
" Nggak kasihan kamu sama Dewa Yank ? Udah tiga bulan lhohh , dulu aku aja yang cuma sehari nggak ketemu kamu rasanya kepengen mati "
" Aku serahkan semua sama Jasmine Mas , kalau dia udah siap ketemu ya aku juga enggak bakalan melarang kok "
Bumi menghela nafasnya , ada orang orangnya yang dia susupkan di antara para pengawal Dewa hanya untuk memantau keadaan adik iparnya itu . Dan yang ia dengar Dewa sudah berubah total .
Pria hangat yang rendah hati itu berubah menjadi arogan dan perfeksionis . Hari harinya hanya ia habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan .
Wicaksono malah pernah menelponnya sekali hanya untuk mengeluh kewalahan dengan sistem kerja Dewa yang sangat ketat . Bungsu Adipraja itu selalu ingin menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin , seperti tak ada hari esok saja .
Bumi sangat memaklumi perubahan itu , karena ia pernah merasakan apa artinya kehilangan . Dia salut Dewa bisa bertahan walau telah berubah menjadi ' singa ' seperti dirinya .
" Besok coba kamu bicara lagi sama Jasmine , sebelum Dewa berubah jadi mayat hidup ! Mas jadi nggak tega... "
" Bukannya aku tega , tapi kesalahan dia itu fatal Mas !! Merendahkan wanita yang seharusnya ia jaga dengan jiwa dan raganya .... sama saja dia menghina aku dan ibu ! "
" Iyaaaa ..... "
Bumi mengalah karena ia tahu jika terus saja bicara pasti ujung ujungnya dia juga yang kena . Sampai saat ini pun kesalahannya dulu masih saja jadi topik jika ada salah satu pilar Adipraja yang melakukan kesalahan .
" Capek Yank ? Kok kelihatannya lemes banget gitu "
" He em , untung saja ada Jasmine yang bantuin . Dia cekatan banget anaknya , tanggap tanpa disuruh " jawab Aira yang tahu akan kemana arah pembicaraan Bumi . Pria itu masih saja menggilai tubuhnya .Hampir setiap malam mereka mencurahkan hasrat dan cinta mereka .
" Oooo gitu ya ... mau di lulur nggak !? Pijet pakai yang kemarin kamu beli itu , butter yang aroma terapi "
__ADS_1
" Ckk jangan pakai itu mahal tau !! "
" Satu toko aku beliin buat kamu besok "
" Ckk ... nggak pabriknya sekalian Mas !?? " gerutu Aira pelan , tapi sepertinya kata katanya ditanggapi sangat serius oleh suaminya .
" Ok apapun untukmu sayang ! Besok Mas beli pabriknya tenang aja , kamu bisa puas puasin pakainya ... Awwwhh !!! Ya Allah kenapa Mama sama kamu hobi banget nyubit aku sih Yank !! "
Bumi mengelus elus lengannya yang baru saja dicubit istrinya .
" Ya udah nggak usah pakai begituan , cepetan buka bajunya Yank udah kangen banget ini ... "
" Biasanya juga di robek , tumben pakai
SRRREEKK
" Masss !!!!! "
*
Tiga bulan berlalu , hidup Dewa tambah tidak karuan . Dia benar benar menjadi sosok arogan yang gila kerja . Dia tak pernah mentolerir kesalahan dalam perusahaannya . Adipraja sangat maju di tangannya walau banyak pekerja mengeluh dengan sifatnya yang perfeksionis .
" Bos nggak capek ?? "
" Capeklah , kamu pikir aku robot !? "
__ADS_1
" Mau nanya ini ya bos , tapi jangan marah "
" Nggak usah nanya kalau begitu !! "
" Ckk .. gitu amat sih jadi orang bos ! Kok bos udah nyerah sih nyariin Nyonya ?? "
Dewa meletakkan berkas yang tadi di lihatnya dan kemudian ia menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya .
" Ngapain nyari kalau aku sudah tahu dia dimana ?? "
" Kalau bos tahu kenapa enggak di ajak pulang sih bos !? "
" Kesalahanku fatal Son , dan aku hanya memberinya waktu agar dia siap kembali padaku "
" Tapi bos menjadi tersiksa seperti ini , bos jadi workalholic parah " keluh Sono yang sebenarnya juga capek karena terkena imbasnya .
" Aku bisa gila jika terus saja mengingatnya , hanya dengan bekerja aku bisa sedikit melupakan dia "
Dewa lama lama tahu karena memang ada hal hal ganjil yang ia rasakan . John Effendy sangat menyayangi istrinya tapi ketika ia mengabarkan hilangnya Jasmine pria itu terlihat sangat tenang dan tidak panik .
Jerry dan Adam yang punya tangan dan mata ajaib pun tidak mampu menemukan istrinya . Padahal biasanya mereka tidak mudah menyerah , semakin sulit ditemukan maka mereka akan semakin tertantang untuk menemukannya .
Bahkan Bumi yang merupakan pilar utama Adipraja tidak bisa mewujudkan permintaannya yaitu menemukan istrinya . Ada seseorang yang membuat tembok pelindung agar istrinya tidak dapat ditemukan . Dan hanya satu yang mampu melakukan ini semua , kakaknya sendiri Aira Prameswari Adipraja .
Tapi Dewa sudah bertekad suatu saat akan menjemput istrinya . Dia pasrah jika harus menerima murka dari lbu dan kakaknya . Dan jika Jasmine belum siap untuk kembali padanya ia juga tidak akan memaksanya . Dewa hanya ingin bertemu dengan sang istri , karena rasa rindu ini perlahan membunuhnya .
__ADS_1