
" Hai Je , tadi maid bilang kau ada di taman jadi aku menyusul ke sini "
Pagi pagi sekali Astika datang kembali ke mansion , dia menyusul Jasmine yang berada taman samping mansion karena setiap pagi ibu hamil itu rutin merawat kebun bunganya . Semenjak hamil Jasmine memang sengaja berkebun untuk mengisi waktu luangnya dan Dewa sangat mendukungnya .
" Kak Asti , ini masih pagi sekali . Kak Asti sudah sarapan ? "
" Hanya minum kopi tadi , kau kan tahu kalau aku memang jarang sarapan . Kurang berapa hari lagi HPL nya ? Jika dilihat baby kalian sudah siap hadir ke dunia ini "
" Kurang lebih sepuluh hari lagi Kak . Kak Asti sama Kak Rey jadi progamnya !? Kata Daddy kalian sedang ada program kehamilan "
" Kami hanya ingin keluarga kami lengkap , seorang anak mungkin bisa semakin mengeratkan hubungan kami . Kami ingin memperbaiki semuanya Je "
Dua wanita cantik itu kemudian duduk di bangku teman , mereka tampak menikmati udara segar di pagi itu . Mata Astika tampak memicing ketika melihat Dewa yang terlihat berlari disamping taman .
Sudah menjadi rutinitas Dewa setiap pagi berlari mengitari mansion , tubuh berotot yang tanpa memakai atasan itu cukup menyita perhatian Astika . Tubuh kekar itu membuat hatinya berdesir hebat .
" Kak ... "
" Eh ... ya Je ?! "
" Maaf jika Kakak harus menginap di hotel , Dewa tidak punya niat jahat . Dia hanya tidak mau berada dalam suasana canggung . Kak Asti pasti tahu alasannya ... "
" Aku tahu , tapi bisa tidak bisa aku harus menutup mata . Semalam kami ... ehmm maksudku Dewa hanya mengantarku sampai ke kamar . Dia sangat mencintaimu Je , dia selalu mengatakan itu padaku "
Jasmine hanya tersenyum dengan menghela nafasnya . Dia mencoba mengusir pikiran buruknya karena tadi dia sempat melihat sorot kekaguman di mata kakaknya ketika melihat suaminya .
__ADS_1
" Sayang .... "
Dua wanita itu menoleh ketika suara Dewa terdengar dari arah samping mereka . Dengan masih bertelanjang dada Dewa menghampiri istrinya tanpa sedikitpun melihat wanita yang ada disampingnya .
Dewa mengecup bibir kemerahan istrinya cukup lama , ia sengaja melakukan itu di depan Astika . Berharap wanita itu risih dan segera angkat kaki dari sisi istrinya .
" Masih terlalu pagi untuk waktu berkunjung , apa kamar hotel kurang nyaman untukmu hingga pagi pagi begini kau sudah ada di sini ??! "
" Ya .. ya ... aku memang selalu salah di matamu ! Aku tidak akan mengganggumu ok ? Aku hanya ingin menemani adikku !! Dia menjadi adikku jauh sebelum kau mengenal ataupun menikahinya " sinis Astika yang sebal jika disuguhi adegan romantis Dewa dan istrinya .
Badan penuh keringat itu sedang memeluk erat tubuh Jasmine yang sudah jauh lebih berisi dari sebelumnya . Adiknya terlihat menjadi wanita yang berbeda saat ini .
" Mandi gih ... bau !! Tadi aku minta maid bikin soto Lamongan kesukaanmu untuk sarapan nanti . Kak Asti ikut sarapan juga ya "
" Ckk ... "
Dewa sangat tidak suka jika pagi ini dia harus sarapan di satu meja yang sama dengan wanita yang sama sekali tidak ia harapkan kehadirannya .
Setelah sarapan Dewa berangkat ke kantor , tapi sebelumnya diam diam diruang kerjanya dia sudah brieving orang orang yang ditugaskan untuk menjaga istrinya agar lebih hati hati dan waspada .
" Lhohh ibu mau kemana pagi pagi begini ? " tanya Jasmine pada mertuanya yang sudah tampil rapi .
" lbu mau keluar sebentar , mau arisan panci tempat Bu Oneng "
" Ooooo ... hati hati di jalan ya Bu "
__ADS_1
" Kamu juga ya ! Ibuk cuma sebentar kok satu jam paling sudah di rumah lagi "
" lya Bu ... "
Setelah Ibu Sri pergi Astika duduk mendekati adiknya , ada senyum yang tersungging di bibirnya . Dia sengaja membuka dua kancing kemejanya .
" Masih pagi begini bisa panas begini ya Je " ujarnya sambil mengibaskan tangannya seakan sedang mengipasi diri sendiri . Astika juga mengikat rambutnya asal setelahnya .
" He em ... "
Mata Jasmine mengernyit ketika dengan sangat jelas ia melihat banyak tanda kemerahan di dada dan leher wanita disampingnya . Dan ia tahu sekali itu tanda apa .
Dia tak melihat tanda itu malam tadi karena semalam Astika mengenakan baju model sabrina yang memperlihatkan leher dan punggungnya .
" Je ... kamu kenapa ? "
Astika berpura pura segera mengancingkan baju dan menggeraikan rambutnya kembali ketika tahu Jasmine sedang memperhatikannya .
" Tidak Kak ... tidak apa apa . Aku hanya ingin mandi sebentar , Kakak tidak apa apa kan jika aku tinggal sebentar ? "
" Tentu saja tidak , aku juga akan menelpon Reyhan . Aku sangat merindukannya ... "
Jasmine hanya tersenyum kemudian melangkah masuk ke kamarnya . Tanpa ia tahu ada senyum sinis yang terukir di bibir wanita yang selama ini ia anggap kakak kandungnya .
" Sedikit demi sedikit , aku akan buat kau menangis darah Dewa Adipraja !! "
__ADS_1