FOR 365

FOR 365
4


__ADS_3

Setelah selesai mandi Dewa turun bermaksud untuk makan siang . Dia melihat Jasmine sedang duduk di ruang tengah menonton televisi .


" Aku lapar ... "


" Aku tahu ! Tunggu sebentar lagi " jawab Jasmine masih dengan mata yang fokus ke layar televisi .


" Apa maksudmu aku harus menunggumu menonton televisi sementara aku sudah kelaparan !? " sinis Dewa mulai dengan mode juteknya .


" Aku sudah memesan makanan dari kafe di bawah , sebentar lagi pasti datang ... "


" Tapi aku lebih suka kau yang memasak , kau istriku jika kau lupa itu "


" Tidak .. aku tidak akan lupa jika aku istri kontrak satu tahunmu . Jika kau mau makan telur gosong maka dengan senang hati akan aku buatkan lagi untukmu "


" Kita tidak pernah melakukan kontrak atau apapun itu !!! Dan pagi tadi aku tidak memakan telur buatanmu karena telur itu memang tidak bisa di makan "


" Terserah "


Tak lama pesanan makanan mereka datang dan Jasmine segera menyiapkan semua di meja makan . Dan mereka makan dengan tenang seperti biasanya .


" Setelah ini bersiap siaplah "


" Kau akan mengusirku ?? "


" Ckk ... kita akan ke butik . Malam ini ada acara makan malam dengan klien "


Mata Jasmine langsung bersinar ketika mendengar kata ' butik ' , sepertinya sudah sangat lama dia tidak pergi berjalan jalan shoping seperti saat dulu lagi .


" Benarkah kita akan ke butik ?! Aku bisa pilih baju semauku kan ?? "


" Hemmm .. "

__ADS_1


Setelah selesai makan Dewa membantu Jasmine membereskan meja makan dan menunggu.wanita itu bersiap siap setelahnya . Dia membaca pesan pesan yang menumpuk dari kakaknya .


Setiap jam makan pasti Aira akan mengirim pesan untuk mengingatkan Dewa . Mungkin kakaknya khawatir jika dia mengabaikan kesehatannya karena kesibukannya menjadi CEO Adipraja .


Dengan pandangan datar Dewa melihat ke arah Jasmine yang sudah turun , tak ia pungkiri wanita yang menjadi istrinya itu tampak sangat cantik dan seksi .


Jasmine mengenakan dress tanpa lengan berwarna peach dengan panjang hanya satu jengkal di atas lututnya . Paha putih mulus itu hampir terekspose sempurna .


" Ganti bajumu ... atau kita tidak jadi pergi "


Jasmine hanya mengernyitkan dahinya , dia memandangi dirinya sendiri . Tapi sepertinya tak ada yang salah dengan penampilannya .


" Tidak ada yang salah , aku tampil cantik . Kau tidak akan malu membawaku sebagai pasanganmu "


" Aku bilang ganti bajumu !! "


" Tidak mau ... "


" Jasmine Leona Effendy !!!! "


Jasmine terbiasa berpenampilan seksi , sangat seksi malah ! Hingga kadang Dewa harus benar benar berperang dengan akal sehatnya .


Pernah suatu malam Dewa melihat gadis itu tidur dengan baju tidur bahan satin yang mencetak dengan jelas setiap lekuk tubuhnya . Dan bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya , Dewa mengalah pindah tidur di sofa ruang tengah . Dia tidak mau semalaman terjaga karena disuguhi pemandangan indah seperti itu .


Setelah berganti baju dengan dress panjang mereka segera pergi ke butik yang ada di tengah kota . Dewa duduk diruang tunggu sedang Jasmine dengan sangat bersemangat memilih baju yang akan di pakainya .


Sebelumnya ia sudah di ultimatum sang suami agar tidak mengenakan pakaian terbuka nanti malam . Hingga terpaksa ia memilih baju yang sebenarnya bukan seleranya .


" Sudah ... "


Dewa mendongak ketika mendengar suara sang istri , dia melihat Jasmine sudah menenteng beberapa paper bag di tangannya . Sepertinya wanita itu sudah membayar semua belanjaannya .

__ADS_1


Tapi dahinya berkerut ketika tak menerima notif transaksi di ponselnya . Kartu gold yang diberikan pada sang istri terhubung langsung dengan ponselnya .


" Kau sudah membayar semuanya ?? "


" lya ... "


" Siapa suruh kau bayar baju baju itu ?? "


Jasmine terlihat sedikit bingung dengan pertanyaan itu , dia terbiasa membeli semua kebutuhannya sendiri . Dia memang membayar sendiri baju baju itu menggunakan kartunya sendiri .


" Apa aku salah lagi kali ini !!?? "


" Kita pulang "


Dewa melangkah keluar butik menuju arah mobilnya . Sebenarnya banyak yang akan ia katakan tapi tempat dan waktu sepertinya tidak mendukung kali ini .


Sampai di rumah Dewa meminta Jasmine untuk duduk di ruang tengah , dan dia sendiri duduk tepat di samping istrinya .


" Aku ingin bicara , jangan menyela jika aku belum selesai bicara ... mengerti ?! "


Jasmine tidak menjawab , tapi Dewa tahu istrinya mengerti dengan apa yang dia minta .


" Lain kali gunakan kartu yang aku berikan padamu untuk membayar semua kebutuhanmu . Kau istriku , itu artinya kau adalah tanggung jawabku . Aku tahu kau punya tabungan sendiri dan aku yakin dengan jumlah fantastis . Tapi simpan itu , kau boleh menggunakannya sekali sekali ketika pergi sendiri atau bersama teman temanmu . Jika bersamaku kau hanya akan bergantung padaku . Mengerti !? "


Jasmine mengangguk dan kemudian seperti mencari sesuatu di dalam tasnya . Dia memberikan secarik kertas pada Dewa .


" lni apa ?? "


" Struk tagihan baju ... kau berhutang padaku . Transfer saja ke rekeningku . Jadi jangan marah marah lagi karena kau yang membayar ini semua . Kau memang suami terbaik " kata Jasmine dengan senyum yang di buat semanis mungkin .


Dewa hanya geleng geleng kepala ketika melihat wajah berseri sang istri berlari kecil ke atas untuk segera mencoba baju baju yang dia beli .

__ADS_1


Dahinya sedikit mengernyit ketika melihat secarik kertas tagihan di tangannya .


" Seratus delapan puluh juta .... Ya Tuhan seperti apa baju yang dia beli "


__ADS_2