FOR 365

FOR 365
10


__ADS_3

" Besok besok jangan terlalu rendah hati jadi orang !! Apa salahnya jika sekali sekali pamer kalau kita lebih tinggi dari mereka ??!! "


Sampai di rumah pun suasana hati Jasmine masih saja buruk . Dia tak suka jika mendengar suaminya direndahkan oleh orang lain . Dewa dengan sabar mendengar semua unek unek sang istri . Dia membiarkan Jasmine mengatakan semua isi hatinya .


" Mereka bilang aku suka beli barang KW di Tanah Abang !! Boro boro tahu itu tempat , di ajak jalan jalan keliling Jakarta aja baru semalem !! " sungut Jasmine memandang sinis suaminya .


" Jadi besok mau jalan jalan lagi ?? "


" Mau , tapi nggak mau kalau sama mereka lagi !! Amit amit ... cantik enggak , ganteng enggak belagunya ngalahin tuan Takur !! Jam tangan kita aja bisa buat gaji mereka sepuluh tahun "


Pada saat pernikahannya Aira dan Bumi memberi mereka jam tangan couple dengan harga fantastis . Mereka berharap Dewa dan Jasmine akan tetap menjadi satu seperti jam yang mereka berikan .


" Nggak usah sombong ... dosa ! Ngomong ngomong Tuan Takur itu siapa !? "


Dewa dengan polosnya bertanya karena dia memang belum pernah mendengar nama itu sebelumnya .


" Hisshh nyebelin .. mana aku tahu !! "


" Tapi aku tadi dengar kau menyebut namanya !! "


Jasmine diam dengan bibir mengerucut , sedang Dewa sengaja untuk mengalihkan pandangannya dari raut menggemaskan istrinya . Pria itu takut khilaf dan menerkam habis bibir kemerahan sang istri .


" Jika kita memamerkan semua yang ada di diri kita , terus apa bedanya kita dengan mereka ?? Di atas langit masih ada langit , tak ada gunanya kita menyombongkan diri "


Jasmine tak bergeming , mata gadis itu terlihat fokus menatap layar televisi .


" J ... masih marah ? "


" Bodo amat !! "

__ADS_1


" Ckk .. bandel ya "


Jasmin terpekik ketika tangan kekar itu mengangkat tubuhnya hingga ada di pangkuan sang suami .


" D !!! Turunin ... !! "


" Enggak ... aku mau ngomong dulu . Kenapa kau harus marah ketika mereka menghinaku ?? "


" Apa kau bercanda ?? Kau suamiku !! Kuhabisi mereka jika sekali lagi ku dengar mereka menghinamu "


Dewa seketika tertawa mendengar kata kata sang istri barusan .


" Memang apa arti kata ' suami ' bagimu !? "


" Suami itu leader nya istri , kalau pemimpinnya saja dihina terus aku gimana dong !! Nggak ada harganya "


" Jadi kau mengakui peranmu sebagai seorang istri ?? "


Dewa tersenyum sambil mengeratkan pelukannya di perut wanita dalam pangkuannya . Tapi senyum itu sirna ketika Jasmine mengusap satu tetes air yang keluar dari sudut matanya .


" Tapi hanya satu tahun ... waktu kita bersama hanya tersisa sepuluh bulan dua puluh hari lagi "


Dewa memejamkan matanya , dia sangat ingat bahwa dulu dia sendiri yang mengatakan bahwa pernikahan ini adalah pernikahan sandiwara . Mereka akan bersama hanya dalam jangka waktu satu tahun ke depan .


":Kenapa waktu itu kau tidak menolakku ?? "


" Aku takut kau akan mengikat kakakku , dia masih mencintai Reyhan . Aku hanya tak ingin kau mengikatnya dan membuatnya menderita lagi "


" Apa kau tidak khawatir jika dalam.satu tahun ini aku membuatmu menderita !? "

__ADS_1


" ltu hukumanku .. aku pantas mendapatkannya . Aku tidak keberatan untuk membersihkan rumah ini setiap hari , aku akan belajar masak sama mbak lnah , aku juga sudah biasa mendengarkan kamu marah marah ... apalagi !? "


" Kau mau terima hukumanmu lagi !? "


" Memang apa salah .... emmpptthh "


Tanpa sadar Dewa meraih bibir kemerahan itu dengan bibirnya , sudah dari tadi ia menahan agar tidak lepas kendali . Tapi kali ini pertahanannya terlalu lemah ...


" D ... "


Jasmine pun terhanyut dalam permainan bibir suaminya , pelan tapi pasti ia bisa mengimbangi bahkan membalas l*matan l*matan itu . Suara cecapan dan d*sahan tertahan itu semakin membuat mereka bersemangat .


Dan semua terhenti ketika Dewa mengakhirinya , pria itu menautkan kedua kening mereka . Mereka sama sama sedang mengatur nafas mereka yang tersengal tidak beraturan .


" Maaf ... " dengan lembut ia menyapu bibir kemerahan itu dengan ibu jarinya . Sungguh ! Bibir itu terasa sangat manis dan memabukkan baginya .


" D .... "


" Hemmm ... "


" Beraninya kau berhenti saat aku menikmatinya !! Menyebalkan ... "


" Jadi kau mau lagi ?? "


" Enggak !! "


Jasmine bangkit dan berlari menuju lantai atas , sebelum sampai di tangga dia berbalik dan menjulurkan lidah mengejek suaminya .


" Tapi bohong .... "

__ADS_1


" Gadis nakal ... "


__ADS_2