
Paginya Jasmine benar benar menjalankan misinya yaitu tes urine dengan lima alat yang telah dia beli . Setelah menampung urine dalam wadah ia letakkan kelima alat itu bersamaan dan kemudian menunggunya .
Sepuluh menit ia menunggu akhirnya ia melihat hasil dari kelima alat itu . Matanya berkaca kaca ketika melihat hasilnya . Di bawanya hasil test itu keluar , ia sangat antusias untuk memperlihatkannya pada suaminya .
" D !!! "
Jasmine mencari suaminya yang semalam tidak tidur dengannya gara gara masalah berat badannya . Dia berlari memeluk tubuh suaminya yang tertidur dengan bertelanjang dada di karpet ruang tengah .
Dewa tersenyum melihat tubuh sang istri yang sudah ada di atasnya . Pria muda itu menciumi wajah cantik itu bertubi tubi .
" Katanya nggak mau deket deket lagi ... katanya sebel sama suami ... kok peluk peluk sih ? " goda Dewa yang melihat mode manja sang istri .
" Kangen ... "
" Mau olah raga sebentar ? "
" Mau tapi nanti .... aku punya hadiah buat kamu D "
" Kamu itu kado terindah di hidupku sayang , cukup kamu . Aku nggak minta yang lain lagi "
Jasmine terpaku , ternyata suaminya tidak mengharap hal yang lain lagi . Dia berpikir mungkin Dewa tidak pernah mengharapkan seorang bayi ditengah tengah mereka .
" Lho kok diem "
" Enggak tadinya cuma mau kasih ini , tapi kalau kamu tidak mengharapkan ya sudah ... tidak apa apa " Jasmine beranjak dari pelukan suaminya yang masih terbaring di atas karpet .
" Hei kok ngambek lagi sih ... "
Dewa bangkit dan merengkuh tubuh yang hanya mengenakan lingerie transparan warna hijau muda itu . Tangannya melingkar di perut istrinya , dan Dewa menikmati aroma wangi dari rambut istrinya .
" Kamu kenapa selalu menyebalkan D !! "
__ADS_1
" Maaf ... tadi mau kasih kado apa sayang !? "
" Percuma , kamu juga tidak mengharap hal ini kan !? "
Jasmine meletakkan lima test pack itu di atas sofa , ketika tangan Dewa meraih alat alat itu Jasmine beranjak dan pergi ke kamarnya .
" Sayang nanti dulu , ini kan mau di lihat kadonya .... "
" Gerah ... mau mandi " sinis Jasmine sambil melirik suaminya .
Dewa meraih alat itu dan memperhatikannya satu persatu . Awalnya dahinya mengernyit belum mengerti dengan hal di depannya . Tapi ketika menyadari sesuatu ia segera berlari menyusul istrinya ke atas .
" Sayang !!! Tunggu ... !!! "
Tiba di kamar Dewa langsung menghambur memeluk erat istrinya yang baru saja ingin masuk ke kamar mandi . Perlahan dia membalikkan tubuh Jasmine agar berhadapan dengannya .
" Apa ini benar !? " tanya Dewa dengan menunjukkan lima alat tes kehamilan di tangannya .
" Hei lihat aku sayang "
" Enggak mau kamu nyebelin !! "
Dewa terkekeh dan kembali menciumi wajah istrinya dengan gemas . Pantas saja akhir akhir ini manja dan usilnya meningkat berkali kali lipat , ternyata akan ada anggota baru di keluarga mereka .
" Kau tahu kenapa aku tidak pernah menyinggung adanya seorang anak di antara kita ?! Bukan karena aku tidak mengharapkannya , tapi agar hal itu tidak membebani kamu sayang ! Sudah hampir setahun kita menikah dan aku tahu kau sudah sangat mengharapkan bayi seperti yang lain , sama seperti aku . Aku pun sangat mengharapkannya ! Apa kau pikir kabar ini tidak membuat hatiku senang ??! Aku bahagia sayang ... kalian segalanya untukku "
Dewa berjongkok dan menciumi perut istrinya , dia membelai lembut perut itu seakan calon bayi mereka sudah bisa merasakannya .
" Baik baik disana ya sayang , jangan nakal ... jangan bikin susah mamamu ya . Papa pasti akan menjaga kalian "
Jasmine ikut meneteskan sir matanya ketika melihat singa tangguh itu menangis . Dia tahu itu adalah tangis bahagia suaminya .
__ADS_1
" Sayang ... boleh aku tengokin dia !? "
" Siapa ?? "
" Babynya ... "
" Memang bisa D ?? "
" Bisa dong ... sekarang lepas bajunya " kata Dewa sambil terus menciumi perut istrinya .
" Enggak !! Pasti mau modus kan !? "
Tanpa menunggu aba aba dengan tidak sabar Dewa melepas kain segitiga model tali milik istrinya setelah membawa tubuh itu ke pinggir ranjang .
" Sebentar sayang ... udah dari tadi on "
Dewa mulai merebahkan tubuh istrinya dengan mengangkat satu kaki istrinya ke pundaknya . Dan mulai memposisikan miliknya yang sudah tegak menjulang .
" Tapi D , Kak Nayya pernah bilang trisemester pertama nggak boleh itu itu dulu "
" Sebentar ... nggak lama "
" Terus kalau babynya kenapa kenapa bagaimana ?? "
Dewa seketika menghentikan gerakannya , tetap saja otaknya belum bisa bekerja dengan baik .
" Please ... masa pakai sabun lagi sih "
" Tapi janji pelan pelan ya "
" Janji .... "
__ADS_1
Dan pagi itu Dewa memanjakan istrinya dengan sentuhan sentuhan lembutnya . Dia begitu bahagia akhirnya hidupnya lengkap dengan adanya anak dsn istri di sampingnya . Selamanya dia akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kecilnya .