FOR 365

FOR 365
Bon C 6


__ADS_3

" Jangan mengikutiku terus !! Sana jauh ... " gerutu Ibu Sri karena pria Al Shamma itu terus mengikuti langkahnya .


" lni tempat umum jadi terserah kemana kakiku melangkah " sahut Gaffar dengan entengnya .


" Hisshh tahu begini tadi aku ijinkan itu kingkong kingkong punya Jasmine mengantarku "


Semua wanita Adipraja tanpa terkecuali memang punya pengawal sendiri . Tapi lbu Sri adalah salah satu yang menentang keras jika selalu di buntuti para pengawal pengawalnya . Dia merasa tidak punya musuh yang akan menculik ataupun berniat jahat padanya .


Sampai di tempat dimana ibu ibu arisan janjian pun Gaffar tetap setia menunggu di seberang meja milik lbu Sri cs .


" Jeng Sri punya gebetan baru ya ?? ltu dari tadi ada orang ganteng liatin terus " kata salah seorang ibu yang duduk di dekatnya .


" Mana ada ganteng , tua bangka begitu "


" Masih joss kayanya Jeng , masih kenceng semua . Nggak ada satupun yang kendor , dua ronde masih bisa itu "


" Jambangnya nggak nguatin , itunya ada jambangnya enggak ya !? "


Ha .. ha .. ha


Suasana pembukaan arisan lbu Sri cs itu menjadi heboh dengan adanya makhluk mengagumkan diseberang meja mereka . Dan Gaffar sepertinya tidak mendengar semua kehebohan itu , matanya dari tadi fokus melihat sosok yang selama ini sangat dia nantikan .


Selesai dengan acaranya lbu Sri segera bergegas pergi tapi langkahnya terhenti ketika makhluk tinggi besar menghalangi langkahnya .


" Minggir !! "


" Tidak ... "


" Apa maumu Al Shamma !??? " ketus Bu Sri dengan wajah memerah .


" Bicara ... minta maaf ... hanya itu "

__ADS_1


" Aku maafkan kau , sekarang biarkan aku pergi "


" Tidak akan , karena kita belum bicara "


" Tua bangka !! Kenapa kau masih keras kepala seperti dulu "


" Karena kau juga masih terlalu mempesona seperti dulu "


Bu Sri mengalah karena ia tahu menolak pun percuma . Pria di depannya pasti akan terus melakukan apapun hingga ia mau bicara padanya . Mereka duduk di sebuah Coffeshop yang ada di lantai dasar mall itu . Bu Sri sengaja memilih tempat itu karena mobilnya terparkir disitu .


" Hai .. apa kabarmu ?! " tanya Gaffar sambil tersenyum karena melihat wanita didepannya masih tidak mau menatapnya .


" Tidak baik setelah bertemu denganmu "


" Sama ... kita sama . Aku pun tidak merasa baik setelah bertemu denganmu . Hampir empat puluh tahun kita tidak bertemu "


" Semakin tua ternyata kau semakin bodoh !! Tiga puluh satu tahun ... kebanyakan kalau empat puluh , dasar !!! "


Gaffar tergelak mendengarnya , wanita di depannya tidak pernah berubah . Dulu mereka bersahabat sejak kecil walau Gaffar dari keluarga berada dan Sri dari keluarga sederhana .


Kedua belah pihak keluarga tidak melarangnya , mereka mendukung selama hubungan mereka masih pada batasnya . Tapi satu tahun kemudian Gaffar memutuskan pergi keluar negeri bersama keluarganya untuk mengadu nasib disana .


Gaffar ingin menjadi pria yang di banggakan oleh keluarga dan calon istrinya . Tanpa ia tahu keluarga tempat mereka bekerja adalah mafia terkuat di Dubay kala itu . Dan putri mereka satu satunya telah jatuh cinta pada pria sederhana itu .


Satu tahun kemudian mereka menikah dengan pemberitaan besar besaran di media . Hingga berita itu sampai pada Sri dan keluarganya . Untuk menutup malu akhirnya Sri di jodohkan dengan pria dari keluarga sederhana .


Karena kebaikan dan ketulusan pria itu Sri benar benar bisa menjatuhkan hatinya padanya . Pria yang penuh kasih dan tanggung jawab , walaupun kehidupan mereka sangat sederhana tapi Sri benar benar bahagia disisinya . Pernikahan mereka di karuniai seorang anak perempuan dan seorang anak laki laki , mereka Aira Prameswari dan Dewa Putra .


Sejak pernikahannya Sri benar benar sudah mengubur masa lalunya .


" Maaf jika saat itu aku menyakitimu ataupun keluargamu . Aku tidak bisa menolak rencana pernikahan itu . Posisiku sangat sulit waktu itu , aku benar benar tidak bisa menolaknya ! Aku dan keluargaku berhutang budi pada mereka "

__ADS_1


" Sudah ??!! "


" Sri ... "


" Awalnya memang sakit , tapi sepertinya aku harus berterimakasih padamu . Aku bersyukur karena kau meninggalkan aku waktu itu . Mungkin itu cara Tuhan mempertemukan aku dengan suamiku , ayah dari putra putriku . Sosok yang mampu mengajariku arti cinta "


" Aku mencintaimu saat itu !! "


" Kau hanya mencintai ambisimu !! Jika kau mencintai seorang wanita maka kau akan melakukan apapun agar tetap ada disampingnya . Bukan pergi dengan alasan kebahagiaan "


," Kau meragukan aku ??! "


" Ckk ... tua bangka !! Sudah bukan saatnya kita membicarakan itu , pulang sana !! lstri dan anakmu menunggu di rumah "


Gaffar menghela nafasnya , ia sadar ia telah membuat kesalahan besar . Setelah menikah ia berniat ke lndonesia untuk mencari kekasih hatinya , tapi hati kecilnya melarangnya . Dengan menemui Sri berarti ia mengkhianati istrinya dan mungkin akan menyakiti kembali wanita yang pernah menjadi tunangannya .


" Istriku sudah meninggal dunia . Dua putraku masih ada di Dubay tapi putriku tinggal di sini bersama suaminya "


" Dia juga sudah meninggal , kami mempunyai satu orang anak perempuan dan satu anak laki laki . Jangan melihatku begitu !! Aku tahu arti pandanganmu itu ... dan itu hanya akan terjadi dalam mimipimu . Kita sudah tua , tugas kita hanya mengasuh cucu dan melihat anak anak kita bahagia "


" Memang aku kenapa ?? Aku tidak berpikir apapun , jangan jangan kau yang berpikir yang tidak tidak ... "


" Kau !!! "


Alfian Adipraja



John Effendy


__ADS_1


Gaffar Al Shamma



__ADS_2