FOR 365

FOR 365
Bon C 26


__ADS_3

" Jangan pernah kalian berani lancang pada ibu kalian !! Hormati dia seperti kalian menghormati Daddy " hardik Gaffar pada dua orang pemuda yang baru saja datang dari arah pintu .


Sono langsung berdiri dan menghampiri dua kakak iparnya itu , selain untuk menyambut ia juga pasang badan untuk keselamatan nyonya besar Adipraja karena bagaimanapun keselamatan Bu Sri masih menjadi tanggung jawabnya .


" Selamat datang Kak Abbio .. Kak Zahid !! Mari duduk kita sarapan sama sama "


" Hai Wicak ... hai semua ! Maaf jika kedatangan kami mengejutkan kalian . Kami sengaja memajukan jadwal kedatangan kami ke sini . Kami tidak sabar bertemu dengan anda Nyonya " kata Zahid menghampiri Daddynya dan Bu Sri yang sedang berdiri bersisian .


Zahid hanya mencoba mencairkan suasana tegang yang telah di bangun kakaknya sejak pertama kedatangan mereka .


" Anda cantik sekali Nyonya " Zahid menyalami Bu Sri setelah memeluk Daddynya .


" Ini putra keduaku Sri ... Zahid Al Shamma " jelas Gaffar .


" Dan aku Abbio putra pertamanya ... aku putra pertama Al Shamma "


Bu Sri hanya mengangguk dan tersenyum ketika putra pertama Al Shamma itu mengenalkan dirinya dari kejauhan dengan wajah memerah .


" Daddy tidak pernah mengajarimu untuk bersikap tidak sopan ... "


" Sudah Mas ... tidak apa apa . Mungkin mereka masih lelah karena butuh waktu berjam jam untuk sampai kesini "


" Dia benar aku memang lelah !! Antar aku ke kamarku !! "


" ABBIOOOO !!!! " teriak Gaffar yang mampu membuat semua orang terperanjat .


" Daddy ... "


" Mass ... "


" Jika kau tidak bisa sopan pada ibumu , sebaiknya pergi dari sini !! "

__ADS_1


" Ooohhhh .... baik , aku memang kurang nyaman di rumah sekecil ini . Zahid kau ikut denganku ?! Kita cari hotel saja " ketus Abbio tidak mau mengalah pada Daddynya .


Dengan tenang Zahid menghampiri kakaknya , sepertinya hanya pemuda itu yang bisa paling tenang menghadapi kakaknya .


" Aku masih kangen sama Violetta Kak , aku juga ingin melihat Anandara dulu . Kakak duluan saja nanti aku menyusul "


Setelah itu dengan langkah lebar Abbio pergi meninggalkan rumah itu dengan hati yang kecewa karena Daddynya bahkan membiarkannya keluar dari rumah adiknya sendiri .


" Ya Allah ... maaf jika lbu malah membuat kalian jadi seperti ini . Mas apa tidak sebaiknya kita undur .... "


Dan Gaffar tidak membiarkan Bu Sri meneruskan kata katanya .


" Semua akan berjalan sesuai rencana kita , tidak ada satu pun yang berubah "


" Tapi anak anak ... "


" Kami baik baik saja Bu " Vio dan Zahid menyahut kata kata calon ibu mereka dengan hampir bersamaan .


" lbu wanita yang tepat untuk Daddy kami yang keras kepala ... "


" Zahid .. " geram Gaffar memandang putra keduanya .


" Tapi Zahid benar , kau memang keras kepala Mas " imbuh Bu Sri .


Dan semua di ruangan itu terdengar tertawa , tentu saja kecuali pria parubaya bertubuh besar yang sedang menatap semua dengan pandangan malas .


Setelah menyelesaikan makan pagi mereka Gaffar dan Bu Sri undur diri untuk melihat rumah baru yang akan mereka tinggali setelah mereka menikah nanti .


Hanya Zahid , Sono dan Vio yang terlihat masih berbincang di ruang tengah .


" Kau tidak ke kantor adik ipar ?? "

__ADS_1


Sono tersenyum mendengar pertanyaan Zahid , putra kedua Al Shamma itu jauh berbeda dengan sulung mereka yang sangat arogan dan sombong .


" Setelah ini aku ke kantor Kak , mereka memberikan aku sedikit keleluasaan waktu agar bisa lebih lama menghabiskan pagi dengan istriku "


" Adipraja adalah keluarga yang hangat ... "


" Kakak benar "


" Sebelum ke kamar apa aku boleh melihat keponakanku terlebih dahulu ? "


" Tentu saja , tadi sepertinya pengasuhnya ke atas untuk memandikannya . Kebetulan kamarnya ada di sebelah kamar Kakak . Pintu kamar Dara berwarna merah muda "


" Ya sudah Kakak.ke atas dulu ya dan kau antar suamimu ke depan "


Zahid segera keatas untuk mencari daun pintu berwarna merah muda seperti yang adiknya sebutkan tadi . Tak lama kemudian ia menemukannya , pintu merah muda itu terlihat sedikit terbuka .


Sampai di depan pintu dia terpaku melihat seorang bidadari memakai baju putih sedang memakaikan baju pada seorang bayi cantik yang tergeletak di ranjang .


Ada pertanyaan ketika melihat bidadari yang ia lihat itu , tadi adiknya bilang Anandara sedang bersama pengasuhnya . Apakah bidadari itu adalah pengasuh yang dimaksud oleh adiknya .


Gadis itu terlihat masih sangat muda , tinggi semampai dengan kulit berwarna eksotis kecoklatan . Sangat sempurna di mata Zahid .


TOK ... TOKKK


Bidadari itu menoleh ketika ia mengetuk pintunya , wajahnya terlihat terkejut tapi ia kemudian berdiri dengan kepala tertunduk .


" Hai ... jangan takut , aku Zahid paman dari Anandara dari Dubay . Teruskan saja pekerjaanmu bukankah kau belum selesai memakaikannya pakaian ? Aku hanya ingin melihatnya kok ... "


" Saya Anna ... "


" Kau sangat cantik Anna "

__ADS_1


Senyum Zahid bertambah lebar ketika melihat bidadari itu terlihat salah tingkah dengan pipi yang merona .


__ADS_2