FOR 365

FOR 365
Bon C 5


__ADS_3

Sono pulang sedikit terlambat pada hari pertamanya bekerja , ketika waktu akan menunjukkan jam makan malam baru ia tiba di rumah .


Sono menghampiri seorang maid yang tampak sedang menata makan malam di meja makan .


" Tadi siang nyonya menghabiskan makanannya ? Kau pastikan dia minum obatnya kan !? "


Maid itu langsung menghentikan aktifitasnya dan berdiri menunduk hormat pada majikannya .


" Nyonya menghabiskan makanannya dan beliau minum obatnya . Nyonya juga banyak tersenyum hari jni , tidak murung seperti biasanya "


" Ya sudah , maaf sudah mengganggu pekerjaanmu "


" Tidak apa apa Tuan Wicak ... "


Sono bergegas menuju lantai atas di mana kamarnya berada . Dia ingin segera membersihkan dirinya sebelum menemui anak dan istrinya .


Saat melewati kamar putrinya yang terbuka ia melihat Anna sedang duduk di sofa dengan membaca buku menunggui Anandara yang sudah tertidur di boxnya . Gadis muda itu punya semangat yang kuat untuk belajar walau sedang mengalami himpitan ekonomi .


Setelah membersihkan diri dia segera menuju kamar istrinya . Sono memang membiarkan istrinya tidur terpisah karena wanita itu belum ingat bahwa dirinya adalah istri dari seorang Wicaksono .


Suasana sepi di kamar istrinya , Sono hafal jika begini pasti wanita cantik itu sedang berdiam di balkon kamarnya . Dan dugaannya tepat , Vio sedang menikmati malam di balkon kamarnya .


" Nona ... sudah aku katakan udara malam tidak baik untukmu "


Sono sudah terbiasa menghadapi kebungkaman istrinya , ia kemudian melangkah mendekat tapi ia sedikit terkejut melihat jejak air mata di pipi Violetta .


" Hai kau menangis ?! "

__ADS_1


Sono berjongkok dan membalikkan kursi roda istrinya untuk berhadapan dengannya . Telapak tangannya membelai pipi tirus istrinya dengan lembut .


" Kau rindu Daddy ? "


Violetta menggelengkan kepalanya , matanya masih tak mau menatap suaminya .


" Aku hanya ingin sembuh ... " lirihnya .


Sono memejamkan matanya saat mendengar suara yang terdengar lemah itu . Jika dia bisa sungguh dia ingin menggantikan posisi Vio saat ini . Anandara butuh kasih sayang ibunya , bahkan putrinya tidak pernah merasakan ASI yang seharusnya ia dapatkan karena kondisi ibunya sedang sakit .


" Kau sudah sembuh Nona .... "


" Tidak usah bohong !! Aku takut mati , banyak hal yang masih harus aku lakukan ... "


" Ssssstttttt ... sudah , aku tidak suka mendengar itu . Kau pasti sembuh , aku akan melakukan apapun agar kau bisa sembuh . Bahkan akan aku tukar nyawaku dengan nyawamu "


Bukannya menuruti kata kata istrinya Sono malah membopong tubuh istrinya . Kali ini Sono lebih ingin dekat dengan sang istri , ia hanya ingin membawanya untuk turun ke ruang makan .


" Turunkan aku !!! "


" Nanti Nona setelah kita sampai di ruang makan "


" Tapi aku tidak ingin makan !! "


" Maaf , tapi seperti biasanya aku akan memaksamu untuk makan "


" Kau menyebalkan !! "

__ADS_1


" Dan kau sangat cantik .... "


Vio terdiam dengan berusaha menyembunyikan semburat merah di pipinya , ia tak bisa bohong pujian itu membuat hatinya berbunga bunga . Entah kenapa dia selalu luluh jika berhadapan dengan pria yang saat ini sedang merengkuh tubuhnya .


Sosok sederhana , penyabar , penyayang dan sekaligus sosok kuat yang senantiasa membuat dirinya merasa nyaman dan aman disisinya . Sono memang tidak pernah menggunakan bodyguard seperti yang di lakukan Daddynya , tapi Vio tak pernah merasa khawatir jika ada di samping Sono .


Sono meletakkan tubuh istrinya untuk duduk di sofa ruang tengah .


" Kok kesini , katanya mau makan "


" Sepertinya kursi makan kurang nyaman untukmu Nona , aku akan bawa makanannya untukmu "


" Berhenti !! "


Suara Vio menghentikan Sono yang akan melangkah menuju ruang makan .


" Ada apa Nona ?? "


" Jangan selalu begini , jangan selalu memanjakan aku ... jangan buat aku tergantung padamu . Jangan buat aku tidak bisa hidup tanpa adanya dirimu ... "


" Hidupku yang tergantung padamu , bukan kau ... tapi aku yang tidak bisa hidup tanpa dirimu . Karena itu aku tidak akan menyerah untuk kesembuhanmu . Kau lihat kan ada banyak orang yang mencintaimu , jadi jangan pernah menyerah pada apapun keadaanmu . Kami selalu disampingmu "


" Aku lapar ... "


Sono tersenyum dan meraih tangan istrinya untuk di kecupnya sekilas .


" Tunggu sebentar ya ... "

__ADS_1


" Kau sudah menungguku terlalu lama .... " lirih Vio ketika pria itu sudah menjauh darinya .


__ADS_2