
Sementara itu Jasmine hanya bisa geleng geleng kepala ketika dua saudarinya kalap berbelanja dan hunting kuliner .
Apalagi Erin yang dalam masa hamil mudanya ini memang sangat ingin makan makanan khas lndonesia . Dan ini juga yang menjadi alasan Varo mengajaknya pulang ke lndonesia .
" Kak Erin mau makan apa lagi !? " tanya Jasmine yang melihat Erin sudah menghabiskan batagornya . Wanita hamil itu juga baru menghabiskan bakso dan sate Padangnya .
" Udah ... kenyang banget Kakak "
" Memang kalau hamil makannya selalu banyak ya Kak !? "
" Tergantung J , ada juga yang malah nggak doyan makan sampai baby nya lahir . Setiap orang kasusnya berbeda beda "
" Kak Erin nggak eneg itu makan sampai tiga porsi ?! Bakso , sate sama batagor "
" Kenyang sih J ! Tapi enak ... " jawab Erin sambil tertawa renyah .
Setelah puas hunting kuliner mereka berjalan jalan di mall tempat mereka makan tadi . Walau di negara tempat mereka tinggal sekarang juga banyak mall tapi rasanya sangat menyenangkan jika mereka berjalan jalan di lbukota seperti ini . Mereka seperti sedang napak tilas jaman dulu .
Jasmine sedikit mengernyit ketika dia saudarinya itu masuk ke sebuah toko dengan brand yang sama sekali tidak terkenal . Padahal dari yang Jasmine lihat saat ini kedua wanita yang baru di kenalnya semalam itu dari ujung kaki ke ujung kepala semua memakai brand yang sudah mendunia .
Val dan Erin tertawa melihat Jasmine yang terlihat keheranan melihat mereka . Mereka memang sengaja masuk ke toko seperti ini , toko yang menjual baju baju dan pernak pernik dari kain khas lndonesia .
__ADS_1
" Kita mau beli oleh oleh khas lndonesia J , barang barang yang kiranya tidak ada di negara kami . Barang barang ini yang bisa mengobati kangen kami kalau sedang merindukan tanah kelahiran kami "
" Halaahhh ribet banget , ngomong aja nggak punya duit !! Tinggal di Bojongkenyot aja bilang tinggal di luar negeri "
Suara lirih salah seorang pengunjung wanita membuat ketiga wanita cantik itu menoleh . Seorang wanita parubaya dengan tubuh yang penuh digelayuti perhiasan emas sedang memandang sinis mereka .
Erin dan Jasmine spontan tertawa bersamaan ketika melihat penampilan wanita yang berdiri tak jauh dari mereka . Rambut yang di sanggul sasak tinggi , baju motif bunga besar dan tidak ada dari bagian tubuhnya yang tidak mengenakan perhiasan dengan jumlah berlebihan .
" Sssstt ... hormati orang tua " bisik Vallery pada dua saudarinya , dia tidak ingin meladeni wanita itu .
" Habis lucu ... " timpal Jasmine masih tertawa .
Wanita yang sepertinya di jaga oleh satu pria bertubuh besar itu mendekat pada mereka dengan wajah yang tidak bersahabat .
Erin dan Vallery memegang kuat tangan Jasmine yang ingin maju menghadapi wanita itu .
" Nggak usah di ladeni J , sudah ... nanti juga mingkem sendiri " bisik Val .
" Cihh baru belanja habis segitu doang mau bergaya . Kalian lihat tasku ?? lni sepuluh juta dan ini limited edition . lni bisa membeli seribu tas seperti punya kalian " kata wanita tua itu dengan bangganya menenteng tas berharga puluhan juta itu .
" Kami tahu tas itu pasti sangat mahal , sangat terlihat kok ! Maaf jika kami tadi mengganggu acara belanja anda , tapi sepertinya kami harus pergi "
__ADS_1
Sebelum melangkah pergi mereka terhenti oleh suara pria yang memanggil mereka .
" Hei gadis gadis ... kalian sangat cantik "
Seorang pria muda dengan muka pas pasan berdiri tak jauh dari wanita tua tadi .
" Jadilah istri istriku , aku jamin aku bisa membahagiakan kalian . Kekayaan keluarga kami tidak akan habis dimakan tujuh turunan . Aku jamin kalian bahagia ! Ya kan Bu !? "
Ternyata pria bergaya menyebalkan itu adalah putra dari wanita tua tadi .
" Ya Tuhan kenapa saat ini aku jadi sangat merindukan suamiku " keluh Erin yang membuat Val dan Jasmine terkikik .
" Kami sudah punya suami ... Ayo Kak kita pergi saja . Bisa tambah gila kalau kita tetap disini " lantang Jasmine menarik kedua tangan saudarinya agar segera pergi dari tempat itu .
" Lancang kalian , beraninya menolak putraku !! Aku bisa mencari seribu wanita seperti kalian "
Laki.laki bertubuh besar yang dari tadi berdiri disamping wanita tua itu kemudian melangkah maju ingin menghadang langkah ketiga wanita cantik itu .
Tapi belum sampai niatnya kesampaian ada empat orang pria berbaju hitam dan empat pria berbaju putih dengan mata sipit menghalangi langkahnya .
" Nyonya perlu kami bereskan kecoa ini ?! "
__ADS_1
" Excuse me Madam can we get rid of that guy ( permisi nyonya apa kami perlu menyingkirkan pria itu ) ? "