FOR 365

FOR 365
8


__ADS_3

Jasmine tampak tersenyum senyum di depan meja riasnya , malam ini setelah sekian abad ia merasa di kurung oleh monster tampan itu akhirnya sang suami mengajaknya untuk makan malam di luar .


Dewa bilang setelah makan malam dia juga ingin mengajak dirinya berkumpul bersama teman teman masa kuliahnya dulu . Jasmine senang setidaknya dia tidak menjadi tahanan rumah lagi walaupun dia hanya boleh keluar jika hanya bersama suaminya .


" Sudah siap ?! "


Jasmine menoleh ke arah suara di belakangnya . Dewa memang selalu mempesona , tampil casual dengan kaos putih dengan outer jas setengah formal , ripped jeans dan sneaker putih .



" Sudah .... "


Jasmine mengernyitkan dahinya ketika Dewa malah memakai mobil Land Rovernya bukan mobil sport yang biasa ia pakai .


" D ... nggak salah pakai ini ? "


" Ada temen yang mau ikut pulang sama kita . Rumahnya ada di sekitar sini jadi kita searah, nggak mungkin kalau kita pakai lambonya " jawab Dewa yang kemudian perlahan memacu mobilnya .


Sebelum berangkat tadi seorang teman mengirimkan pesan bahwa pulangnya nanti dia ikut mobil Dewa karena mobilnya sendiri tadi mogok .


Setelah selesai makan malam Dewa segera meluncur ke tempat teman temannya sudah menunggu . Dewa sengaja makan malam terlebih dahulu sebelum berkumpul agar dia dan istrinya bisa lebih menikmati makanan mereka .


Tak berapa lama mereka sampai di sebuah kafe sederhana yang cukup ramai malam itu .


" D ... beneran di sini tempatnya !? " tunjuk Jasmine pada kafe yang terlihat di depan mereka .

__ADS_1


" lya , kenapa ?? Ayo turun "


" Tidak mau !! "


" J ... "


" Kau turunlah !! Aku tunggu disini saja "


Dewa menghela nafas panjang , walau sudah bisa berubah tapi nyatanya sikap arogansi dan ingin selalu menang.sendiri wanita itu masih lekat pada dirinya . Dewa tahu kafe seperti ini bukan tempat nongkrong yang asyik buat istrinya .


" Ayo .. nggak sopan kalau kamu nggak ikut , tanggung udah sampai sini "


Akhirnya Jasmine turun dan mengikuti langkah suaminya . Sebenarnya bukan karena dia tidak suka dengan tempatnya . Dia hanya malas bertemu dengan orang orang baru . Dia lebih suka jika malam ini dia habiskan berdua dengan suaminya .


Dewa menyapa seseorang yang duduk di salah satu sudut kafe . Pemuda bernama Bimo itu tersenyum lebar melihat kedatangan Dewa bersama pasangannya . Pemuda bertubuh gendut itu terlihat sangat antusias .


" Hai Dewa lama tidak bertemu , kau seperti di telan bumi . Ini pacarmu ? Dia cantik sekali .. hai "


" Jangan cari kesempatan !! Dia istriku .. "


Jasmine hanya tersenyum ketika melihat Dewa menepis tangan sahabatnya yang ingin berjabat tangan dengannya . Pria itu juga langsung merengkuh pinggangnya seakan mengumumkan kepemilikan atas sang istri .


" Dimana yang lain ? Kukira aku yang sudah telat "


" Ya maklumlah Wa ... Mereka kan udah jadi orang orang sibuk . Waktu mereka pasti sangat terbatas ... Delon jadi asisten pengacara kondang , Raffa denger denger jadi pengusaha terus Sigit jadi akuntan pokoknya temen temen kita udah pada sukses !! "

__ADS_1


" Terus kamu ?? "


" Lhahh kalau aku sih beda nasib , udah ngelamar sana sini tapi belum juga beruntung . Serabutan lah yang penting bisa makan dari duit halal . Kamu kerja di mana sekarang Wa !? "


" Pegawai perusahaan ... "


" Keren kamu , udah jadi pegawai ditambah punya bini kayak artis "


" Bisa saja , kalau minat kamu bisa bekerja bersamaku . Sepertinya sih denger denger ada lowongan pekerjaan di sana "


" Kamu kerja di perusahaan apa ?? Aku sih nggak muluk muluk jadi OB juga nggak apa apa ... Otakku pas pasan nggak bisa mikir yang ruwet ruwet "


" Adipraja .... Tapi kamu salah satu lukusan terbaik jurusan bisnis kan "


" Dia pasti bisa membantumu dia ... "


" Sayang ... "


Dewa menggelengkan kepalanya saat sang istri ingin mengatakan sesuatu tentang dirinya . Dan Jasmine tampaknya mengerti , kadang ia tak mengerti jalan pikiran suaminya . Padahal dia adalah seorang CEO tapi suaminya bilang pekerjaannya hanya seorang pegawai perusahaan .


Tak berapa lama datanglah tiga pemuda gagah yang masing masing menggandeng pasangannya . Jasmine mengalihkan pandangannya karena dia tidak suka senyum culas ke enam orang yang datang mendekati mereka . Sangat berbeda dengan Bimo yang humble dan ramah .


" Hai Dewa ... Bimo "


Salah seorang dari mereka terdengar menyapa , kelima sahabat itu terlihat bersalaman dan sekilas berpelukan . Mereka mengenalkan pasangan masing masing , ketiga gadis itu terlihat menatap sinis pada Jasmine yang malam itu terlihat sangat cantik dan elegan .

__ADS_1


__ADS_2