
" D ... kok sampai malam sih ! Kan udah janji kalau enggak pulang malam lagi " rajuk Jasmine ketika melihat Dewa sedang melangkah ke arahnya .
Dewa tersenyum dan menghampiri istrinya yang sudah menunggunya di teras depan .
" Kok nunggu di depan sih , dingin di sini sayang . Biasalah ... ada klien yang ingin proyeknya cepat di realisasikan . Jadi lembur deh , maaf ya ! Masuk yuk "
Jasmine malah bergelayut manja di pelukan suaminya sambil mengendus leher dan baju suaminya .
" Aku tahu aku masih bau sayang "
" Bukan itu .. "
" Mau cari bau Astika di bajuku !? "
Pertanyaan itu langsung membuat wanita hamil itu menjadi salah tingkah . Bukannya dia tidak percaya tapi di ibukota ini Astika tidak punya kenalan lagi . Hanya mereka keluarga yang ada di sini .
" Ehmm ... itu .. anu ... tadi aku itu "
Dewa mencubit sayang pipi chubby istrinya yang mendadak gagap bicaranya . Pria itu tahu Jasmine dan dirinya sama sama pencemburu yang hebat . Dewa tahu wanita ular itu pasti mempunyai maksud dengan tanda merah yang sempat ia lihat tadi pagi .
" Tadi pagi aku juga sempat lihat kok , mau ditutupi kayak apa juga pasti ada juga yang kelihatan . Endingnya pasti juga buat hasut kamu . Tuh buktinya kamu endus endus ketek aku " kata Dewa sambil terbahak .
" Siapa bilang aku endus endus kamu , kaya kurang kerjaan saja . Aku memang suka bau keringat kamu " kilah Jasmine beralasan .
" Tadi Rey juga sempat telpon aku "
" Reyhan ?? Suami Kak Asti ?? Memang ada apa D !? "
__ADS_1
" Ya gitulah , tapi semua udah clear ... "
" Clear apanya ?? "
" Hissh nanya terus sih ! Bikin laper aja , yuk ke atas ...."
" lya sampai lupa kamu makan dulu D , lbu tadi bikin nasi uduk "
" Tapi pengen makan kamu dulu sayang , gemes banget pengen gigit kamu "
Dewa merangkul pundak istrinya dan membimbingnya ke dalam , perut buncit istrinya malah semakin membuatnya menjadi candu .
" Tapi aku di atas ya .... "
" As you wish my queen ... "
Setelah pulang dari spa sore itu Astika mampir ke sebuah mall untuk makan malam , dia tak mengindahkan ajakan Jasmine untuk makan malam di mansion .
Suasana mall yang sangat ramai membuat hatinya sedikit terhibur dari rasa kecewanya karena telah gagal menghasut adiknya untuk membenci Dewa .
Setelah hari sudah malam , puas berjalan jalan di mall Astika segera pulang ke hotelnya . Tapi dia dikejutkan dengan kehadiran pria yang menghangatkan ranjangnya semalam .
" Hei kenapa kau datang lagi , aku sedang tidak membutuhkan jasamu "
Walau sangat suka dengan permainan pria itu , bukan berarti pria itu bisa datang semaunya untuk bisa menyentuhnya .
" Semalam kau sendiri yang mengijinkan aku datang kapan saja aku ingin Nyonya "
__ADS_1
" Aku cabut kata kataku , sekarang pergilah !! Aku tidak ingin melihatmu lagi "
" Baik , tapi setelah ini bersiaplah untuk menjadi terkenal . Aku bisa mengunggah video panas kita semalam , dan yakin itu akan sangat booming . Suaramu terlalu merdu untuk di lewatkan "
Pria itu merebut paksa kunci yang ada di tangan Astika dan kemudian masuk ke dalam kamar . Mau tidak mau Astika hanya menurutinya setelah mendengar ancaman itu .
" Kau pikir bisa mengancamku !? Kau belum tahu siapa aku !!! Aku bisa saja membunuhmu dengan mudah "
" Ha ... ha ... ha siapa pun dirimu , kau hanyalah wanita kesepian yang butuh belaian . Kau butuh kehangatan Nyonya , dan aku menyukai permainanmu "
PLAKKKK
" Lancang !! Jaga bicaramu !!! "
Pria itu memejamkan matanya sesaat setelah Astika menamparnya sambil meraba pipinya yang memerah . Setelah itu dia menyeringai dan mengambil ponselnya , entah apa yang dia lakukan tapi setelah itu senyum puas terukir di wajahnya .
" Tunggu sepuluh menit lagi , setelah itu menangis darah pun akan percuma . Siapapun dirimu , kau hanya akan menjadi sampah !! Sampah ternikmat yang pernah aku rasakan "
" Apa maksudmu !!?? "
" Kau punya ponsel kan ?? Video kita sebentar lagi akan menjadi video paling di cari . Tenang saja , aku hanya menjualnya pada seseorang dan hanya orang orang tertentu yang mampu membeli video kita yang akan bisa melihatnya . Berdoa saja agar suamimu bukan salah satu di antara orang itu . Karena aku yakin permainanku lebih panas dari permainannya "
" Kau ...."
" Kau yang memulainya ! Aku tidak suka pada wanita pemberontak "
Astika terduduk lemas karena mendengar semuanya . Ternyata pria itu bukan pria baik baik , pria itu ternyata merekam semua kegiatan panas mereka semalam . Dan sepertinya dia terbiasa menjual video panasnya ketika sedang berhubungan dengan seorang wanita .
__ADS_1
Sesal pun tak ada guna , yang kini bisa ia lakukan hanyalah menangis . Berharap pria itu tidak benar benar melakukan ancamannya .