FOR 365

FOR 365
106


__ADS_3

Paginya Jasmine benar benar menjalankan misinya yaitu tes urine dengan lima alat yang telah dia beli . Setelah menampung urine dalam wadah ia letakkan kelima alat itu bersamaan dan kemudian menunggunya .


Sepuluh menit ia menunggu akhirnya ia melihat hasil dari kelima alat itu . Matanya berkaca kaca ketika melihat hasilnya . Di bawanya hasil test itu keluar , ia sangat antusias untuk memperlihatkannya pada suaminya .


" D !!! "


Jasmine mencari suaminya yang semalam tidak tidur dengannya gara gara masalah berat badannya . Dia berlari memeluk tubuh suaminya yang tertidur dengan bertelanjang dada di karpet ruang tengah .


Dewa tersenyum melihat tubuh sang istri yang sudah ada di atasnya . Pria muda itu menciumi wajah cantik itu bertubi tubi .


" Katanya nggak mau deket deket lagi ... katanya sebel sama suami ... kok peluk peluk sih ? " goda Dewa yang melihat mode manja sang istri .


" Kangen ... "


" Mau olah raga sebentar ? "


" Mau tapi nanti .... aku punya hadiah buat kamu D "


" Kamu itu kado terindah di hidupku sayang , cukup kamu . Aku nggak minta yang lain lagi "


Jasmine terpaku , ternyata suaminya tidak mengharap hal yang lain lagi . Dia berpikir mungkin Dewa tidak pernah mengharapkan seorang bayi ditengah tengah mereka .


" Lho kok diem "


" Enggak tadinya cuma mau kasih ini , tapi kalau kamu tidak mengharapkan ya sudah ... tidak apa apa " Jasmine beranjak dari pelukan suaminya yang masih terbaring di atas karpet .


" Hei kok ngambek lagi sih ... "


Dewa bangkit dan merengkuh tubuh yang hanya mengenakan lingerie transparan warna hijau muda itu . Tangannya melingkar di perut istrinya , dan Dewa menikmati aroma wangi dari rambut istrinya .


" Kamu kenapa selalu menyebalkan D !! "

__ADS_1


" Maaf ... tadi mau kasih kado apa sayang !? "


" Percuma , kamu juga tidak mengharap hal ini kan !? "


Jasmine meletakkan lima test pack itu di atas sofa , ketika tangan Dewa meraih alat alat itu Jasmine beranjak dan pergi ke kamarnya .


" Sayang nanti dulu , ini kan mau di lihat kadonya .... "


" Gerah ... mau mandi " sinis Jasmine sambil melirik suaminya .


Dewa meraih alat itu dan memperhatikannya satu persatu . Awalnya dahinya mengernyit belum mengerti dengan hal di depannya . Tapi ketika menyadari sesuatu ia segera berlari menyusul istrinya ke atas .


" Sayang !!! Tunggu ... !!! "


Tiba di kamar Dewa langsung menghambur memeluk erat istrinya yang baru saja ingin masuk ke kamar mandi . Perlahan dia membalikkan tubuh Jasmine agar berhadapan dengannya .


" Apa ini benar !? " tanya Dewa dengan menunjukkan lima alat tes kehamilan di tangannya .


" Hei lihat aku sayang "


" Enggak mau kamu nyebelin !! "


Dewa terkekeh dan kembali menciumi wajah istrinya dengan gemas . Pantas saja akhir akhir ini manja dan usilnya meningkat berkali kali lipat , ternyata akan ada anggota baru di keluarga mereka .


" Kau tahu kenapa aku tidak pernah menyinggung adanya seorang anak di antara kita ?! Bukan karena aku tidak mengharapkannya , tapi agar hal itu tidak membebani kamu sayang ! Sudah hampir setahun kita menikah dan aku tahu kau sudah sangat mengharapkan bayi seperti yang lain , sama seperti aku . Aku pun sangat mengharapkannya ! Apa kau pikir kabar ini tidak membuat hatiku senang ??! Aku bahagia sayang ... kalian segalanya untukku "


Dewa berjongkok dan menciumi perut istrinya , dia membelai lembut perut itu seakan calon bayi mereka sudah bisa merasakannya .


" Baik baik disana ya sayang , jangan nakal ... jangan bikin susah mamamu ya . Papa pasti akan menjaga kalian "


Jasmine ikut meneteskan sir matanya ketika melihat singa tangguh itu menangis . Dia tahu itu adalah tangis bahagia suaminya .

__ADS_1


" Sayang ... boleh aku tengokin dia !? "


" Siapa ?? "


" Babynya ... "


" Memang bisa D ?? "


" Bisa dong ... sekarang lepas bajunya " kata Dewa sambil terus menciumi perut istrinya .


" Enggak !! Pasti mau modus kan !? "


Tanpa menunggu aba aba dengan tidak sabar Dewa melepas kain segitiga model tali milik istrinya setelah membawa tubuh itu ke pinggir ranjang .


" Sebentar sayang ... udah dari tadi on "


Dewa mulai merebahkan tubuh istrinya dengan mengangkat satu kaki istrinya ke pundaknya . Dan mulai memposisikan miliknya yang sudah tegak menjulang .


" Tapi D , Kak Nayya pernah bilang trisemester pertama nggak boleh itu itu dulu "


" Sebentar ... nggak lama "


" Terus kalau babynya kenapa kenapa bagaimana ?? "


Dewa seketika menghentikan gerakannya , tetap saja otaknya belum bisa bekerja dengan baik .


" Please ... masa pakai sabun lagi sih "


" Tapi janji pelan pelan ya "


" Janji .... "

__ADS_1


Dan pagi itu Dewa memanjakan istrinya dengan sentuhan sentuhan lembutnya . Dia begitu bahagia akhirnya hidupnya lengkap dengan adanya anak dsn istri di sampingnya . Selamanya dia akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kecilnya .


__ADS_2