FOR 365

FOR 365
98


__ADS_3

Siang ini jalanan cukup.ramai , Sono sengaja mengendarai motornya untuk makan siang kali ini . Biasanya dia akan makan di kantin untuk menghemat waktu dan tenaga , tapi karena hari ini free alias tidak ada meeting maka ia ingin suasana lain siang ini .


Seperti ketika meletus balon hijau , jika boleh jujur hidupnya amat sangat kacau !! Walau tetap bisa profesional mengerjakan semua tugasnya , tapi jauh di dalam sana ada lubang hitam yang semakin lama semakin besar .


Lubang kesedihan dan keterpurukan karena kehilangan belahan jiwanya . Berusaha sekuat apapun Sono tetap tak bisa menghilangkan rasa itu . Bukannya membenci Vio , semakin hari cintanya malah semakin menjadi besar .


Sono menghentikan motornya ketika lampu traffic berwarna merah , panasnya sinar matahari tak ia rasakan lagi . Dia menjadi lebih sering memakai motornya karena berharap angin yang menerpanya bisa membawa beban sakit hatinya .


BRRAKKKK ....


Seorang pria terlihat jatuh di trotoar karena di tabrak pemotor yang melanggar lampu jalan . Karena simpati Sono menepikan motornya dan menghampiri pria yang duduk terjatuh di aspal panas itu .


" Anda tidak apa apa Pak ??


Pria itu menggeleng tapi wajahnya seketika meringis kesakitan ketika sedang mencoba untuk berdiri .


" Apa kita pernah mengenal sebelumnya ?? Saya seperti tidak asing dengan anda " kata Sono sambil menuntun pria tadi untuk duduk.di trotoar .

__ADS_1


" Terima kasih sudah menolong saya , saya bekerja di hotel jadi kadang banyak yang mengenal wajah saya "


" Apa anda bekerja di hotel XXX ? "


" Ya ... bagaimana anda tahu !? "


Sono hanya tersenyum , dia ingat saat terakhir datang di kamar Vio pria itu sedang membersihkan kamar . Mungkin saja Vio yang memanggil room service .


" Anda ingat pernah bertemu saya di Jabar nomor 616 !? "


" 616 ? Aps anda adalah orang yang akan menikah dengan seorang nona muda yang yang tinggal di kamar itu ? Tapi batal karena dini hari dia tiba tiba check out . Hanya itu yang saya tahu karena hari itui kebetulan saya shift pagi "


" Maaf tapi saya tidak bisa lama lama menemani anda , sebentar lagi jam masuk kantor saya "


" Tidak apa apa , saya sangat berterima kasih karena anda sudi menolong saya "


Setelah itu Sono segera melesat ke arah kafe yang tadi ia tuju . Hatinya sedikit tercubit ketika mendengar calon istrinya lari sesaat sebelum pernikahan mereka .

__ADS_1


Bahkan memintanya agar jangan pernah untuk mencarinya . Sepertinya Violetta benar benar ingin membalas sakit hatinya dengan lari di hari pernikahan mereka .


*


" Daddy bisa menjaga ini agar mereka tidak mengetahuinya kan ?? "


" Kau sangat tahu siapa Daddy , walau sebenarnya Daddy tidak begitu setuju jika kamu menyembunyikan ini dari dia . Kau terlalu menyepelekan cintanya sayang "


" Cintanya belum sedalam itu padaku , dia menikahiku karena rasa tanggung jawabnya padaku ! "


" Jangan berbohong pada Daddy , kau tahu benar dia sudah jatuh cinta padamu . Kau hanya tidak ingin menjadi beban untuknya , kau tidak ingin dia ikut merasakan penderitaanmu !!! "


Pria parubaya itu mengelus lembut rambut putrinya yang saat ini terbaring di ranjang warna putih . Gadis berwajah sedikit pucat itu kemudian terisak .


" Baru kemarin Vio kenal dia Dad , baru kemarin kami mencoba memulai semua dari awal . Kenapa akhirnya harus begini !! "


" Semua pasti baik baik saja , dia pria baik suatu saat pasti dia akan mengerti alasanmu untuk membatalkan acara pernikahan kalian di hari itu "

__ADS_1


" Vio takut Daddy ... Vio masih ingin hidup "


Gaffar semakin mengeratkan pelukannya pada putrinya .


__ADS_2