
" Kita ke rumah sakit sekarang , istrimu mau melahirkan Wa !! "
Dan dua pria tampan beda generasi itu hanya tetap berdiri di tempatnya tanpa bergeming sedikitpun . Mereka berdua malah melihat Jasmine yang sedang berjalan wara wiri di depan mereka .
Jasmine ingat dengan kelas kehamilan yang rutin ia ikuti . Jika mengalami gejala awal melahirkan ia tidak boleh panik dan untuk mempermudah persalinan disarankan untuk lebih sering bergerak dengan setidaknya berjalan .
" Ealahhh kok malah jadi patung semua !! "
Ibu Sri mendekati putranya dan menjewer telinganya .
" Awww Bu !! "
" ltu istri kamu mau melahirkan malah pada dipelototin , cepat ambil tas yang ada di kamar ! Dan Mas John siapin mobilnya , kita kerumah sakit sekarang !! "
Sudah jauh jauh hari lbu Sri dan Jasmine sengaja menyiapkan semua keperluan di dalam sebuah tas besar jika suatu saat tiba saat seperti ini.
Dewa langsung melesat ke atas untuk mengambil apa yang di minta oleh ibunya . Dan John juga langsung bergegas keluar menuju ke arah mobilnya .
Dan lbu Sri hanya melongo ketika melihat John Effendy masuk.ke dalam mobilnya kemudian melesat keluar mansion . Tak berapa lama putranya juga terlihat berlari dengan membawa tas kerjanya .
" Ya Allah ... kalian ! "
Dengan nafas tersengal Dewa menyerahkan tas kerjanya pada ibunya kemudian berlari menghampiri istrinya yang kadang masih meringis kesakitan .
" Sayang ... kau tidak apa apa ?? Apanya yang sakit ? Kita berangkat ke rumah sakit sekarang ya sayang ... "
Dan kelembutannya berubah ketika memberi perintah pada para pengawal istrinya .
" Kenapa kalian masih diam saja hahh !!?? Apa mata kalian tidak bisa melihat istriku sedang kesakitan !?? Siapkan mobilnya !!! "
__ADS_1
" Baik tuan ..."
Empat pengawal istrinya segera mengeluarkan empat mobil sekaligus dan Dewa langsung masuk ke salah satu mobil itu . Dan sekali lagi Ibu Sri dibuat melongo ketika empat mobil itu dengan kecepatan penuh keluar dari halaman depan mansion .
Ibu Sri segera berjalan ke arah menantunya yang terlihat speechless karena barusan disuguhi tingkah konyol dua pria yang malah pergi meninggalkannya .
" Tunggu sebentar ya Nak , lbu ke atas sambil tas . Kita ke rumah sakit di antar Pak Yusuf saja "
Pak Yusuf adalah supir yang biasa mengantarkan wanita parubaya itu jika ingin pergi ke suatu tempat .
Sementara itu Dewa seperti kesetanan memarahi supir yang menurutnya sangat lambat menjalankan mobilnya .
" lstriku akan melahirkan , kalian malah seperti siput !! Percepat jalannya !!! "
" Baik Tuan ... tapi "
Sampai di tempat parkir Dewa melihat mobil Daddy John juga sudah ada di sana . Dia bisa melihat pria parubaya itu sedang kebingungan . John Effendy segera menghampiri mobil menantunya dan mengetuk pelan jendelanya .
" Ayo Wa ... bawa Jasmine keruang bersalin , Daddy sudah mendaftar tadi "
" Ok Dad ... "
Tapi dua pria itu seketika langsung terdiam ketika menyadari ada yang salah dengan mereka .
" Sepertinya kau melakukan kesalahan yang sama dengan Daddy Nak .... kita melupakan istrimu "
" ltu artinya istri Dewa masih ada di mansion Dad . Ada lima mobil dan tak satupun yang membawa istriku ... "
Tapi mereka bernafas dengan lega ketika sebuah mobil dengan logo khusus Adipraja memasuki tempat parkir di mana saat ini mereka berada .
__ADS_1
" Sayang .... "
Dua pria itu berlari menghampiri dua wanita yang sedang menatap mereka dengan sinis . Bisa bisanya dua pria itu dengan santainya pergi tanpa mereka .
" Perasaan menantuku yang mau brojol , kenapa malah kalian yang kesetanan pergi ke rumah sakit ? "
Dewa tak menjawabnya karena merasa sangat bersalah , ia kemudian memapah tubuh istrinya untuk masuk ke rumah sakit . Begitupun John Effendy yang hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , sepertinya ini akan menjadi hal terbodoh yang dia alami selama hidupnya .
Dewa menemani istrinya masuk ke ruang periksa , sedang Ibu Sri dan John Effendy menunggunya di luar ruangan .
" Alhamdulilah ibu sudah pembukaan tujuh , sepertinya sebentar lagi babynya akan lahir . Kita tunggu sebentar lagi , dan untuk nyonya Jasmine tolong segera beritahu kami jika anda sudah merasa ingin buang air besar "
" Baik Dok ... "
Di luar ruangan terlihat Ibu Sri dan John Effendy sedang berbincang .
" Sepertinya aku sudah bertindak konyol tadi , maafkan saya .... "
Ibu Sri tertawa kecil sebelum menanggapi kata kata itu .
" Kalian sangat panik , saya memaklumi hal itu . Untung saja di mansion masih ada supir yang tinggal ! Jika tidak kami pasti ke sini naik ojek . Lagipula ini cucu pertama anda , pasti rasanya seperti sedang menunggu kelahiran putri pertama anda "
" Cucu ... sepertinya saya akan mendadak tua setelah baby dalam kandungan putriku lahir ke dunia "
" Tua ? Tapi ini cuci pertama anda . Bagaimana dengan saya yang sudah mempunyai enam cucu . Berarti saya lebih tua dari anda " gurau lbu Sri .
" Tapi anda masih sangat cantik Nyonya !?? "
" Heehh ??? "
__ADS_1