
" Calm down Bos !! Pelan pelan ... kalau mau ngebut seperti ini terus bisa bisa kita sampai apartemen tinggal nama . Nyonya muda jadi janda terus banyak yang ngantri ... "
" Tuh mulut minta di lakban Son !!?? "
" Makanya pelan pelan biar bisa nyari nyonya muda , ngebut gini malah nggak bisa lihat sekitar siapa tahu nyonya lagi jalan jalan sore . Kan Bos sendiri yang bilang kalau nyonya lagi aneh aneh maunya "
Dewa langsung mengurangi kecepatannya , Sono mungkin benar . Dia baru ingat dengan pengawal pengawal yang bertugas menjaga istrinya . Tadi saking paniknya ia sampai lupa pada para bodyguard itu .
Dewa menepi dan menghentikan mobilnya , ia kemudian menelpon seseorang yang bertanggung jawab atas keamanan istrinya .
" Halo Ren ! Kalian dimana ? Nyonya ada bersama kalian kan !? "
" Halo Bos ... kami ... sshhhh "
" Ren !! Rendy .... "
" Sebentar .... sshhhh hahhh "
Dewa mengumpat kasar ketika kepala pengawal untuk istrinya itu malah menutup telponnya .
" Bagaimana Bos !? "
" Tingkah mereka aneh , mereka seperti sedang menahan sesuatu . Nggak biasanya Rendy seperti itu "
Dahi Dewa mengernyit ketika ada notif pesan di ponselnya , seseorang yang bernama Rendy mengirim sharelok padanya . Dewa segera melesat menuju tempat itu .
Karena lokasinya memang hanya dikhususkan untuk para pejalan kaki akhirnya Dewa memarkirkan mobilnya dan mencari istrinya dengan berjalan kaki .
Dua pria tampan dengan masih menggunakan setelan kerja lengkap itu mampu menjadi medan magnet untuk wanita yang sedang berada di sekitaran tempat itu .
" Rame banget bos , nggak salah nyonya ada disini " tanya Sono yang melihat tempat itu di penuhi pedagang kaki lima yang dikerubuti pembeli .
Sepertinya hal yang tidak mungkin nyonya mudanya jalan jalan di keramaian seperti ini , secara dia tahu Jasmine adalah kaum sosialita yang pastinya tidak akan mau berdesak desakan hanya untuk jajanan jajanan seperti ini .
__ADS_1
" Udah cari saja !! Tadi Rendy sharelok tempat ini . Perhatikan lenganmu tempat ini terlalu ramai " kata Dewa dengan mata yang terus saja memperhatikan daerah sekitarnya berdiri .
Untuk mempersingkat waktu akhirnya mereka berpencar . Sepuluh menit berputar sekeliling mereka belum juga menemukan nyonya muda Adipraja itu .
Sampai mereka melihat seorang wanita cantik dengan kulit putih dengan hanya menggunakan kaos oversize warna hitam berpadu celana pendek ripped jeans dan rambut yang di ikat asal malah membuat wanita itu tampak sangat cantik dan seksi .
" Bos .. itu "
Dewa berlari ke arah sebuah warung tenda yang berada di ujung jalan . Selain istrinya dia juga melihat empat pengawal sedang duduk di kursi plastik , sepertinya mereka sedang makan sesuatu .
" Sayang ... "
Dewa langsung merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya . Jasmine terlihat sangat menikmati pelukan itu walau ia sadar sekarang mereka sedang menjadi pusat perhatian orang orang disekitar mereka .
" Ngapain kamu sampai kesini sayang , semua bingung cari kamu ! Mbak lnah sampai nangis nangis panik takut kamu kenapa napa "
" Kamu wangi D ! Jadi pengen makan kamu juga " bisik nakal Jasmine , dia memang sangat menyukai bau keringat suaminya . Bau itu selalu membuatnya bergairah . Tapi dia tidak suka bau ketika Dewa habis mandi , wangi sabun membuat perutnya mual hebat .
" Tunggu hukuman kamu nanti sayang " bisik Dewa mengecup sekilas kening dan pipi istrinya . Setelah itu dia membalikkan badan dan memandang nanar empat pengawal yang duduk dengan dihadapkan semangkuk besar seblak setan dengan kuah warna merah , sesuai dengan gambar yang terpampang di warung yaitu ' Seblak Huhh Hahh Mas Doni ' .
Para pengawal itu hanya menundukkan kepala , mereka tahu mereka sedang menjalankan prosedur yang salah . Tidak seharusnya dalam kondisi seperti ini mereka malah dengan santainya makan di warung tenda . Tapi sungguh mereka melakukan ini dengan sangat terpaksa .
" Apa yang kalian lakukan hahh !!! "
" Tuan muda .... "
Ke empat pengawal hanya tertunduk pasrah menerima kemarahan bungsu Adipraja itu . Mereka tahu hal ini pasti akan terjadi juga .
" Mereka sedang makan D , memang apa salahnya jika mereka makan ?! Aku yang menyuruh mereka makan seblak disini . Kasihan jika seharian mereka terus menjagaku . Awas kalau kamu marahin mereka !!! " ancam Jasmine dengan memandang sinis suaminya .
" Sayang ... "
Sedang Sono hanya bisa geleng geleng kepala . Bisa dilihat jika ke empat pria bertubuh besar itu sedang menjadi korban nyonya mudanya .
__ADS_1
Sono tahu para pengawal itu pasti dipaksa untuk makan seblak setan di tempat itu , wajah wajah itu berkeringat dan tampak sangat tersiksa . Mau mengadu pun mereka tidak akan berani karena kemarahan nyonya muda Adipraja akan lebih mengerikan dari para putra Adipraja itu sendiri .
" Kalian pergi dari sini ... "
" Baik tuan muda ... "
Ke empat orang itu dengan wajah yang sangat lega langsung berdiri dari tempat mereka , tapi sebelum melangkah pergi suara nyonya mereka kembali menghentikan langkahnya .
" Tidak bisa ... mereka belum menghabiskan makanan mereka . Aku ingin lihat mereka makan D !! Kasihan mereka masih lapar "
" Tidak !!! Ehh .. maksudnya terimakasih nyonya , tapi kami harus kembali pada tugas kami " sahut Rendy dengan kepala tertunduk .
Jasmine mengeratkan pelukannya pada suaminya , air matanya mulai menetes dengan sedikit isakan .
" Salah ya D kalau aku hanya ingin melihat mereka makan , salah ya jika aku tidak ingin melihat mereka kelaparan "
Dewa semakin merengkuh tubuh istrinya sambil menatap tajam empat pengawal yang saat ini sedang berdiri di depannya .
" Nyonya sudah memberi kami semangkuk bakso , siomay dan sate padang ... kami tidak mungkin kelaparan lagi . Kami sangat berterimakasih untuk itu " lirih salah satu pengawal dengan wajah sedikit putus asa .
" D .... "
" Berani kalian menolak perhatian istriku !!! "
" Tidak !! " jawab empat orang itu serempak , mereka kemudian duduk ditempat mereka semula dan mulai menyendok isi mangkuk di depannya .
" Kau sudah lihat itu kan sayang ?! Sekarang kita pulang ya "
" He em "
" Son kau kembali ke kantor bareng mereka ya ! Pastikan makanan mereka habis "
" Beres Bos !!! " sahut Sono dengan mengacungkan dua jempolnya sambil tertawa . Sepertinya sksn menyenangkan melihat para bodyguard Adipraja di ' bantai ' nyonya mereka sendiri .
__ADS_1