
" Haisshhh .... kalian benar benar ya !!! Dua kali di bikin begini !!! Pertama di London dan sekarang ... !! Ya Tuhan sayang ... adikmu benar benar membuat kepalaku pusing . Kenapa dia jadi mesum sekali . Kau tahu bahkan kakakmu marah marah agar kami cepat cepat datang ke sini ! Dia khawatir kau kenapa napa .... "
Adam dan Jerry hanya tertawa melihat kejadian itu , pagi pagi sekali Bumi meminta mereka untuk segera melihat keadaan Dewa . Awalnya mereka terkejut ketika seorang dokter dan perawat hanya berdiri di luar ruangan .
Adam dan Jerry bahkan memaksa mereka masuk kembali ke kamar Dewa agar sang dokter cepat memeriksa keadaan bungsu mereka . Di saat bersamaan Bumi , Aira juga Bu Sri sudah datang hingga ketujuh orang itu bersama sama masuk ke kamar rawat Dewa .
Sedikit terkejut karena Dewa tak lagi ada di ranjang pasien dan ada sedikit darah di selimut yang semalam di pakai oleh Dewa . Bun Sri bahkan sudah histeris putranya kembali berdarah darah . Dokter meminta mereka tenang , dan ketika tenang malah mereka mendengar suara suara aneh dari dalam kamar mandi .
Sudah telanjur basah , mereka sendiri yang meminta dokter dan perawat untuk kembali masuk ke dalam kamar . Tapi untunglah permainan mereka tidak lama , hingga telinga mereka tidak terlalu parah terkontaminasi suara Dewa dsn Jasmine .
Aira berjalan mendekat ke arah Dewa yang masih berdiri di depan kamar mandi .
" lstrimu masih di dalam ? "
Dewa hanya mengangguk pelan , dia tak bisa membayangkan jika tadi suara suara mereka bisa terdengar semua orang di ruangan ini .
" Lupa bawa baju ? "
Sekali lagi Dewa mengangguk .
__ADS_1
" Bisa bisanya masih sakit mikirin itu sih !! " gerutu Aira yang langsung mengambil baju untuk adik iparnya .
Dan Dewa segera merebahkan tubuhnya kembali di ranjang pasien , dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika dokter dan perawat seperti sedang tertawa geli melihatnya .
" Nggak usah sok inocent gitu Wa , tadi kami menikmati siaran live kamu." celetuk Jerry sambil terbahak .
" Apa sih Kak !! "
" Nggak tahu tempat !! Main celup saja ... " timpal Bumi .
" Nggak beda jauh sama kalian kan !? " kata Adam sambil geleng geleng kepala .
Siangnya Dewa boleh langsung di bawa pulang untuk dirawat di rumah karena memang kondisinya sudah membaik . Untuk sementara waktu Dewa dan Jasmine menginap di mansion Adipraja agar semua bisa memantau kesehatan Dewa .
" Nggak usah deket deket !! " sinis Jasmine memandang sebal suaminya .
Sudah dua kali Jasmine di buat malu karena tingkah suaminya yang sangat mesum . Dua kali mereka kepergok sedang bercinta di kamar mandi !
Dewa hanya terkekeh melihat tingkah istrinya , ia pun sebenarnya juga malu tapi apa boleh buat . Tubuh sang istri adalah candu untuknya , ia tak bisa menolak pesona belahan jiwanya .
__ADS_1
*
Sementara siang itu seorang wanita terlihat berada diruang rawat Sono , penjaga memperbolehkan wanita itu masuk karena mereka tahu dia adalah klien sekaligus putri dari sahabat tuan besar mereka .
Sono terlihat masih memejamkan matanya , kondisinya sempat drop karena semalam terlalu banyak mengeluarkan darah . Tapi dokter mengatakan kondisinya stabil walau harus istirahat total sementara di rumah sakit .
Violetta , wanita yang sekarang ini ada di sisi ranjang Sono . Matanya tak lepas memandang tubuh yang masih lemah itu .
" Hai ... kau disini ?? " lirih Sono yang saat ini sudah membuka matanya .
Vio tak bergeming , matanya terus saja menatap tajam pria yang masih tergolek lemah itu .
" Katakan padaku .... kau tahu maksudku "
Sono menghembuskan nafas panjang , gadis di depannya seperti seorang hakim yang ingin membacakan dakwaan pada dirinya . Sono tahu kemana arah pembicaraan gadis itu .
" Waktu itu ... "
" Aku tidak punya waktu mendengarkan ceritamu . Ya atau tidak .... hanya itu yang aku dengar "
__ADS_1
" Vio ... "
" YA ATAU TIDAK !!!! "