FOR 365

FOR 365
127


__ADS_3

Dan semua merasa bahagia ketika putra pertama dari bungsu Adipraja telah lahir . Bayi laki laki itu lahir dengan proses normal tanpa sedikitpun hambatan .


Dan saat ini Dewa terlihat sedang menggendong putranya setelah tadi sempat mengadzaninya terlebih dahulu .


" Cucuku sangat tampan , kalian akan memberinya nama siapa ? " tanya lbu Sri sambil mengecup pipi chubby cucu laki lakinya .


" Jeronimo Keane Adipraja " jawab Dewa sambil tersenyum ke arah istrinya yang masih berbaring di ranjang rumah sakit .


" Waaahhh namamu bagus sekali sayang , dan nenek akan memanggilmu Jero "


" Ya itu nama yang bagus " kata John yang meminta bayi gembul itu ke dalam gendongannya .


Mereka semua terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan anggota baru di keluarga kecil mereka .


" Boleh aku menggendong keponakanku !? "


Suara seorang wanita terdengar dari arah pintu , dan mereka melihat seorang wanita dengan wajah sembab berdiri di sana . John langsung menyerahkan cucunya pada putrinya karena dia melihat Dewa melangkah mendekat pada putri sulungnya .


" Jangan pernah berani sekalipun menyentuh putraku !!! Aku tak akan segan jika kau berani mendekat pada istri dan anakku ... "


Astika berdiri dengan wajah menunduk , dia menyadari kesalahannya selama ini yang dengan bodohnya membenci putri dari pria yang telah memungutnya . Dia hanya dipungut karena rasa belas kasihan dari John Effendy .


" D ... biarkan Kak Asti masuk . Dia hanya ingin melihatku dan Jero " lirih Jasmine yang melihat kesedihan di raut wajah Astika .


John Effendy menepuk bahu Dewa kemudian berjalan menghampiri putri sulungnya .

__ADS_1


" Ayo kita lihat adikmu sayang "


Astika tampak menghapus air matanya ketika John merengkuhnya untuk mendekati Jasmine . Dan lbu Sri langsung mendekati putranya yang menatap nanar wanita yang berkali kali ingin merusak rumah tangganya itu .


" Hai Je ... "


" Lhohh Reyhan mana Kak ?? Tadi kalau enggak salah Daddy bilang Rey sudah pulang dari Belanda . Ya kan Dad ? "


" Dia datang kesini hanya untuk satu urusan , dan dia sudah menyelesaikannya . Apa kau baik baik saja ?! "


" Tentu saja Kak , aku doakan Kakak juga cepat menyusulku agar bisa cepat dapat baby yang cantik . Jadi Daddy punya cucu yang tampan dan cantik "


Astika tertunduk lesu , dan air mata tak terasa jatuh di kedua pipinya . Jasmine yang belum mengetahui perpisahan Astika dan Reyhan menjadi sangat bersalah . Dia mengira kakaknya sedih karena belum di beri momongan .


" Hei .. jangan sedih Kak , aku doakan Kakak dan Reyhan cepat memiliki baby seperti kami !! "


" Apa ... tidak mungkin ! Reyhan amat sangat mencintaimu dan sangat tidak mungkin dia meninggalkanmu !! "


" Kakak yang salah , maaf karena selama ini aku tidak bisa menghargai cinta yang kalian berikan padaku ! Maaf karena semua kebaikan kalian ku artikan sebagai sebuah kejahatan . Kau pasti juga tahu Kakak bukan orang yang baik tapi kau tetap menghargai ku sebagai saudaramu ... maaf "


Jasmine mencoba bangkit dan memeluk wanita yang sejak kecil sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya itu .


" Kau tetap Kakakku .. "


" Maafkan Kakak ya Je .... "

__ADS_1


" Tidak ada yang sempurna di dunia ini , aku pun tak sempurna . Kita akan bersama sama untuk menjadi orang yang lebih baik ke depannya "


" Sudah aku bilang tunggu aku kalau ingin datang kesini , kenapa kau malah datang duluan !!? "


Suara seorang pria membuat semua orang menengok ke arah pintu . Reyhan terlihat berjalan ke arah mereka .


" Kak Rey ... " lirih Jasmine dengan pandangan yang terlihat heran .


" Jangan melihatku seperti itu Je , kau seperti melihat hantu . Aku tak seburuk itu kan ? "


Pria itu memeluk Dewa dan mantan mertuanya , kemudian duduk bersisian dengan Astika di pinggir ranjang Jasmine .


" Apapun yang terjadi aku akan tetap menjadi bagian dari keluarga ini , hanya jika di ijinkan ... " katanya sambil tersenyum pada Astika yang tertunduk .


John Effendy mendekati putri sulungnya dan menepuk pundaknya pelan .


" Tentu saja kita akan tetap menjadi satu keluarga "


" Hei jangan menunduk terus , mukamu jelek kalau terus terusan menangis seperti itu . Dulu kita adalah sahabat dan seterusnya akan tetap seperti itu " goda Reyhan pada mantan istrinya .


" Aku tidak menangis , banyak pria yang akan mengantri di depanku . Tidak usah khawatir "


Reyhan tergelak mendengarnya , hatinya lega setidaknya Astika bisa cepat move on darinya . Memang tidak akan mudah bagi mereka tapi jalan inilah yang terbaik yang harus ditempuh keduanya .


Agar bisa saling instrospeksi diri dan berubah menjadi lebih baik kedepannya . Mereka akan tetap berhubungan baik walau hubungan mereka hanya sebatas teman .

__ADS_1


" Kapan kau kembali ke Belanda Rey ?! " tanya John pada mantan menantunya .


" Secepatnya setelah kami selesai mengurus surat perceraian kami "


__ADS_2