraku !!! Aku tak akan segan jika kau berani mendekat pada istri dan anakku ... "
Astika berdiri dengan wajah menunduk , dia menyadari kesalahannya selama ini yang dengan bodohnya membenci putri dari pria yang telah memungutnya . Dia hanya dipungut karena rasa belas kasihan dari John Effendy .
" D ... biarkan Kak Asti masuk . Dia hanya ingin melihatku dan Jero " lirih Jasmine yang melihat kesedihan di raut wajah Astika .
John Effendy menepuk bahu Dewa kemudian berjalan menghampiri putri sulungnya .
__ADS_1
" Ayo kita lihat adikmu sayang "
Astika tampak menghapus air matanya ketika John merengkuhnya untuk mendekati Jasmine . Dan lbu Sri langsung mendekati putranya yang menatap nanar wanita yang berkali kali ingin merusak rumah tangganya itu .
" Hai Je ... "
" Lhohh Reyhan mana Kak ?? Tadi kalau enggak salah Daddy bilang Rey sudah pulang dari Belanda . Ya kan Dad ? "
" Dia datang kesini hanya untuk satu urusan , dan dia sudah menyelesaikannya . Apa kau baik baik saja ?! "
" Tentu saja Kak , aku doakan Kakak juga cepat menyusulku agar bisa cepat dapat baby yang cantik . Jadi Daddy punya cucu yang tampan dan cantik "
Astika tertunduk lesu , dan air mata tak terasa jatuh di kedua pipinya . Jasmine yang belum mengetahui perpisahan Astika dan Reyhan menjadi sangat bersalah . Dia mengira kakaknya sedih karena belum di beri momongan .
" Hei .. jangan sedih Kak , aku doakan Kakak dan Reyhan cepat memiliki baby seperti kami !! "
" Apa ... tidak mungkin ! Reyhan amat sangat mencintaimu dan sangat tidak mungkin dia meninggalkanmu !! "
" Kakak yang salah , maaf karena selama ini aku tidak bisa menghargai cinta yang kalian berikan padaku ! Maaf karena semua kebaikan kalian ku artikan sebagai sebuah kejahatan . Kau pasti juga tahu Kakak bukan orang yang baik tapi kau tetap menghargai ku sebagai saudaramu ... maaf "
Jasmine mencoba bangkit dan memeluk wanita yang sejak kecil sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya itu .
" Kau tetap Kakakku .. "
" Maafkan Kakak ya Je .... "
__ADS_1
" Tidak ada yang sempurna di dunia ini , aku pun tak sempurna . Kita akan bersama sama untuk menjadi orang yang lebih baik ke depannya "
" Sudah aku bilang tunggu aku kalau ingin datang kesini , kenapa kau malah datang duluan !!? "
Suara seorang pria membuat semua orang menengok ke arah pintu . Reyhan terlihat berjalan ke arah mereka .
" Kak Rey ... " lirih Jasmine dengan pandangan yang terlihat heran .
" Jangan melihatku seperti itu Je , kau seperti melihat hantu . Aku tak seburuk itu kan ? "
Pria itu memeluk Dewa dan mantan mertuanya , kemudian duduk bersisian dengan Astika di pinggir ranjang Jasmine .
" Apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi bagian dari keluarga ini , hanya jika di ijinkan ... " katanya sambil tersenyum pada Astika yang tertunduk .
John Effendy mendekati putri sulungnya dan menepuk pundaknya pelan .
" Tentu saja kita akan tetap menjadi satu keluarga "
" Hei jangan menunduk terus , mukamu jelek kalau terus terusan menangis seperti itu . Dulu kita adalah sahabat dan seterusnya akan tetap seperti itu " goda Reyhan pada mantan istrinya .
" Aku tidak menangis , banyak pria yang akan mengantri di depanku . Tidak usah khawatir "
Reyhan tergelak mendengarnya , hatinya lega setidaknya Astika bisa cepat move on darinya . Memang tidak akan mudah bagi mereka tapi jalan inilah yang terbaik yang harus ditempuh keduanya .
Agar bisa saling instrospeksi diri dan berubah menjadi lebih baik kedepannya . Mereka akan tetap berhubungan baik walau hubungan mereka hanya sebatas teman .
__ADS_1
" Kapan kau kembali ke Belanda Rey ?! " tanya John pada mantan menantunya .
" Secepatnya setelah kami selesai mengurus surat perceraian kami "