
" Tidakkah kau tahu bahwa wanita itu menjadi seperti itu karena dirimu , lima belas tahun dia lalui di tempat itu "
Jasmine menghela nafas ketika mendapat sebuah pesan lagi dari nomor yang selalu saja mengganggunya akhir akhir ini . Ingin sekali dia berbicara pada suaminya tentang hal ini tapi orang itu sepertinya ada di manapun ia berada .
Orang itu sudah mengancamnya agar tidak mengatakan ini pada siapapun atau akan berimbas buruk pada orang yang ada di gambar yang ia kirimkan jika ia berani membuka mulutnya tentang hal ini .
" Sayang ... "
" Ehh D ... " dengan sedikit gugup Jasmine meletakkan ponselnya setelah menghapus semua pesan dari orang itu .
Jasmine menghampiri suaminya , seperti biasanya Dewa akan duduk memangkunya sepulang kerja di sofa ruang tamu .
" Kau sedikit gugup sayang , ada yang mengganggu pikiranmu !? "
" Nanti malam Reyhan dan Kak.Astika mengundang kita makan malam di hotel . Lusa mereka pulang ke Bali soalnya Rey tidak bisa terlalu lama meninggalkan perusahaan "
" Hanya itu !? "
" Ehmm aku belum beli baju untuk pergi ke sana D ! Tadi aku dan Mbak lnah seharian mempersiapkan barbeque daging dan sosis kesukaan kamu ... ehh malah batal , enggak mungkin aku nolak ajakan mereka kan "
" Kenapa tidak di ajak makan ke sini sekalian ? Kan bisa bikin barbeque sama sama ... lebih rame "
__ADS_1
" Ckk udah terlanjur bilang kita akan kesana D mereka pasti udah reservasi tempatnya "
" Ya sudah kita mampir ke butik sekalian nanti pas berangkatnya "
Jasmine bersorak senang seperti seorang anak yang mendapatkan sekotak permen , saking senangnya ia malah sempat menggigit cuping telinga suaminya .
" Aww sayang .... kok nggigit sih "
" Gemes sama kamu !! "
Setelah membersihkan diri mereka bersiap siap berangkat ke hotel tempat Reyhan dan Astika menginap , sengaja berangkat lebih awal karena Jasmine ingin lebih dulu pergi ke butik untuk memilih baju .
Beberapa saat kemudian dia telah menemukan pilihan yaitu gaun berwarna putih dengan aksen pita di depannya . Gaun yang pasti akan sangat manis saat ia kenakan .
Jasmine ke ruang fitting untuk mencoba baju yang ia pilih tadi . Seorang pelayan toko sengaja di minta Jasmine untuk mengikutinya karena ia juga memilih beberapa baju berjaga jaga jika pilihan pertama tidak cocok maka ia bisa memakai pilihan lainnya tanpa membuang waktu .
Seorang wanita tidak sengaja menabrak dirinya ketika mereka berpapasan di ruang fitting . Wanita itu dengan sopan meminta maaf pada Jasmine dan pergi setelahnya .
" Anda tidak apa apa ?! "
Seorang pria menolongnya untuk berdiri , tapi Jasmine menolaknya dengan halus . Dia tahu benar sang suami adalah pria posesif yang tak suka miliknya tersentuh orang lain .
__ADS_1
" Terima kasih tapi saya sungguh tidak apa apa "
Pria itu sepertinya tahu Jasmine tidak mau disentuh olehnya . Tapi cara penolakannya yang halus membuat dia tidak tersinggung .
" Maaf saya tidak bermaksud kurang ajar pada anda . Saya Josh , jika tidak berkeberatan apakah saya boleh tahu siapa nama anda ?? "
" Saya Jasmine dan suami saya sedang menunggu di ruang depan . Maaf saya tidak punya waktu banyak karena setelah ini kami harus pergi "
" Silahkan , saya sepertinya juga harus pergi . Sebelum pergi boleh kita berjabat tangan ?? "
" Maaf , saya rasa tidak perlu . Tapi senang berkenalan dengan anda "
Jasmine bernafas lega ketika melihat pria yang bernama Josh itu pergi dari hadapannya . Sebenarnya dia tak habis pikir bagaimana bisa pria yang cukup tampan dengan setelan jas lengkap itu bisa ada di depan ruang fitting wanita . Tapi ia berpikir positif mungkin pria itu sedang mengantar istri atau adik perempuannya .
Tak berapa lama dia selesai dan kembali pada suaminya di ruang depan butik .
" D ... bagaimana !? "
" Georgeous !! Kau selalu menakjubkan sayang ... sudah ?? "
Jasmine mengangguk dan mereka segera ke arah kasir untuk membayar baju itu . Setelah selesai mereka segera pergi menuju hotel . Tanpa mereka tahu seseorang sedang menyunggingkan senyumnya di pintu keluar butik itu .
__ADS_1