FOR 365

FOR 365
Bon C 20


__ADS_3

Sore itu semua keluarga sedang berkumpul di ruang tengah kecuali Jasmine karena dia sedang menidurkan Jero yang kecapean karena senang bermain dengan dua saudaranya yaitu Janu dan Langit .


" Memang beneran yang dikatakan Mas Bumi tentang orang itu ?? Kok sampai sekarang belum nongol . Jangan jangan dia nggak serius ! Udah lbu tinggal sama Dewa saja nggak apa apa , daripada hidup sama laki.laki yang belum tentu bisa membuat lbu seneng ... "


" Wa .... jangan mulai deh " Aira memperingatkan adiknya yang dari awal tidak menyetujui rencana ini .


Siang tadi Bumi mengatakan perihal alasan kepulangannya pada pada adik iparnya . Tentang seorang pria yang meminta ijin pada Aira untuk bisa mendampingi Bu Sri selama sisa hidupnya .


Tapi Dewa menolak mentah mentah rencana itu , ia berkeras untuk tidak mengijinkan ibunya menikah lagi . Dia beranggapan bahwa tidak ada pria mana pun yang bisa menggantikan ayah kandung mereka yang sudah lama meninggal .


Dengan melalui perdebatan panjang akhirnya Bumi bisa membujuk Dewa walau belum sepenuhnya bungsu Adipraja itu menyetujui acara lamaran itu .


Bumi mengatakan bahwa jika ibu mertuanya menolak maka dia ataupun Aira tidak akan memaksanya . Bumi meminta Dewa agar membiarkan Bu Sri mengambil sikap dan keputusan sendiri dengan hidupnya .


" Ckk ... Tapi Dewa bener Mbak , kesan pertama saja dia begitu . Nggak bisa menghargai waktu ! Dia pikir kita pengangguran apa ??!! "


Bumi terkekeh melihat Dewa yang masih saja menunjukkan ketidaksetujuannya mengenai acara malam ini .

__ADS_1


" Embak kamu itu ngundang dia makan malam Wa , bulan makan sore . Sabar sedikit sebentar lagi juga dia pasti datang . Ibu saja sabar nungguin malah kamu yang dari tadi sewot "


" Awas ya kalau nanti kamu macem macem Wa !! Jangan pasang wajah jelek kaya gitu kalau orangnya datang ... senyum !! " ketus Aira yang sejak tadi melihat wajah adiknya yang ditekuk tekuk tanpa ada senyum sedikitpun .


" Mana ada jelek ! Dewa ganteng kan Bu !? "


Perdebatan itu seketika berhenti ketika mereka melihat Bu Sri sedang melamun , pandangan wanita itu kosong walau matanya mengarah ke arah televisi yang ada di depannya .


" Bu ... " panggil Dewa pelan dengan melihat dua kakaknya yang juga sedang melihat ke arahnya .


" Bu ... jangan merasa ' dipaksa ' oleh kami , bukankah Aira dan Mas Bumi sudah mengatakan bahwa semua keputusan ada di tangan ibu ? Tak ada sedikit pun paksaan , tidak ada yang akan berubah jika ibu menolak ataupun menerimanya . Ibu tetap akan menjadi lbu yang sangat kami cintai "


" lbu juga jangan mengira jika Dewa akan menentang keputusan lbu . Dewa mendukung seratus persen apapun keputusan itu . Tapi Dewa bunuh dia kalau sampai Dewa dengar dia bikin lbu nangis atau tidak bahagia !! Awwssshh ... Mbak kok nyubit sih !! " pekik Dewa yang kaget karena tiba tiba di acara peluk pelukan ini tiba tiba kakaknya mencubit lengannya dengan sangat keras .


" Ngomong yang bener !! Bunuh ... bunuh ... memang kecoa !! Embak nggak suka kamu ngomong gitu . Jangan sampai omongan kamu yang nggak bener itu di dengar sama Janu dan Langit !! "


" Iyaaaa ... " sahut Dewa sambil menatap malas kakak iparnya yang tertawa karena melihat dia kena marah Aira .

__ADS_1


Dari dulu Aira memang tidak suka jika mendengar omongan kasar dari orang disekitarnya . Dia khawatir akan mempengaruhi perkembangan mental putra putranya . Dia yakin hal baik akan membawa hal baik juga begitupun sebaliknya .


" Kalian apa apaan sih pakai acara nangis nangis segala , lbu lagi mikir Pak Yusuf udah nganterin lemper pesanan ke tempat Bu Oneng apa belum .... "


Dan sekali lagi Bumi harus menahan senyumnya yang melihat istrinya dan Dewa yang sedang menggerutu bersamaan . Tapi senyumnya sirna ketika seorang maid datang ke arah mereka .


" Tuan Dewa ... ada tamu di depan yang katanya ingin bertemu . Beliau tuan ... "


" Suruh masuk " sahut Aira memotong kata kata maid yang ingin menyebutkan nama tamunya . Aira yakin pria itu adalah orang yang sedari tadi mereka tunggu kedatangannya .


Tidak lama kemudian seorang pria parubaya bertubuh tegap menghampiri mereka .


" Hai .... " sapa pria itu pada semua orang di ruangan itu yang sudah berdiri menyambutnya .


Bumi , Aira dan Dewa sedikit kaget melihat kedatangan pria itu .


" Mas John ??? "

__ADS_1


__ADS_2