FOR 365

FOR 365
73


__ADS_3

" J tadi Dewa masih pakai cincin kawinnya kan ? "


" Masih , kenapa ?? Cincin itu menjadi teman setianya saat kehilangan istrinya "


" Tugas kita jadi lebih mudah , setiap cincin kawin kita sengaja di desain khusus . Ada alat pelacak di dalamnya untuk jaga jaga kalau ada keadaan kayak gini "


" Berarti punyaku juga ada ?? "


" Kenapa ? Khawatir kalau ketahuan selingkuh ?!! "


" Ckk ... amit amit selingkuh !! Ya kalau mandi kan aku pakai juga . Jangan jangan kau bisa melihatnya "


Adam hanya menatap malas salah satu saudaranya itu . Dari mereka berempat Jerry adalah yang paling selengean dan gila .


" Kapan kita bergerak Dam ?? "


" Setelah aku memeriksa lokasi Dewa dan bisa melihat sistem keamanan yang menjaganya . Kita butuh rencana yang matang , nyawa Dewa jadi taruhannya . Kita tidak bisa sembarangan bergerak "


" Ya sudah kau saja yang atur semuanya , aku mau telpon Nayya dulu . Jangan sampai ia khawatir , ngeri dia kalau marah !! "


Jerry keluar ke arah taman untuk menghubungi istrinya , sedang Adam dan beberapa orang kepercayaannya sedang mengatur rencana menyangkut pembebasan Dewa .


Di saat mereka sedang serius membahas rencana mereka , beberapa saat kemudian Sono terlihat datang dengan wajah cerah .


" Bos ... "

__ADS_1


" Kau sudah interogasi dia ?? " tanya Adam dengan sedikit heran dengan kondisi Sono yang terlihat berbeda .


" Su ... sudah Bos , ehmm dia tidak terlibat ! Bahkan aku sempat dikira tuan muda ketika datang ke kamarnya "


" Kau benar benar menginterogasi dia kan !? "


" Aku tidak berani bohong ... "


Adam menghela nafasnya , walau ia tahu Sono berbohong padanya tapi untuk saat ini dia tidak akan membahas hal itu . General Manager GG Group itu tidak terlibat dengan skenario penculikan ini , berarti orang yang ia curigai kemungkinan besar bergerak sendiri .


" Kita bergerak malam ini ... " ujar Adam. ketika mereka sudah selesai membahas rencana penyerangan mereka .


" Kenapa tidak sekarang saja Bos ? Keburu tuan Muda kenapa napa !! " seru Sono ketika Adam malah memberi perintah penyerangan pada malam hari .


" Kawasan tempat di culik terlalu dekat dengan pemukiman warga . Jika kita membuat sedikit saja kehebohan disiang hari mereka akan mudah tahu . Atau malah merekam kejadian tanpa kita ketahui . Nyawa mereka juga mungkin akan terancam . Nanti malam kita harus bertindak tanpa membuat banyak keriuhan . Semua senjata api harus memakai peredam , gunakan hanya jika terpaksa . Semua untuk meminimalisir kejadian yang tak di inginkan . Nama baik Adipraja jadi taruhannya . Aku yakin Dewa bisa bertahan karena dia pria yang kuat "


Setelah semua orangnya bubar Adam memanggil Sono , dia meminta pria itu untuk tetap di tempatnya .


" Aku minta apapun yang kau lakukan padanya kelak tidak akan menimbulkan masalah untuk Dewa . Aku sudah dengar jika wanita itu tertarik dengan tuan mudamu "


Sono hanya menggaruk tengkuknya mendengar pernyataan Adam . Pria bertato itu memang tidak mudah ia kelabui . Sepertinya Adam memang bisa membaca pikirannya .


Masih ia ingat benar bagaimana pagi itu mereka meluapkan hasrat mereka . Sono tidak bisa memungkiri sepertinya ia sudah tergila gila pada wanita bernama Violetta itu . Dia bertekad untuk mendapatkan Vio apapun caranya walau gadis itu menolaknya sekalipun . Karena Vio sudah menjadi miliknya seutuhnya .


" Aku akan menyelesaikan masalahku tanpa menyinggung kehidupan tuan Muda Bos !! "

__ADS_1


" Masalah wanita tidak semudah yang kamu bayangkan Son , mereka makhluk paling rumit yang sulit diprediksi ! Yang kau kira akan mudah mungkin akan menjadi paling sulit untukmu "


" lya Bos , aku mengerti "


Dan benar saja malam itu mereka mulai bergerak sesuai rencana arahan Adam . Mereka terbagi menjadi empat kelompok yang akan menyisir bagian depan , samping kanan , samping kiri dan bagian yang mengawasi luar gudang tua itu .


Pengawasan di luar gudang ditujukan untuk mengantisipasi jika saja ada awam.yang tiba tiba lewat ataupun datang . Adam memimpin bagian depan , Sono dan Jerry masing masing bagian kanan dan bagian kiri .


Tanpa kesulitan yang berarti mereka bisa melumpuhkan pasukan yang berjaga di luar . Sebuah keuntungan bagi mereka karena kebanyakan para musuh sedang terlelap .


Mungkin karena mereka berpikir Adipraja sangat lambat bergerak .


" Kau langsung ke atas saja , biar aku dan Sono membereskan mereka di sini . Tadi aku mendengar suara suara di atas siapa tahu Dewa ada dalam bahaya "


Adam langsung menuju lantai atas ketika Jerry berbicara padanya melalui earphone nya . Karena telinganya juga sempat menangkap suara suara di lantai atas .


Sampai di lantai atas tiga orang sudah menghadangnya . Tiga orang itu tampaknya tidak membawa senjata api , mereka hanya membawa pisau dan sejenisnya .


" Aku pria terhormat kawan !! Akan aku layani dengan senang hati jika kalian ingin main dengan mainan itu " dengan tangan kosong Adam melangkah maju ke arah tiga orang itu .


Tiba tiba suara seseorang menghentikan langkahnya .


" Saudara seperti apa kalian !!! Bisa bisanya kalian bermain tanpa aku ... !! "


Adam menoleh ke arah suara di belakangnya kemudian tersenyum menyeringai .

__ADS_1


" Welcome brother ... "


__ADS_2