
Setelah melalui drama panjang akhirnya Vio berhasil membujuk calon suaminya untuk kontrol luka tembaknya ke rumah sakit . Tak lama mereka mendapat panggilan setelah duduk beberapa saat untuk mengantri seperti pasien lain .
" Hai ... ada yang bisa saya bantu ?! "
" Hanya sebuah luka , apa anda pengganti dokter Margaret ? Setahu saya kemarin saya ditangani oleh beliau dan sepertinya kami tidak salah ruangan karena ada namanya di atas pintu " kata Sono karena dokter di depannya jauh lebih muda dan cantik daripada dokter yang menanganinya sebelumnya .
Vio mengeratkan genggaman tangannya ketika tahu Sono sempat menatap dokter cantik di depannya . Dia tidak suka jika Sono menatap wanita lain , apalagi dokter itu sangat cantik .
" Saya Vallery , saya hanya menggantikan beliau hanya sampai siang ini karena beliau ada sedikit kepentingan "
" Calon suami saya terluka di lengan kirinya , seharusnya sudah dari kemarin dia kontrol tapi baru hari ini dia mau datang kesini ! Saya khawatir lukanya akan menjadi infeksi "
Dokter cantik.itu tersenyum melihat Vio yang terlihat begitu posesif dengan menyatakan dirinya sendiri sebagai calon istri pria yang terluka di depannya .
" Suster tolong ambilkan cairan antiseptik "
Dokter cantik itu sedikit terkejut dengan luka yang ada di lengan pasiennya . Dia kemudian melihat berkas riwayat luka pasiennya .
" Anda punya suami yang hobi menembak ternyata sampai terluka begini . Maaf saya tadi belum sempat membaca riwayat luka anda jadi saya pikir ini luka biasa "
" Dokter juga bekerja di rumah sakit lain ?? " tanya Vio karena mendengar logat bicara dokter cantik itu terlihat sedikit berbeda .
__ADS_1
" Dokter Margaret adalah mama saya , saya dan suami tinggal di Beijing , kami baru tiba tadi malam . Kami kesini karena suami saya ingin melihat adiknya di sini . Kemarin kami dengar dia sempat di culik jadi suami saya berkeras ke Jakarta untuk melihatnya "
" Oooo suami saya juga tertembak karena kasus penculikan "
" Sepertinya kita di circle yang sama "
Dan dua wanita cantik itu sama sama tertawa .
Selesai memeriksa luka di lengan Sono Dokter cantik itu kemudian menuliskan resep yang harus diminum agar luka di lengan Sono cepat mengering .
" Terima kasih Dok .. "
Sebelum keluar dari pintu Sono dan Vio masih bisa mendengar ketika dokter cantik itu menerima telepon dari seseorang . Dan satu nama sebenarnya sedikit menggelitik karena sama dengan nama orang yang mereka kenal .
" Erin , kami nanti akan kesana ke apartemen kak Varo sebelum ketemu Dewa "
Keluar dari ruang periksa sikap Vio sedikit berbeda , bibirnya yang terus mengerucut membuat Sono malah tersenyum semakin lebar .
" Seneng ya diperiksa sama dokter yang cantik "
" Rejeki buat hari ini , diperiksa sama dokter yang baik sekaligus cantik "
__ADS_1
" Naksir ?? "
" Aku tidak mau ditembak lagi !! Kau kan dengar kalau tadi Dokter itu sudah punya suami . Lagian di sisiku ada bidadari ngapain aku harus cari yang lain lagi "
" Mau di antar pulang atau mau mampir kemana lagi ? " tanya Sono ketika sudah ada di dalam mobil .
Dia memang masih bisa menyetir sendiri walau lengannya terluka , tadi sempat Vio yang memaksa untuk di belakang kemudi tapi Sono tak mengijinkan dengan alasan Vio belum hafal jalanan ibukota .
" Ke apartemen saja .... "
" Ok , aku antar kamu pulang dulu "
" Bukan apartemenku tapi apartemen kamu , aku belum pernah kau ajak kesana kan !? Salah aku mau datang ke rumah calon suamiku sendiri !? "
Sono tak menjawab tapi ia segera melajukan kuda besinya ke arah apartemennya . Bukannya ia tidak mau Vio datang ke apartemen miliknya , tapi gadis kadang penuh kejutan .
Seperti kemarin ketika ia berkunjung untuk sekedar memberi kue , gadis itu malah sengaja menjebaknya agar sang Daddy menikahkan mereka secepatnya .
Sono tahu ada yang tidak beres dengan kemauan keras gadis itu agar dia segera menikahinya . Tapi dia tetap akan menjalani ini semua karena selain sudah jatuh dalam pesona Violetta , Sono juga harus bertanggung jawab dengan perbuatannya pada calon istrinya .
Dia memang belum sangat mengenal watak dan pribadi gadis itu , tapi perlahan ia akan mencoba memahami semua . Dia yakin cintanya bisa mengatasi semuanya .
__ADS_1