
" Jangan pernah kalian berani lancang pada ibu kalian !! Hormati dia seperti kalian menghormati Daddy " hardik Gaffar pada dua orang pemuda yang baru saja datang dari arah pintu .
Sono langsung berdiri dan menghampiri dua kakak iparnya itu , selain untuk menyambut ia juga pasang badan untuk keselamatan nyonya besar Adipraja karena bagaimanapun keselamatan Bu Sri masih menjadi tanggung jawabnya .
" Selamat datang Kak Abbio .. Kak Zahid !! Mari duduk kita sarapan sama sama "
" Hai Wicak ... hai semua ! Maaf jika kedatangan kami mengejutkan kalian . Kami sengaja memajukan jadwal kedatangan kami ke sini . Kami tidak sabar bertemu dengan anda Nyonya " kata Zahid menghampiri Daddynya dan Bu Sri yang sedang berdiri bersisian .
Zahid hanya mencoba mencairkan suasana tegang yang telah di bangun kakaknya sejak pertama kedatangan mereka .
" Anda cantik sekali Nyonya " Zahid menyalami Bu Sri setelah memeluk Daddynya .
" Ini putra keduaku Sri ... Zahid Al Shamma " jelas Gaffar .
" Dan aku Abbio putra pertamanya ... aku putra pertama Al Shamma "
Bu Sri hanya mengangguk dan tersenyum ketika putra pertama Al Shamma itu mengenalkan dirinya dari kejauhan dengan wajah memerah .
" Daddy tidak pernah mengajarimu untuk bersikap tidak sopan ... "
" Sudah Mas ... tidak apa apa . Mungkin mereka masih lelah karena butuh waktu berjam jam untuk sampai kesini "
" Dia benar aku memang lelah !! Antar aku ke kamarku !! "
" ABBIOOOO !!!! " teriak Gaffar yang mampu membuat semua orang terperanjat .
" Daddy ... "
" Mass ... "
" Jika kau tidak bisa sopan pada ibumu , sebaiknya pergi dari sini !! "
__ADS_1
" Ooohhhh .... baik , aku memang kurang nyaman di rumah sekecil ini . Zahid kau ikut denganku ?! Kita cari hotel saja " ketus Abbio tidak mau mengalah pada Daddynya .
Dengan tenang Zahid menghampiri kakaknya , sepertinya hanya pemuda itu yang bisa paling tenang menghadapi kakaknya .
" Aku masih kangen sama Violetta Kak , aku juga ingin melihat Anandara dulu . Kakak duluan saja nanti aku menyusul "
Setelah itu dengan langkah lebar Abbio pergi meninggalkan rumah itu dengan hati yang kecewa karena Daddynya bahkan membiarkannya keluar dari rumah adiknya sendiri .
" Ya Allah ... maaf jika lbu malah membuat kalian jadi seperti ini . Mas apa tidak sebaiknya kita undur .... "
Dan Gaffar tidak membiarkan Bu Sri meneruskan kata katanya .
" Semua akan berjalan sesuai rencana kita , tidak ada satu pun yang berubah "
" Tapi anak anak ... "
" Kami baik baik saja Bu " Vio dan Zahid menyahut kata kata calon ibu mereka dengan hampir bersamaan .
" lbu wanita yang tepat untuk Daddy kami yang keras kepala ... "
" Zahid .. " geram Gaffar memandang putra keduanya .
" Tapi Zahid benar , kau memang keras kepala Mas " imbuh Bu Sri .
Dan semua di ruangan itu terdengar tertawa , tentu saja kecuali pria parubaya bertubuh besar yang sedang menatap semua dengan pandangan malas .
Setelah menyelesaikan makan pagi mereka Gaffar dan Bu Sri undur diri untuk melihat rumah baru yang akan mereka tinggali setelah mereka menikah nanti .
Hanya Zahid , Sono dan Vio yang terlihat masih berbincang di ruang tengah .
" Kau tidak ke kantor adik ipar ?? "
__ADS_1
Sono tersenyum mendengar pertanyaan Zahid , putra kedua Al Shamma itu jauh berbeda dengan sulung mereka yang sangat arogan dan sombong .
" Setelah ini aku ke kantor Kak , mereka memberikan aku sedikit keleluasaan waktu agar bisa lebih lama menghabiskan pagi dengan istriku "
" Adipraja adalah keluarga yang hangat ... "
" Kakak benar "
" Sebelum ke kamar apa aku boleh melihat keponakanku terlebih dahulu ? "
" Tentu saja , tadi sepertinya pengasuhnya ke atas untuk memandikannya . Kebetulan kamarnya ada di sebelah kamar Kakak . Pintu kamar Dara berwarna merah muda "
" Ya sudah Kakak.ke atas dulu ya dan kau antar suamimu ke depan "
Zahid segera keatas untuk mencari daun pintu berwarna merah muda seperti yang adiknya sebutkan tadi . Tak lama kemudian ia menemukannya , pintu merah muda itu terlihat sedikit terbuka .
Sampai di depan pintu dia terpaku melihat seorang bidadari memakai baju putih sedang memakaikan baju pada seorang bayi cantik yang tergeletak di ranjang .
Ada pertanyaan ketika melihat bidadari yang ia lihat itu , tadi adiknya bilang Anandara sedang bersama pengasuhnya . Apakah bidadari itu adalah pengasuh yang dimaksud oleh adiknya .
Gadis itu terlihat masih sangat muda , tinggi semampai dengan kulit berwarna eksotis kecoklatan . Sangat sempurna di mata Zahid .
TOK ... TOKKK
Bidadari itu menoleh ketika ia mengetuk pintunya , wajahnya terlihat terkejut tapi ia kemudian berdiri dengan kepala tertunduk .
" Hai ... jangan takut , aku Zahid paman dari Anandara dari Dubay . Teruskan saja pekerjaanmu bukankah kau belum selesai memakaikannya pakaian ? Aku hanya ingin melihatnya kok ... "
" Saya Anna ... "
" Kau sangat cantik Anna "
__ADS_1
Senyum Zahid bertambah lebar ketika melihat bidadari itu terlihat salah tingkah dengan pipi yang merona .