
Sono pulang sedikit terlambat pada hari pertamanya bekerja , ketika waktu akan menunjukkan jam makan malam baru ia tiba di rumah .
Sono menghampiri seorang maid yang tampak sedang menata makan malam di meja makan .
" Tadi siang nyonya menghabiskan makanannya ? Kau pastikan dia minum obatnya kan !? "
Maid itu langsung menghentikan aktifitasnya dan berdiri menunduk hormat pada majikannya .
" Nyonya menghabiskan makanannya dan beliau minum obatnya . Nyonya juga banyak tersenyum hari jni , tidak murung seperti biasanya "
" Ya sudah , maaf sudah mengganggu pekerjaanmu "
" Tidak apa apa Tuan Wicak ... "
Sono bergegas menuju lantai atas di mana kamarnya berada . Dia ingin segera membersihkan dirinya sebelum menemui anak dan istrinya .
Saat melewati kamar putrinya yang terbuka ia melihat Anna sedang duduk di sofa dengan membaca buku menunggui Anandara yang sudah tertidur di boxnya . Gadis muda itu punya semangat yang kuat untuk belajar walau sedang mengalami himpitan ekonomi .
Setelah membersihkan diri dia segera menuju kamar istrinya . Sono memang membiarkan istrinya tidur terpisah karena wanita itu belum ingat bahwa dirinya adalah istri dari seorang Wicaksono .
Suasana sepi di kamar istrinya , Sono hafal jika begini pasti wanita cantik itu sedang berdiam di balkon kamarnya . Dan dugaannya tepat , Vio sedang menikmati malam di balkon kamarnya .
" Nona ... sudah aku katakan udara malam tidak baik untukmu "
Sono sudah terbiasa menghadapi kebungkaman istrinya , ia kemudian melangkah mendekat tapi ia sedikit terkejut melihat jejak air mata di pipi Violetta .
" Hai kau menangis ?! "
__ADS_1
Sono berjongkok dan membalikkan kursi roda istrinya untuk berhadapan dengannya . Telapak tangannya membelai pipi tirus istrinya dengan lembut .
" Kau rindu Daddy ? "
Violetta menggelengkan kepalanya , matanya masih tak mau menatap suaminya .
" Aku hanya ingin sembuh ... " lirihnya .
Sono memejamkan matanya saat mendengar suara yang terdengar lemah itu . Jika dia bisa sungguh dia ingin menggantikan posisi Vio saat ini . Anandara butuh kasih sayang ibunya , bahkan putrinya tidak pernah merasakan ASI yang seharusnya ia dapatkan karena kondisi ibunya sedang sakit .
" Kau sudah sembuh Nona .... "
" Tidak usah bohong !! Aku takut mati , banyak hal yang masih harus aku lakukan ... "
" Ssssstttttt ... sudah , aku tidak suka mendengar itu . Kau pasti sembuh , aku akan melakukan apapun agar kau bisa sembuh . Bahkan akan aku tukar nyawaku dengan nyawamu "
Bukannya menuruti kata kata istrinya Sono malah membopong tubuh istrinya . Kali ini Sono lebih ingin dekat dengan sang istri , ia hanya ingin membawanya untuk turun ke ruang makan .
" Turunkan aku !!! "
" Nanti Nona setelah kita sampai di ruang makan "
" Tapi aku tidak ingin makan !! "
" Maaf , tapi seperti biasanya aku akan memaksamu untuk makan "
" Kau menyebalkan !! "
__ADS_1
" Dan kau sangat cantik .... "
Vio terdiam dengan berusaha menyembunyikan semburat merah di pipinya , ia tak bisa bohong pujian itu membuat hatinya berbunga bunga . Entah kenapa dia selalu luluh jika berhadapan dengan pria yang saat ini sedang merengkuh tubuhnya .
Sosok sederhana , penyabar , penyayang dan sekaligus sosok kuat yang senantiasa membuat dirinya merasa nyaman dan aman disisinya . Sono memang tidak pernah menggunakan bodyguard seperti yang di lakukan Daddynya , tapi Vio tak pernah merasa khawatir jika ada di samping Sono .
Sono meletakkan tubuh istrinya untuk duduk di sofa ruang tengah .
" Kok kesini , katanya mau makan "
" Sepertinya kursi makan kurang nyaman untukmu Nona , aku akan bawa makanannya untukmu "
" Berhenti !! "
Suara Vio menghentikan Sono yang akan melangkah menuju ruang makan .
" Ada apa Nona ?? "
" Jangan selalu begini , jangan selalu memanjakan aku ... jangan buat aku tergantung padamu . Jangan buat aku tidak bisa hidup tanpa adanya dirimu ... "
" Hidupku yang tergantung padamu , bukan kau ... tapi aku yang tidak bisa hidup tanpa dirimu . Karena itu aku tidak akan menyerah untuk kesembuhanmu . Kau lihat kan ada banyak orang yang mencintaimu , jadi jangan pernah menyerah pada apapun keadaanmu . Kami selalu disampingmu "
" Aku lapar ... "
Sono tersenyum dan meraih tangan istrinya untuk di kecupnya sekilas .
" Tunggu sebentar ya ... "
__ADS_1
" Kau sudah menungguku terlalu lama .... " lirih Vio ketika pria itu sudah menjauh darinya .