
Sementara itu Dewa terus berusaha memutar pergelangan tangannya agar ikatan tangannya menjadi longgar . Jika saja ikatan itu ada di depan maka ia akan lebih mudah melakukannya .
Walau masih lemah tapi Dewa tidak akan pernah menyerah walau apapun yang terjadi . Dia berusaha diam diam melepaskan ikatannya agar nanti bisa menghadapi orang yang tadi disebut akan datang tidak lama lagi .
CEKLEKK ...
Seorang pria bertubuh besar masuk ke dalam kamar dengan senyum menyeringai , dia memandang penuh kebencian pada Dewa yang masih duduk bersandar di dinding ruangan .
" Kita bertemu lagi tuan Dewa , senang bisa bertemu denganmu "
" Kau masih saja menjijikkan Jason ..... caramu sangat menjijikkan "
" Ha ... ha ... aku tidak peduli !! Dia akan menjadi milikku jika aku bisa menyingkirkan kamu . Dan akan kubuat keluargamu yang sok kuat itu menangis darah karena kehilangan dirimu !! "
" Kau pikir mereka akan diam saja saat tahu kau membawa dan menyembunyikan aku ! "
" Aku tidak peduli !! Kau akan berakhir di tanganku sebelum mereka datang kemari !! "
Dewa sengaja mengulur waktu dengan meladeni perkataan bule gila itu agar bisa melepaskan ikatan talinya . Seberapa kuat pun dia tak akan bisa melawan dengan kondisi tangan terikat seperti ini .
" Maka habisi aku secepatnya ... "
" Kau menantangku Tuan Dewa ??!!! "
" Hanya jika kau ingin ... tembak saja aku dengan segera karena aku tidak yakin kau bisa menggunakan otot besarmu itu untuk melawan pria lemah sepertiku "
" Cihhh ... kematian sudah ada di depan mata kau masih saja bisa sombong . Kau pikir aku takut padamu ?? "
__ADS_1
" ltu hanya saran !! Tapi aku akan sangat tidak berkeberatan jika harus menghadapimu dengan tanganku sendiri . Ada banyak penjaga yang akan melindungimu nanti jika kau kalah " ujar Dewa sambil melihat empat orang di belakang Jason .
Jason mendengus kesal kemudian meminta empat orang penjaganya untuk pergi dari ruangan itu , tapi sebelumnya ia meminta salah seorang penjaga untuk melepas ikatan tangan Dewa . Jason berpikir bisa menghadapi Dewa seorang diri apalagi Dewa terlihat dalam keadaan yang sangat lemah .
Raut Dewa memang sangat pucat karena dia hanya sempat minum , itu saja hanya sekali ketika seorang penjaga memberinya segelas air . Tidak ada sedikitpun makanan yang singgah di perutnya .
Tapi Dewa tidak mempermasalahkan karena dulu dia memang sudah sangat terbiasa untuk berpuasa .
" Bangun kau !!! Hadapi aku !! "
Dewa hanya tersenyum sinis menanggapi tantangan itu . Tubuhnya sedikit terhuyung ketika mencoba untuk berdiri , sesaat kepalanya terasa berputar dunianya seperti sedang jungkir balik .
Sejenak Dewa memejamkan mata agar pandangannya menjadi normal kembali . Setelah merasa lebih baik ia melangkah maju berhadapan dengan pria bertubuh besar di depannya .
Dan langkahnya disambut sebuah pukulan di bagian perutnya , tapi pukulan itu mampu Dewa tahan dengan hanya menggunakan satu tangannya .
Tahu pukulannya belum berhasil mengenai badan lawan bule itu langsung melayangkan tendangannya , tapi gerakannya ternyata kalah cepat . Dewa terlebih dahulu memutar badan dengan kaki yang melayang dan tepat bersarang di rahang Jason .
BUUGGHHH ...
" Aakkkhhhh .... "
Jason terpelanting ke belakang dan merasakan pusing yang amat sangat , pria di depannya ternyata bukan lawan yang enteng . Tendangan memutarnya mampu membuatnya kesakitan .
" Bangun !!! Bukankah tadi kau bilang ingin melenyapkan aku ??! " Dewa pun sedikit terhuyung ke belakang karena sebenarnya ia juga masih sangat lemah .
Jason perlahan bangun , tapi sebelum benar benar bangkit kembali rahangnya terkena pukulan telak dari bungsu Adipraja itu .
__ADS_1
BUGGHHH ...
Dan tubuh tinggi besar itu kembali terkapar di lantai , Dewa menghampiri tubuh yang masih ada di lantai itu . Dengan sisa tenaga yang ia miliki ia duduk berjongkok di atas tubuh Jason dan memukulinya dengan membabi buta .
" Jangan pernah bermimpi untuk memilikinya , karena sampai matipun aku tidak akan pernah melepaskan dia "
BUGGHHH ... BUGHHHHH
Empat penjaga diluar yang melihat bosnya dipukuli hingga sudah bersimbah darah segera menghambur masuk .
" Bagaimana ini , sepertinya di luar sedang ada keributan ??!! "
" Apa yang harus di khawatirkan ?? Teman teman kita di bawah sudah bersenjata lengkap semua , lagian tidak ada bunyi tembakan . Mungkin mereka sedang bermain dengan wanita di bawah "
Ketiga temannya hanya terkekeh , upah mereka kali ini memang lumayan besar jadi adalah hal yang mudah untuk mencari kesenangan .
" Kita selamatkan bos dulu . Tapi sebelum itu kita akan bersenang senang dengan dia terlebih dahulu . Jadi tugas kita bisa selesai "
Dewa waspada ketika ke empat orang bertubuh tambun itu mendekat ke arahnya . Jika saja satu lawan satu mungkin dia bisa mengatasinya , tapi bukan hal yang mudah untuk menumbangkan mereka sekaligus jika main keroyokan seperti ini .
Dua orang langsung memegangi tubuhnya sedang dua lainnya bersiap untuk memberikan pukulannya . Dan tiba tiba dari arah pintu ....
BRRAAAKKK
" AKU BUNUH KALIAN JIKA BERANI MENYENTUHNYA !!!! "
__ADS_1