FOR 365

FOR 365
57


__ADS_3

TOKK .. TOKK


Dua kali Dewa mengetuk pintu tapi sepertinya tidak respon dari arah dalam , dia berpikir mungkin Jasmine memang masih menolak bertemu dengannya . Tapi ketika ia memegang gagang pintu ternyata tidak terkunci dari dalam .


Perlahan ia membuka pintu kamar itu , sejenak ia berhenti dan memejamkan matanya di ambang pintu . Di hirupnya aroma yang sudah sangat ia rindukan , aroma yang selalu membuatnya menggila jika berada di dekatnya .


" Sayang .... " lirihnya .


Dewa tak melihat istrinya di ruangan itu , setelah meletakkan koper ia berjalan ke arah balkon ia berpikir mungkin Jasmine ada disana .


Benar saja , ia melihat istrinya sedang berdiri di atas balkon kamarnya . Sapuan lembut angin di rambutnya membuat wanita halalnya itu terlihat ribuan kali lebih cantik . Dan bunyi debaran jantungnya semakin bertalu ketika melihat siluet lekuk tubuh di balik baju satin istrinya .


Dewa berjalan mendekat dan berdiri disisi istrinya , ia belum berani memeluk tubuh candunya itu walau sebenarnya sudah setengah mati ia menahan rindunya .


" Hai .... "


" Hai D ... "


Suara lembut itu mampu menghentikan detak jantungnya , dua tangannya terkepal kuat meremat pagar pembatas balkon menahan agar tidak lepas kendali dan membuat takut istrinya .


" Hampir lima bulan sayang ,... dan kau bertambah cantik . Kau cantik sekali "

__ADS_1


" Dan kau bertambah jelek ... " sahut Jasmine sinis .


Bukannya tersinggung , jawaban dari istrinya malah membuat Dewa tertawa . Hampir lima bulan mereka terpisah ternyata wanitanya masih tetap sama .


" Apa kau merindukan aku ?! "


" Tidak ... "


" Apa aku pernah hadir dalam mimpimu !?


" Tidak ... "


Dewa menghela nafas panjang , seperti sedang melepaskan beban di hatinya yang terlalu lama ia tanggung .


" Apa maksudmu D !!? Kau senang jika aku tidak merindukan kamu !? Apa kau bahagia jika tak pernah hadir dalam mimpiku !!!? "


Dewa memberanikan diri untuk meraih satu tangan istrinya .


" Tiap jam ... tiap menit .. bahkan tiap detik aku merasakan perihnya ribuan pisau yang menusuk hatiku ketika aku merindukanmu . Sakit sekali sayang .... Kadang aku tak mau tidur karena setiap bangun maka aku akan merasakan sakitnya kehilangan lagi "


Dewa melepas tangan Jasmine yang sempat ingin lepas dari genggamannya . Dia benar benar tidak ingin memaksakan kehendak lagi , sudah cukup ia menyakiti istrinya .

__ADS_1


" Cukup aku yang menanggung sakitnya rindu ini ... aku tidak mau kau juga menanggung sakit itu ! ltu akan terasa lebih menyakitkan untukku "


" Tapi kau membenciku D ... kau berteriak padaku ... kau menghinaku !!! "


" Dan aku lebih membenci diriku sendiri . Jangan maafkan aku karena hal itu karena aku juga tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena telah menyakitimu sedalam ini . Tapi aku mencintaimu ... aku sangat mencintaimu sayang "


" Kau menyebalkan D , sekeras apapun usahaku untuk melupakanmu nyatanya kau selalu datang di setiap mimpiku . Aku selalu berharap tiba tiba kau ada di depan pintu kamar untuk menjemputku ... "


" Aku sudah di sini sayang "


" Kelamaan ... aku sudah tidak mau pulang !! Aku punya dua ayah di sini , dua ibu dan dua kakak yang sangat melindungi aku . Aku juga punya tiga keponakan yang sangat lucu . Aku bahagia disini ... mereka menyayangiku . Mereka tidak pernah membentak aku , menuduhku ataupun tidak percaya padaku "


Dewa hanya tersenyum mendengarnya , diapun merasakan bahagia di tengah tengah keluarga ini . Pantas jika Jasmine sangat betah berada di tempat ini . Dia yang bersalah karena membuat istrinya pergi darinya .


" Udara semakin dingin sayang , sebaiknya kita masuk . Aku akan tidur di ruang tamu jika kau tidak nyaman aku ada di kamar ini "


Jasmine tidak menjawab tapi dia menuruti kata kata suaminya untuk masuk ke dalam kamar . Dia melihat suaminya berjalan menuju ke arah koper yang di letakkan di ujung ranjang . Sepertinya pria itu benar benar akan melakukan niatnya untuk tidur di kamar tamu .


" Sayang , aku tidur di kamar samping ... kata ibu ada kamar kosong disamping kamar ini . Besok kita bicara lagi "


Tapi sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu , tangan lembut istrinya menahan lengannya .

__ADS_1


" Jangan pergi ... "


__ADS_2