
" Nyonya ingin menggendong Dara lagi ?! "
Anna yang saat itu sedang memberi susu botol pada Dara menyapa Vio yang terlihat datang dari arah pintu dengan menggunakan kursi rodanya .
" Dia sedang minum susu ? "
" lya Nyonya , biasanya setelah kenyang ia akan tertidur . Tapi biasanya Data tidak mau cepat cepat di letakkan di boxnya , saya harus menimangnya sampai.ia benar benar terlelap . Dia sangat manja "
" Daddy pernah bilang dulu aku pun begitu , Mommy harus menimangku saat aku ingin tertidur . Dia mirip aku ... "
" Dia juga cantik sekali , sangat mirip dengan Nyonya "
" Tentu saja ... dia putriku "
Sejenak mereka terdiam , Anna memandang heran pada wanita di kursi roda itu . Yang ia tahu Vio sedang mengalami amnesia , tapi kenapa wanita itu bisa menyebut Anandara adalah putrinya .
" Jangan melihatku seperti itu Anna "
" Tapi Nyonya kan ...."
" Sampai sekarang otakku masih bisa mengingat semuanya . Kau juga seorang wanita , kau pasti tahu alasanku untuk melakukan semua ini . Kadang sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan "
" Tuan Wicak pasti senang jika mengetahui semua ini , dia amat sangat mencintai Nyonya . Setiap pulang kerja yang pasti ia tanyakan pasti keadaan Nyonya Vio "
" Aku mohon ... dia tidak boleh tahu tentang ini . Mungkin kau belum terlalu mengerti tentang apa yang kurasakan padanya , tapi yang aku lakukan punya alasan yang kuat "
Anna meletakkan Dara dalam pangkuan Violetta ketika bayi itu sudah akan tertidur . Anna tahu pasti nyonya mudanya ingin sekali menggendong putri kandungnya .
Dengan lembut Vio membelai putrinya yang saat ini dalam pangkuannya , dikecupnya kening Anandara cukup lama hingga bayi itu bergerak pelan tapi tertidur lebih lelap setelahnya .
" Berapa umurmu ?! "
__ADS_1
" Delapan belas tahun Nyonya "
" Apa kau mau menolongku Anna !? "
" Tentu saja ....saya pasti akan menolong Nyonya sekuat tenaga saya "
Violetta terlihat mencium pipi gembul putrinya sebelum ia meneruskan kata katanya .
" Jadilah ibu dari putriku ... asuhlah dia seperti kau mengasuh putrimu sendiri "
" Saya memang bertugas mengasuhnya Nyonya , jangan khawatir karena saya memang benar benar menyayanginya "
" Maksudku adalah ... menikahlah dengan suamiku "
" Apa !!!!!?? "
" Waktu itu saat kesadaranku kembali aku masih tidak bisa membuka mata ataupun menggerakkan seluruh anggota tubuhku . Aku mendengar dokter dokter yang merawatku bicara . Mereka mengatakan kesembuhan atau kesadaranku adalah fatamorgana , mereka bilang sel kanker dalam otakku tidak akan pernah hilang . Kemungkinan besar cepat atau lambat aku akan drop lagi "
" Aku bertahan karena ingin menemukan pengganti yang pantas untuk suamiku . Aku bertahan karena ingin mencari ibu yang baik untuk putriku . Aku berpura pura selama ini agar perlahan dia bisa melupakan aku , terbiasa dengan ketidakhadiranku di sisinya . Kau mau kan menjadi istri suamiku . Kau tidak akan meninggalkan Anandara kan !? "
" Ya Tuhan Nyonya ... kenapa menjadi seperti ini ? Saya tidak bisa melakukan semua yang nyonya minta . Saya berjanji akan merawat Anandara tapi bukan sebagai ibunya . Nyonya sangat tahu Tuan Wicaksono tidak akan pernah bisa mencintai wanita lain selain nyonya Violetta "
" Jadi buatlah dia mencintaimu .... "
" Nyonya ..."
" Aku mohon . Aku akan membantumu "
" Tapi saya tidak mencintai tuan Wicaksono Nyonya "
" Cinta akan datang dengan sendirinya jika kalian sering bersama . Kau pasti tak percaya hanya butuh waktu semalam agar kami bisa saling mencintai "
__ADS_1
" Sepertinya tidak mungkin ... "
" Tapi itu adalah kenyataannya , sebuah kecelakaan kecil membuat hidup kami terikat kuat seperti ini "
" Tapi saya takut ... saya belum siap untuk menikah "
" Aku percaya kau tidak akan melanggar janji pada wanita sekarat seperti aku "
Anna menunduk , tak ia pungkiri ia sudah kagum dengan sosok Wicaksono sejak awal pertemuan mereka . Pria itu sangat sederhana , baik dan ramah . Anna juga bisa merasakan jika pria itu adalah pria penyayang . Anna tidak tahu yang ia rasakan cinta atau bukan yang jelas dia sangat mengagumi pria itu .
*
Pulang dari Mall Gaffar diam diam mengikuti mobil mantan tunangannya , ia ingin tahu di mana Ibu Sri tinggal selama ini . Dulu ia sekuat tenaga menahan diri untuk tidak mencari tahu walau ia mampu untuk menemukan wanita masa lalunya itu .
Gaffar yakin Sri telah membangun keluarga sendiri dan dia tidak mau mengganggu keharmonisan rumah tangga mereka . Tapi ternyata ia salah , mereka sama sama ditinggal saat putra putri mereka masih kecil .
Ada sedikit sesal kenapa tidak dari dulu ia mencari wanita itu , setidaknya ia bisa menjadi sahabat saat wanita itu dalam kesusahan .
Tapi matanya mengernyit saat mobil yang dia buntuti masuk ke sebuah mansion super megah yang ia kenal sebagai mansion dari mantan rival sekaligus sahabatnya , Alfian Adipraja .
" Adipraja ... " lirihnya pelan .
Rita Adipraja
Sri Ambarwati
~ Emak kasih visual sesuai request reader , kalau kurang cantik ya cari sendiri yaaa 🤣🤣🤣 soalnya susah cari yang usia empat puluh lebih tapi masih cantik . Sengaja emak hadirkan cinta Sri yang ringan untuk mengimbangi kisah Sono Vio yang akan sedikit bikin darting 🤭🤭. Like vote n comen ya ... terimakasih sudah selalu dukung karya emak 😘😘😘 ~
__ADS_1