FOR 365

FOR 365
118


__ADS_3

" Berhenti !!! Dia tidak akan bermalam di sini ... Aku sudah menyiapkan kamar hotel untukmu . Siang tadi Daddy menelponku , dia mengabarkan kedatangannya ! Bukan apa apa tapi kamar tamu belum di bersihkan dan belum layak untuk ditinggali . Kau akan di antar supir ... "


Dewa langsung menghampiri ibunya untuk salam takzim kemudian merengkuh Jasmine ke dalam pelukannya . Dikecupnya sayang kening istrinya .


" Sudah malam sayang , kenapa belum tidur ? Dokter bilang kamu tidak boleh terlalu lelah ataupun kurang tidur "


Pemandangan itu membentuk senyum sinis di bibir Jasmine , ternyata sampai saat ini pun Dewa masih terlihat membencinya . Pria itu masih ingin pamer kemesraan padanya .


" Aku tidak keberatan jika kamarnya belum di bersihkan , tadi lbu juga bilang terlalu berbahaya jika aku ada di luar malam malam begini " kata Astika dengan mata dibuat semelas mungkin memandang lbu Sri . Dia tahu Ibu Sri adalah wanita berhati lembut .


" Sudahlah Wa , sudah malam begini kasihan Nak Asti kalau harus capek capek pergi ke hotel "


" Dia tidak akan menolaknya Bu " kata Dewa menatap tajam kakak iparnya itu .


Dewa hanya tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan wanita seperti Astika berada 24 jam di dekat istrinya yang sedang hamil besar .


" Baik aku akan ke hotel , tapi kau yang akan mengantarku . Aku tidak kenal dengan supirmu bisa saja nanti mereka berniat jahat padaku !! "


" Kau ... !!! "


" D sudah , ngalah ya sayang " bisik Jasmine pada Dewa yang baru saja ingin meledak kemarahannya .


" Kamu antar Kakak dulu sebentar ya , jangan lama lama "


" Ya sudah , kamu langsung tidur saja jangan nunggu aku pulang ya "


" He em "


Dewa membawa sendiri mobilnya , dia sengaja tidak membawa supir karena dia ingin bicara dengan Astika .


" Sebegitu bencinya kami sama aku tuan Dewa ? Dan sebegitu cintanya kamu pada adikku , wanita yang sebelumnya kau benci sepenuh hati . Kadang aku tidak mengerti dengan kalian para kaum laki laki . Hanya karena tubuh indahnya kau bisa bertekuk lutut di bawahnya "


Dewa tampak mengatur nafasnya , dia tahu akan seperti ini . Dia pasti harus menahan emosi jika berbicara dengan wanita yang dulu nyaris saja menjadi istrinya itu .


" Setidaknya kami tidak buta , kami tahu mana yang busuk dan mana yang tidak ! "

__ADS_1


" Cihh .. busuk !? Bukannya kalian yang berhati busuk hahh !! Tidak usah khawatir aku sudah memperbaiki hubunganku dengan Reyhan . Aku tidak minat lagi denganmu !!! Aku kesini hanya ingin menemani Jeje di masa persalinannya " sinis Astika


" Terserah ... tapi aku tetap tidak suka jika kau berada di dekatnya "


Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah hotel , tapi Dewa tampak tidak bergeming dari duduknya . Pria itu tetap menatap lurus ke arah depan .


" Kamar 204 , ambil kuncinya di resepsionis atas namamu "


" Kau tidak mengantarku !? "


" Kau bukan wanita buta yang harus aku tuntun kan ? Kau bisa menemukan kamarmu sendiri "


" Setidaknya bawa koperku !! Aku lelah .. '


" Kau lihat pria itu , dia yang akan membantumu sampai ke kamar " ujar Dewa sambil menunjuk seorang pria bertubuh besar yang sudah berdiri di samping mobilnya . Pria itu sepertinya adalah seorang pegawai hotel .


" Kau benar benar menyebalkan !! "


BRAAKKK ...


" Kita lihat nanti Dewa Adipraja .. kau atau aku yang akan terpuruk !! "


Tak berapa lama Astika sampai di kamarnya , matanya terus saja memandang pria yang membantunya membawakan kopernya .


" Tolong jangan pergi dulu , pindahkan sofa itu kesana . Mengganggu pandanganku jika disitu "


Pria muda itu tampak mengernyitkan dahinya tapi ia tetap melakukan permintaan wanita di depannya . Mungkin pria itu berpikir akan mendapat tips lumayan banyak jika ia berhasil memindahkan semua sofa itu .


Sedang Astika ke kamar mandi untuk mengganti bajunya . Dia keluar dengan hanya mengenakan lingerie transparan yang sangat seksi .


Pria yang sudah berkeringat itu hanya mampu menelan salivanya kasar , ia masih berusaha dalam batasannya .


" Duduklah ... "


Astika meminta pria itu duduk di atas sofa dan dia berdiri di depannya .

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu lagi nyonya !? "


" Cium aku "


" Maaf ??!!! " pria itu tampak kaget tapi juga tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya .Tubuh didepannya terlalu indah untuk di lewatkan .


Astika melemparkan beberapa lembar uang berwarna merah .


" Buat tanda di sekitar dada dan leherku , tidak perlu kujelaskan pasti kau sudah mengerti "


" Saya mengerti tapi ... "


Astika langsung duduk dipangkuan pria itu hingga dadanya tepat berada di wajah pria itu .


" Mulailah .... "


Tampaknya pria itu bukanlah pria bodoh , ia memperlakukan Astika dengan penuh kelembutan hingga Astika hanyut dalam permainannya .


Bibir mereka sudah bertaut dengan panasnya , dan dua tangan pria itu terus saja bermain di dua bukit yang sudah sepenuhnya polos sempurna .


" Euugghh ... kau aarrgghh "


Pria itu benar benar membuat tanda di seluruh lekuk tubuhnya dan Astika tak mampu menolak sentuhan yang membuatnya melayang ke langit ketujuh itu .


Hingga ketika pria itu menghentikan aksinya dan menatap kain segitiga yang masih menutup area bawah wanita di bawahnya .


" Kenapa berhenti !!?? "


Bukannya menjawab pria itu membelai kulit yang masih terbungkus rapi kain segitiga berenda hitam .


" Tugas saya tidak sampai di area ini nyonya "


Astika membuka penutup terakhirnya sendiri dan dia membuka lebar kedua kakinya .


" Sekarang itu menjadi tugasmu ... aku naikkan bayaranmu "

__ADS_1


" Sesuai permintaan anda Nyonya " jawab pria itu tersenyum lebar .


__ADS_2