
Jerry sudah pulang dari tadi karena istrinya yang sedang hamil muda tidak bisa ditinggal lama lama . Dan tinggallah Sono yang berada di kamar itu . Dia sedang duduk dengan fokus menghadapi layar laptopnya , berkoordinasi dengan Bertha tentang masalah perusahaan .
Besok Dewa sudah boleh pulang , itu artinya kondisi bosnya sudah lumayan stabil . Tapi tetap saja untuk sementara ini harus istirahat di rumah .
" Son .... "
" Ya Bos .... "
Sono menutup laptopnya kemudian mendekat pada atasannya itu .Tampaknya Dewa sudah bangun .
" Sudah lama aku disini !? "
" Dari tadi siang Bos , tidak usah berpikir macam macam dulu ! Bos hanya kelelahan saja , dan meeting tadi juga sudah aku atasi . Besok Bos sudah boleh pulang jadi aku harap bos benar benar bisa istirahat di rumah "
" Apa aku terlihat lemah !!? "
" Wajarlah .... bos kan memang dalam kondisi yang masih sakit "
" Maksudku , diantara ketiga kakakku apa aku yang terlihat paling lemah ?? "
Sono tersenyum kecil mendengar pertanyaan yang terdengar sedikit kekanakan itu .
" Kurasa aku tidak perlu menjawabnya karena bos juga akan tahu sendiri . Sekarang bayangkan apa yang terjadi jika Bos Bumi dipisahkan dari Nyonya Aira ... satu bulan saja . Seperlima dari waktu Bos dan nyonya Jasmine terpisah . Bisa gila dia !!! Jangankan berpikir tentang Adipraja , di otaknya pasti hanya memikirkan cara untuk bertemu kembali dengan istrinya . Jungkir balik ini perusahaan ... Begitupun dengan Bos Jerry dan Bos Adam . Masih ingat cerita tentang Bos Jerry yang tumbang hanya karena beberapa minggu ditinggal nyonya Nayya kan ?? "
__ADS_1
Dewa menghela nafas panjang , dia baru menyadari jika pertanyaannya sangat kekanakan . Karena kadang ia berpikir bahwa dia bukan siapa siapa jika dibandingkan dengan ketiga kakaknya .
Bahkan untuk menjaga dirinya sendiri saja ia belum mampu . Dan ketiga kakaknya yang lebih sering menyelesaikan masalah yang dia miliki .
" Ada yang tahu aku disini ?? '
" Tidak ... Bos Bumi bahkan melarang media meliput , tak ada seorang pun tahu kecuali kita . Vio juga hanya tahu bos pingsan , tapi tadi kami sempat melanjutkan meeting jadi dia juga tidak mengikuti kita "
" Jangan sampai kakakku dan istriku tahu "
" Ckk ... aku hampir babak belur gara gara itu , semua mengcover kejadian ini hanya agar para nyonya Adipraja tidak tahu "
Dewa menghela nafas merasa lega , setidaknya dia tidak membuat panik keluarganya . Beberapa hari ini dia memang merasa sangat kelelahan tapi semangatnya telah kembali saat pulang dari London .
" Tuan ada tamu ... "
Dewa dan Sono saling melihat , padahal baru saja mereka membicarakan ini . Bahwa tidak ada yang tahu keberadaan Dewa saat ini . Sono langsung melihat keluar untuk melihat siapa yang sedang ada di luar .
" Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun . Aku ingin istirahat , badanku masih lelah sekali " seru Dewa sebelum Sono mencapai pintu ruangannya .
" Vio ... " lirih Sono sedikit terkejut .
Dengan sigap dia keluar kamar dan menghadang jalan wanita seksi itu agar tidak masuk ke ruangan Dewa .
__ADS_1
" Maaf nona Vio , tapi CEO kami sedang istirahat dan untuk saat ini dia belum bisa di jenguk "
" Aku hanya ingin melihatnya , bukan ingin mengganggunya . Kenapa kau terlalu melindungi dia ?? Aku tidak akan berbuat sesuatu yang akan menyakitinya . Aku kesini hanya untuk menunjukkan rasa empatiku "
" Saya tahu itu Nona , jangan salah paham dulu . Dokter menyarankan dia untuk istirahat total sementara waktu . Maaf sekali mungkin lain kali Nona bisa menengok dia "
" Baik jika begitu , kalian selalu menilai buruk niat baikku ! Tidak masalah ... aku permisi "
Sono menghampiri salah satu orangnya yang berjaga di.ointu masuk ruangan Dewa .
" Aku ingin keluar sebentar untuk minum kopi ... jangan sampaii kalian lengah seperti tadi !! Tuan muda benar benar butuh istirahat , jangan sampaii ada orang yang menjenguknya terlebih dahulu "
" Baik , kami mengerti ... "
Karena merasa sedikit lelah Sono kemudian bejalan ke arah kantin untuk membeli secangkir kopi untuk menemaninya merokok di area taman rumah sakit .
Selesai merokok dan menghabiskan kopinya Sono segera pergi ke kamar tuan mudanya . Tapi ia dikejutkan dengan para penjaga yang sudah duduk tertidur di kursi depan . Begitupun pengawal yang duduk tersebar untuk mengawasinya Dewa , mereka semua seperti sedang tertidur di kursi masing masing .
Sono menghambur berlari menuju kamar Dewa ....
" Ya Tuhan ... Bos !! "
" Bangun kalian !!! "
__ADS_1