
" Son siang ini biar aku sendiri saja yang datang ke meeting di hotel sebelah , kamu juga sepertinya juga belum fit benar . Kalau memang sudah capek kamu pulang nggak apa apa " kata Dewa pada Sono yang saat ini masih duduk di kantornya .
" Hotel sebelah ?? Kita ada meeting sama GG Group ?? "
Tak salah jika Sono menanyakan hal itu karena yang ia tahu Violetta dan teamnya tinggal di hotel yang letaknya tidak jauh dari gedung perkantoran Adipraja itu .
" Bukan , klien Kak Adam sebenarnya . Dia minta tolong aku menemuinya karena Kak Adam nggak bisa datang kesini . Kak Diva lagi nggak mau ditinggal soalnya baby Ava lagi rewel habis di imunisasi katanya "
" Haa ... memang bisa begitu ??! "
Sono tak habis pikir dengan para pria Adipraja itu . Sebengis bengisnya mereka , tapi semua sangat mengutamakan istri dan keluarganya tanpa terkecuali atau apapun alasannya .
" Ya mana aku tahu , mungkin suatu saat jika kita punya anak kita akan merasakan itu juga "
" Doakan saja Bos ... "
" Untuk ?? "
" Ya supaya aku cepat punya anak , apalagi !! "
" Yang tertembak lenganmu tapi kenapa otakmu jadi geser !!? "
" Apa yang salah ?? Malam itu aku tidak menggunakan pengaman jadi bisa saja kecebongku ada yang berhasil menembus pagar pembatas "
" Emang nggak waras kamu !! "
__ADS_1
Dewa hanya menggeleng gelengkan kepalanya , sepertinya sejak mengenal cinta otak sekretarisnya ini menjadi sedikit tidak waras .
" Aku ikut ke sana , siapa tahu aku dapat bertemu dengannya "
" Bukan sama Vio , bisa bisa kamu ketemu sama pawangnya . Uncle Gaffar juga nginep disana "
" Udah kalau itu sih ! " jawab Sono dengan entengnya .
" Serius Son ?? "
" Empat rius malah !! Kita main catur sampai tiga ronde . Untung dia ngajak main catur coba kalau ngajak tanding golf atau tenis , dipastikan aku tepar duluan . Mana pernah aku main begituan "
" Jadi kamu menang ?? "
" Ya sudah nanti sekitar jam 11 siang kita kesana , sekalian makan siang setelahnya "
" Nyonya muda enggak kesini nganter makan siang Bos ? Tumben .. "
" Lagi sama istri Kak Jerry "
Menjelang siang Dewa dan teamnya pergi ke hotel yang sudah dipersiapkan untuk meeting mereka . Dewa menepuk bahu sahabatnya ketika Sono terlihat seperti mencari seseorang di lobi hotel .
" Langsung ke kamarnya kalau berani , masa iya sih beraninya pas lagi dia mabok doang " ledek Dewa .
" Ckk ... siapa sih yang takut , tapi kan aku nggak ada alasan buat kesana "
__ADS_1
" Banyak alasan , tuh lihat kan di depan " tunjuk Dewa pada sederetan toko roti dan restoran yang ada di seberang jalan .
" Sipp !! Makasih Bos .... "
Sono langsung keluar dari lobi hotel dan mendatangi salah satu toko roti yang ada ditempat itu . Dia membeli beberapa kue yang akan dia jadikan alasan agar bisa melihat gadisnya .
Sono dengan semangat pergi ke lantai dimana kamar Violetta berada . Sampai di depan pintu ia segera menekan bel pintu masuk .
Benar saja , gadis itu kini berdiri di depan pintu dengan tangan bersedekap . Sikap sinisnya tidak berkurang sedikitpun . Gadis itu terlihat cantik dengan hanya mengenakan kaos over size sebatas pahanya , tanpa menggunakan bawahan .
" Hai ... "
" Mau apa kemari ?? Bukankah ini masih jam kerjamu !? "
" Dewa memberiku cuti , tapi kadang aku sempatkan ke perusahaan untuk sekedar membantunya . Aku bawa kue untukmu , sebagai balasan karena kau sudah berbaik hati kemarin menyediakan sarapan untukku "
" Balasan !? Cihh .. aku tidak butuh balasan , bawa pergi kuemu !! " Vio kesal karena ternyata kue yang di bawa Sono hanya sebagai sebuah ' balasan ' .
" Kau tidak mempersilahkan tamu untuk masuk Nona ?! "
" Aku tak ada kepentingan denganmu !!! " sinisnya .
Sono menghela nafasnya , ternyata sangat susah menakhlukkan gadis di depannya . Sono tak akan memaksakan kehendaknya kali ini , kamar ini pasti meninggalkan kenangan pahit untuk gadis didepannya . Ditempat ini dia mengambil semuanya .
Tapi ia tersenyum ketika Vio merebut paper bag ditangannya ketika ia ingin melangkah pergi . Gadis itu melangkah masuk ke dalam dengan pintu yang masih terbuka lebar .
__ADS_1