
" Beneran udah baikan ?? "
" Udah baik banget sayang , lagian Sono juga belum sembuh kasihan kalau dipaksa masuk kerja . Harus ada salah satu dari kami di kantor biar semua urusan tidak timpang "
" Kapan kapan ke Bali yuk D ??! "
" Mau ngapain ?? "
" Kita kan belum nengokin anaknya Kak Diva , kemarin aku dikirimin foto fotonya . Cantik banget !! Pipinya chubby banget , gemeeess ... nih lihat "
Jasmine memperlihatkan layar ponselnya yang berisi foto foto putri kedua dari salah satu pilar Adipraja itu .
" Kita juga belum mengucapkan terimakasih sama Kak Adam yang sudah payah ikut bebasin kamu kemarin waktu di culik . Kemarin semua keluarga mampir ke Bali dulu sebelum terbang kembali ke London , mereka juga ingin nengokin princessnya Kak Diva dan Kak Adam "
" Ya sudah kita kesana , tapi nanti nunggu aku punya waktu ya sayang . Sekalian kita ketemu Daddy , udah lama kita nggak berkunjung "
Mata Jasmine bersinar ketika suaminya ingin mengajaknya bertemu Daddynya di Bali . Tapi tiba tiba ia menjadi lesu , seperti ada yang dipikirkan oleh wanita cantik itu .
" Kok jadi enggak semangat gitu sayang ?? "
Dewa duduk di pinggiran ranjang dan kemudian menarik tubuh sang istri agar duduk di pangkuannya .
" Tapi nanti kita pasti bertemu Kak Astika "
" Dimana masalahnya ?? "
" Ehmmm ... nggak ada masalah sih , aku cuma takut nanti dia buat ulah lagi "
Dewa mengernyitkan dahinya , tidak biasanya istrinya berbicara seperti itu tentang kakaknya .
" Ulah apa sayang ?? "
__ADS_1
' Di London Kak Aira sudah membuka mataku , dia menceritakan semua padaku tanpa memaksa aku percaya atau tidak . Kak Aira juga kasih semua bukti bukti hingga mau tidak mau aku memang harus percaya karena memang itu kenyataannya . Walau begitu dia tidak mengajariku untuk membencinya D ! Kak Aira hanya bilang dia mengatakan semua ini padaku agar kedepannya aku bisa lebih hati hati bersikap padanya . Jangan sampai karena ulahnya kita terpisah lagi "
Jasmine menyembunyikan kepalanya di ceruk leher suaminya , sudah cukup dengan apa yang sudah ia lalui bersama suaminya . Lima bulan terpisah jarak dengan Dewa membuatnya tersiksa .
" Cepat atau lambat Reyhan pasti akan bisa merubahnya "
" Bagaimana jika tidak ?! "
" Apa yang harus ditakutkan jika ada aku di sisimu sayang !?? Astika tidak akan pernah bisa menyakiti kamu "
" Aku malah takut ia akan menyakiti kamu D , seperti Jason yang udah nekat culik kamu "
" Ckk .. nggak usah mikir macam macam , aku berangkat ke kantor ya ! Udah siang , sebentar lagi ada meeting dengan klien "
Perlahan Jasmine bangkit setelah sebelumnya mencuri satu ciuman di pipi suaminya .
" He em , kamu hati hati ya ! Siang nanti aku mau ke apartemennya Kak Nay "
" Enggak , kangen aja sama dia "
" Jangan menyetir sendiri , biar nanti di antar supir "
" lya .... "
Sampai di perusahaan Dewa hanya memijit pelipisnya ketika melihat setumpuk berkas yang sudah ada di mejanya , sepertinya ia harus lembur malam ini karena mau tidak mau ia harus menyelesaikan semua sendiri tanpa bantuan Sono seperti biasanya .
Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat pria yang ia kira akan tidak ia lihat untuk beberapa hari ke depan .
" Lho bukannya kamu masih sakit Son ??
" Ckk .. luka gini doang Bos "
__ADS_1
Sono memang tidak menggunakan setelan jas lengkap seperti biasanya , dia hanya menggunakan kaos putih dengan bawahan celana bahan warna hitam .
" Maaf kalau belum bisa pakai setelan kaya biasanya , masih ribet pakainya "
" Kamu mau t*lanjang saja juga enggak apa apa Son yang penting bantuin aku selesein ini semua " tunjuk Dewa ke arah meja kerjanya .
" Siap Bos !! " jawab Sono sambil terkekeh .
Di tengah tengah kesibukan mereka tiba tiba Dewa membuka suaranya .
" Bagaimana dengan kalian !? "
Sono mendongakkan kepala dan melihat ke arah bosnya yang masih fokus melihat berkas berkas di depannya .
" Apa Bos ? "
" Bagaimana perkembangan hubungan kamu sama Violetta ?? Nggak usah pasang wajah terkejut seperti itu ... tanggung jawab ! Anak orang itu "
" Bagaimana bisa Bos tahu semuanya ?? "
" lyalah !! Aku lagi di gebukin kamu malah enak enak di kamar hotelnya "
Sono menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , merasa tidak enak karena sempat bersenang senang diatas penderitaan Dewa .
" Bos Adam ya !? "
" Dia menceritakan ini semua bukan bermaksud untuk menjatuhkan kamu . Dia malah memintaku untuk berjaga jaga jika Daddy atau kakak kakaknya ngamuk ke sini . Lagian kamu bisa bisanya orang mabok di ladenin , cari penyakit !! "
" Habis enak Bos !! "
Dan jawaban itu sukses mendapat lemparan pulpen dari atasan sekaligus sahabatnya itu .
__ADS_1