
" By kamu sudah siapin semua untuk Anna kan ? Kemarin kemarin aku juga sudah hubungi Kak Zahid agar menyiapkan apartemenku untuk dia "
" Sudah ... sesuai dengan yang dia minta , aku sudah pilihkan fakultas psikologi sosial terbaik untuknya . Bagaimana dengan Kak Abbio dan Kak Zahid , kapan mereka sampai ? Katanya mau datang kesini hari ini "
" Sore ini jika tak ada halangan mereka tiba di Jakarta , kenapa ?! " Vio bertanya karena sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan suaminya .
" Nggak bisa aku bayangin kalau dua kakakmu itu tahu Daddy mau merid lagi "
" Kami sayang sama Daddy , aku rasa mereka tidak akan keberatan . Aku percaya Daddy bisa memilih yang terbaik untuk dirinya sendiri "
" Bagaimana dengan Anna ?! Lusa dia harus ikut ke Dubay bersama dua kakakmu . Dia harus menyiapkan mentalnya untuk hidup mandiri "
" Kalau cuma hal itu aku rasa dia sudah sangat siap . Anna menolak uang saku yang akan kita kirim tiap bulan untuk hidupnya . Dia malah meminta untuk di carikan pekerjaan part time agar bisa membiayai hidupnya sendiri . Dan Kak Zahid sudah menghandle nya , katanya Anna akan ditempatkan di kafe salah satu temannya "
Setelah selesai berpakaian dan mengenakan dasi dengan bantuan istrinya , perlahan Sono mendorong kursi roda milik istrinya menuju ruang makan . Sono sengaja membangun tangga khusus untuk memudahkan istrinya pergi kemanapun di setiap sudut rumah ini .
" By ... "
" Ya Nona ?? "
" Kapan jadwal aku terapi lagi ?! "
__ADS_1
" Lusa , tidak usah terburu buru sayang ! Cepat atau lambat kamu pasti bisa berjalan lagi . Dokter mengatakan kondisi kakimu memungkinkan untuk berjalan normal lagi . Tapi semua butuh waktu dan perjuangan "
Sampai di ruang makan mereka melihat Anna sedang mendorong Dara menggunakan strollernya . Setiap pagi Anna membiasakan Dara untuk menghirup udara segar di pagi hari sekalian berjemur di bawah matahari pagi untuk mendapatkan vitamin D .
Gadis itu merawat Dara seperti ia merawat putrinya sendiri hingga kadang Vio berat untuk melepaskan Anna sebagai pengasuh putrinya .
" Anna kemarilah , kita makan sama sama dulu . Dara pasti masih berkeringat karena habis berjemur jadi nanti saja dia mandinya "
" Terima kasih Nyonya tapi saya ingin mengganti bajunya dulu , Dara rewel kalau badannya basah karena keringat "
Tapi Vio dan Sono menaruh sendok mereka bersamaan ketika melihat dua orang parubaya datang dari arah pintu rumahnya . Sono langsung berdiri ketika tahu salah satu nyonya besar Adipraja datang mengunjunginya .
" Hai nak maaf kami pagi pagi begini berkunjung ke rumahmu . Dia yang memintaku untuk sekalian mampir kesini , Sri ingin bertemu dengan istrimu dan sekaligus melihat Dara . Sebelum kami melihat rumah yang aku beli kemarin diperkampungan di belakang perumahan kalian ini "
" Rumah ?? "
" Setelah menikah aku ingin tinggal bersamanya , apa itu aneh ?! "
" Di perkampungan !? Bagaimana dengan pekerjaan pekerjaan Daddy ? Suasana di perkampungan sepertinya tidak aman "
Gaffar tertawa mendengar kekhawatiran menantunya ketika dia menyatakan ingin hidup di kampung .
__ADS_1
" Dulu Daddy hidup di kampung , dan disanalah tempat ternyaman yang pernah Daddy rasakan . Tak perlu bodyguard untuk penjagaan karena disana semua orang saling menjaga . Disana semua orang adalah satu keluarga "
" Tidak apa apa , kalau Daddy disana berarti aku bisa tiap hari berkunjung By , ya kan Tante ?? " sahut Vio yang masih duduk di samping Bu Sri , wanita itu tampak tersenyum padanya .
" Panggil dia Mommy sayang "
" lbu ... panggil aku seperti putra putraku memanggilku "
" Ehh .. Ibu.. maaf "
Bu Sri memeluk Violetta dan mengecup pucuk kepala ibu muda itu .
" Tidak apa apa , pelan pelan saja sayang . lbu tahu ini terlalu cepat untuk kalian . Maaf jika kami memutuskan secepat ini " kata Bu Sri mengelus bahu Violetta .
" Bukan kamu , tapi aku yang mengambil keputusan ini Sri "
" Apapun itu , Aku tidak setuju dengan semua ini ... Dia tidak.pantas menggantikan Mommy !!! "
Bu Sri.langsung meraih tangan Gaffar Al Shamma ketika melihat pria itu langsung berdiri dengan tangan terkepal .
" Sudah ... " lirihnya mencoba menenangkan .
__ADS_1