
Sono mengernyit ketika melihat gadis pengasuh putrinya tampil berbeda malam ini . Mengenakan setelan baju tidur panjang dengan menggerai rambut panjangnya , pria itu juga bisa melihat gadis itu mengaplikasikan make up tipis di wajahnya .
" Tuan .... "
Wajah gadis itu sedikit gugup ketika mengetahui keberadaan Sono yang baru saja pulang kerja .
" Kau tidak menunggui Anandara ? Di mana dia ? "
" Dia sedang tidur di boxnya . Tadi saya haus jadi pergi turun ke dapur , dan saya berpikir untuk sedikit membantu maid untuk menyiapkan makan malam "
" Apa aku pernah bilang jika menyiapkan makan malam adalah salah satu tugasmu ?! "
" Tidak Tuan " jawab Anna menundukkan kepalanya .
Tadi Vio sedikit mendadaninya dengan mengoles sedikit make up , tapi hasilnya luar biasa karena pada dasarnya Anna adalah gadis yang sangat cantik .
Vio ingin Anna memulai misinya untuk membuat hati Sono tertarik padanya . Suaminya adalah pria dewasa dan pasti butuh pelampiasan untuk hasrat laki lakinya . Selama menikah tak satu kalipun pria itu meminta haknya .
Mungkin pria itu tidak tega karena kondisi tubuhnya yang lemah walau Vio yakin Sono pasti sudah berusaha keras menahan semuanya .
" Jika Dara jatuh dari box apa kau mau menanggung akibatnya hahh !!!! "
" Maaf tuan saya tidak bermaksud begitu ' kata Anna terbata karena mendengar suara Sono yang sudah meninggi .
" Tidak usah marah marah !! Suaramu menggangguku . Anakmu masih sangat kecil jadi dia tidak mungkin melompat dan terjatuh dari boxnya . Tenang saja aku rasa dia lebih pintar darimu dalam hal mengurus anakmu "
__ADS_1
Suara itu membuat Sono menoleh , dia melihat istrinya sudah ada di ruang tengah menonton televisi . Senyumnya seketika mengembang , dia lega setidaknya Vio tidak lagi mengurung dirinya di dalam kamar lagi .
" Kembali ke kamar , lakukan tugasmu dengan baik " kata Sono sebelum melangkahkan kakinya menuju istrinya .
" Tapi Nona muda ... "
":Kau ingin melawan kata kataku ?!! " ketus Sono mulai tersulut emosinya , dia tak suka jika Anna tidak memperhatikan putrinya .
" Anandara bersamaku , dia sedang tidur di sisiku . Kau keberatan !? "
" Apa ? Dara bersamamu ? "
" Tadi nyonya meminta saya membawa Dara ke bawah " lirih Anna yang masih ketakutan melihat kemarahan majikannya .
" Bersihkan dirimu sebelum menyentuh Dara !! " sinis Vio ketika melihat pria itu ingin mencium pipi bayi gembul yang masih tertidur pulas disampingnya .
" Aku tahu sayang ehh ... Nona "
Dengan senyum bahagia Sono segera bergegas membersihkan diri di kamar , ia ingin segera kembali bersama anak dan istrinya . Sono ingin menikmati momen yang tak pernah ia dapatkan selama ini yaitu kebersamaan bersama keluarganya .
Setelah selesai Sono kembali bergegas ke bawah dan ia lihat putrinya sudah bangun dan digendong oleh istrinya .
" Hei cantik ... anak Papa sudah bangun ? Mau di gendong sana Papa enggak !? "
" Enggak ... "
__ADS_1
" Hei tapi aku bertanya pada putriku Nona "
" Tapi makanan sudah siap , Anna sudah selesai menyiapkan makan malamnya "
" Baik jika kau sudah lapar , aku bawa makanannya kesini "
" Tidak ... maksudku jangan !! Aku belum lapar , kau makanlah lebih dulu Anna yang akan melayanimu "
Sono menghentikan langkahnya dan berjalan perlahan kembali pada anak dan istrinya .
" Dia bukan istriku , jadi dia tidak punya kewajiban apapun untuk melayaniku ... " ujar Sono sambil duduk berjongkok dengan tangan ia letakkan di kedua kaki istrinya .
" Kau juga bukan suamiku jadi kau tidak berkewajiban untuk melayaniku "
" Ingat ini ... kau Nona ku , ada hati yang harus aku jaga ! Aku bukan pria sempurna , tapi aku akan menjaga ikatan kita agar tetap suci . Kau tahu maksudku kan Nona ? "
" Kau tidak harus menjaga apapun untukku , kau pria bebas "
" Dengarkan aku , aku tahu kau tidak atau belum mengingatnya dan aku tidak akan memaksamu untuk mengingatnya . Tapi kau dan aku sudah terikat janji suci dalam sebuah pernikahan . Hormati itu ... "
Violetta membuang mukanya , baru kali ini Sono bersikap tegas padanya . Hatinya sedikit tercubit mendengar kata kata itu .
" Aku tahu Anna gadis yang cantik , tapi cintaku tidak selemah itu sayang "
Setelah berkata seperti itu Sono langsung berdiri dan meninggalkan istrinya menuju ruang makan . Sedangkan Vio terdiam dalam duduknya , dia merasa pria itu tahu apa yang akan dia lakukan .
__ADS_1