
TOKK .. TOKK
Dua kali Dewa mengetuk pintu tapi sepertinya tidak respon dari arah dalam , dia berpikir mungkin Jasmine memang masih menolak bertemu dengannya . Tapi ketika ia memegang gagang pintu ternyata tidak terkunci dari dalam .
Perlahan ia membuka pintu kamar itu , sejenak ia berhenti dan memejamkan matanya di ambang pintu . Di hirupnya aroma yang sudah sangat ia rindukan , aroma yang selalu membuatnya menggila jika berada di dekatnya .
" Sayang .... " lirihnya .
Dewa tak melihat istrinya di ruangan itu , setelah meletakkan koper ia berjalan ke arah balkon ia berpikir mungkin Jasmine ada disana .
Benar saja , ia melihat istrinya sedang berdiri di atas balkon kamarnya . Sapuan lembut angin di rambutnya membuat wanita halalnya itu terlihat ribuan kali lebih cantik . Dan bunyi debaran jantungnya semakin bertalu ketika melihat siluet lekuk tubuh di balik baju satin istrinya .
Dewa berjalan mendekat dan berdiri disisi istrinya , ia belum berani memeluk tubuh candunya itu walau sebenarnya sudah setengah mati ia menahan rindunya .
" Hai .... "
" Hai D ... "
Suara lembut itu mampu menghentikan detak jantungnya , dua tangannya terkepal kuat meremat pagar pembatas balkon menahan agar tidak lepas kendali dan membuat takut istrinya .
" Hampir lima bulan sayang ,... dan kau bertambah cantik . Kau cantik sekali "
__ADS_1
" Dan kau bertambah jelek ... " sahut Jasmine sinis .
Bukannya tersinggung , jawaban dari istrinya malah membuat Dewa tertawa . Hampir lima bulan mereka terpisah ternyata wanitanya masih tetap sama .
" Apa kau merindukan aku ?! "
" Tidak ... "
" Apa aku pernah hadir dalam mimpimu !?
" Tidak ... "
Dewa menghela nafas panjang , seperti sedang melepaskan beban di hatinya yang terlalu lama ia tanggung .
" Apa maksudmu D !!? Kau senang jika aku tidak merindukan kamu !? Apa kau bahagia jika tak pernah hadir dalam mimpiku !!!? "
Dewa memberanikan diri untuk meraih satu tangan istrinya .
" Tiap jam ... tiap menit .. bahkan tiap detik aku merasakan perihnya ribuan pisau yang menusuk hatiku ketika aku merindukanmu . Sakit sekali sayang .... Kadang aku tak mau tidur karena setiap bangun maka aku akan merasakan sakitnya kehilangan lagi "
Dewa melepas tangan Jasmine yang sempat ingin lepas dari genggamannya . Dia benar benar tidak ingin memaksakan kehendak lagi , sudah cukup ia menyakiti istrinya .
__ADS_1
" Cukup aku yang menanggung sakitnya rindu ini ... aku tidak mau kau juga menanggung sakit itu ! ltu akan terasa lebih menyakitkan untukku "
" Tapi kau membenciku D ... kau berteriak padaku ... kau menghinaku !!! "
" Dan aku lebih membenci diriku sendiri . Jangan maafkan aku karena hal itu karena aku juga tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena telah menyakitimu sedalam ini . Tapi aku mencintaimu ... aku sangat mencintaimu sayang "
" Kau menyebalkan D , sekeras apapun usahaku untuk melupakanmu nyatanya kau selalu datang di setiap mimpiku . Aku selalu berharap tiba tiba kau ada di depan pintu kamar untuk menjemputku ... "
" Aku sudah di sini sayang "
" Kelamaan ... aku sudah tidak mau pulang !! Aku punya dua ayah di sini , dua ibu dan dua kakak yang sangat melindungi aku . Aku juga punya tiga keponakan yang sangat lucu . Aku bahagia disini ... mereka menyayangiku . Mereka tidak pernah membentak aku , menuduhku ataupun tidak percaya padaku "
Dewa hanya tersenyum mendengarnya , diapun merasakan bahagia di tengah tengah keluarga ini . Pantas jika Jasmine sangat betah berada di tempat ini . Dia yang bersalah karena membuat istrinya pergi darinya .
" Udara semakin dingin sayang , sebaiknya kita masuk . Aku akan tidur di ruang tamu jika kau tidak nyaman aku ada di kamar ini "
Jasmine tidak menjawab tapi dia menuruti kata kata suaminya untuk masuk ke dalam kamar . Dia melihat suaminya berjalan menuju ke arah koper yang di letakkan di ujung ranjang . Sepertinya pria itu benar benar akan melakukan niatnya untuk tidur di kamar tamu .
" Sayang , aku tidur di kamar samping ... kata ibu ada kamar kosong disamping kamar ini . Besok kita bicara lagi "
Tapi sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu , tangan lembut istrinya menahan lengannya .
__ADS_1
" Jangan pergi ... "