
" Akkkhhh .... "
Dewa bangun tersadar dan merasakan sakit di seluruh badannya , matanya memicing ketika merasa tertidur di lantai yang dingin dengan tangan yang sudah terikat di belakang .
Dia memandang sekelilingnya , ternyata dia sudah tidak di ruangan rumah sakit lagi . Dia ada di sebuah kamar pengap cukup luas yang sepertinya sudah lama sekali tidak di tempati .
Dewa berusaha duduk dan menyandarkan punggungnya yang terasa sangat sakit . Dia tidak ingat sama sekali kenapa atau bagaimana ia bisa ke tempat seperti ini . Tapi dia tahu dia sedang di culik oleh salah satu musuhnya . Dan dia bisa meraba siapa di balik ini semua .
Dia bisa mendengar sayup sayup suara orang di luar pintu kamar ini . Ada lebih dari dua orang yang sepertinya menjaga pintu itu .
CEKLEKK ...
Pintu terbuka dan terlihat dua orang pria berdiri di depannya . mereka memandang sinis pada pria tampan yang duduk bersandar di pojok ruangan itu .
" Cihhh ... mereka bilang Adipraja tidak tersentuh , nyatanya hanya dalam sepuluh menit saja kita bisa membawanya !! Adipraja cuma sekumpulan badut yang mengaku dirinya sendiri sebagai seorang yang super "
BUGGHHHH ...
Salah satu orang itu menendang bahu Dewa hingga pria muda itu jatuh kembali di atas lantai .
" Jika kau ingin melawan seorang badut , maka lepaskan ikatan ini . Badut ini dengan senang hati akan melayanimu " lirih Dewa dengan merasakan sakit di bagian bahunya .
Walau tubuhnya masih lemah tapi ia rasa bisa jika hanya melawan dua orang di depannya .
" Jangan membuat ulah , bukannya bos bilang kalau dia sendiri yang akan menghabisi orang ini . Jika kita melanggar maka kita sendiri yang akan berakhir di tangannya !! Tiga jam lagi mungkin dia baru tiba di tempat ini "
" Ckk ... cuma pria seperti dia harus menunggu bos !! Hei ... kau beruntung karena kami tidak menghajarmu kali ini "
__ADS_1
Dewa hanya diam saja tanpa berniat meladeni mereka , yang dibutuhkan sekarang adalah istirahat dan mengumpulkan tenaganya agar bisa segera keluar dari tempat ini . Disaat seperti ini hanya wajah istrinya yang bisa membuatnya tenang dan berpikir positif .
Dua orang itu segera keluar dari ruangan itu dan kembali menguncinya .
*
Sekitar jam tiga dini hari Sono sudah berada di depan pintu kamar hotel Violetta . Walau sebenarnya sungkan tapi demi menyelamatkan kepalanya dia terpaksa datang ke tempat ini .
Dengan menggunakan sebuah kunci sakti yang ia punya ia berhasil membuka pintu kamar milik wanita itu . Sono sengaja datang sendiri agar tidak menimbulkan keributan di dalam hotel .
Keadaan tampak sangat gelap dengan bau alkohol yang amat sangat menyengat , dia berpikir mungkin wanita itu sedang mabok dan tertidur . Tapi dia terperanjat ketika tiba tiba seseorang memeluk tubuhnya dari belakang . Dia sangat tahu siapa pemilik tubuh yang memeluknya .
" Dewa ... akhirnya "
Jika saja bukan seorang wanita Sono bisa saja membanting tubuh itu agar menjauh darinya , tapi entah dia hanya bisa terpaku saat tubuh itu memeluknya dengan erat .
Mata Sono nyalang mencari lampu untuk dinyalakan agar wanita itu sadar dengan siapa dia berhadapan .
" Aku tahu kau akan ke sini sayang , touch me please "
Tubuh Sono merinding sekaligus bergejolak ketika merasakan sentuhan kulit lembut wanita di depannya . Dalam keremangan cahaya itu dia bisa melihat Vio.melepas jubah tidurnya dan apa yang ada di dalamnya sudah polos sempurna .
Tubuhnya seperti berada di luar kendalinya karena apa yang ia lakukan sangat bertentangan dengan apa yang dipikirkannya .
" Ya Tuhan ... cobaan apa yang kau berikan padaku . Sono sadaaarrr !! Bangun .... bangun kau harus menginterogasi dia bukan tidur dengannya !! "
" Tidak bukan kau yang akan menidurinya , tapi dia sendiri yang menginginkan untuk menidurinya . Sangat sayang jika kau melewatkannya"
__ADS_1
Otak baik dan otak jahatnya sedang berperang sengit , dan sepertinya otak jahatnya yang menang . Sono pasrah ketika tubuhnya direbahkan diranjang dengan tubuh polos Vio yang sudah ada di atasnya .
Vio menuntun kedua tangan Sono untuk menyentuh setiap jengkal tubuhnya . Pria itu menggeram pelan ketika tangannya sudah berada di atas dua bukit dengan ukuran cukup besar itu . Dua bukit yang akhir akhir ini sangat membuatnya penasaran .
Dengan nafas memburu pria itu membalikkan keadaan . Dia menindih tubuh Vio setelah melucuti pakaiannya sendiri .
" Kau yang meminta ini nona ... jangan salahkan aku !! "
Dengan lahap ia mengulum dan bermain di kedua puncak bukit itu bergantian , sedang satu tangannya sedang bergerak untuk memanjakan area bawah wanita dalam kungkungannya . Hingga Vio menjerit manja ketika sampai pada klimaksnya .
Tanpa mau membuang waktu Sono segera memposisikan dirinya pada permainan intinya . Sedikit kesulitan di awalnya , Sono masih merasakan sangat sesak di bawah sana . Tapi hasratnya sudah menguasai hingga ia tetap saja memaksa untuk memasukinya .
" Euugghh ... sakit !! "
" Rileks , sebentar lagi ... aku juga sedang berusaha nona "
Setelah beberapa kali mencoba akhirnya dia bisa masuk seutuhnya ke dalam kehangatan yang membuatnya gila . Gerakan yang pada awalnya lambat semakin terpacu dengan cepat ketika keduanya sudah bisa sama sama menikmati penyatuan itu .
" Faster baby .... "
Bisikan lirih dari Vio mampu membuat Sono bergerak lebih cepat lagi , dan akhirnya keduanya tumbang setelah mereka sama sama terpekik dalam gulungan rasa nikmat .
Sono memeluk tubuh polos di sampingnya , Vio ternyata sudah tertidur tanpa menyadari siapa sebenarnya pria yang sudah mengambil makhkota miliknya .
Dan Sono pun sadar akan hal itu , ia sadar jika dia sudah merenggut apa yang sebenarnya belum boleh ia ambil .
" Aku akan bertanggung jawab dan aku tak akan pernah melepasmu setelah ini , Violetta !! "
__ADS_1
~ Wicaksono !!!! Sepertinya kamu belum pernah di gebuki reader berjamaah ya ... Yang lain lagi bingung nyari Dewa eehhhh kamu malah indehoy sama perawan 😡😡😡 !!! Betewe dukung terus emak yaa like vote n comen , sukur sukur kembang kopinya 😘😘 ~