
" J tadi Dewa masih pakai cincin kawinnya kan ? "
" Masih , kenapa ?? Cincin itu menjadi teman setianya saat kehilangan istrinya "
" Tugas kita jadi lebih mudah , setiap cincin kawin kita sengaja di desain khusus . Ada alat pelacak di dalamnya untuk jaga jaga kalau ada keadaan kayak gini "
" Berarti punyaku juga ada ?? "
" Kenapa ? Khawatir kalau ketahuan selingkuh ?!! "
" Ckk ... amit amit selingkuh !! Ya kalau mandi kan aku pakai juga . Jangan jangan kau bisa melihatnya "
Adam hanya menatap malas salah satu saudaranya itu . Dari mereka berempat Jerry adalah yang paling selengean dan gila .
" Kapan kita bergerak Dam ?? "
" Setelah aku memeriksa lokasi Dewa dan bisa melihat sistem keamanan yang menjaganya . Kita butuh rencana yang matang , nyawa Dewa jadi taruhannya . Kita tidak bisa sembarangan bergerak "
" Ya sudah kau saja yang atur semuanya , aku mau telpon Nayya dulu . Jangan sampai ia khawatir , ngeri dia kalau marah !! "
Jerry keluar ke arah taman untuk menghubungi istrinya , sedang Adam dan beberapa orang kepercayaannya sedang mengatur rencana menyangkut pembebasan Dewa .
Di saat mereka sedang serius membahas rencana mereka , beberapa saat kemudian Sono terlihat datang dengan wajah cerah .
" Bos ... "
__ADS_1
" Kau sudah interogasi dia ?? " tanya Adam dengan sedikit heran dengan kondisi Sono yang terlihat berbeda .
" Su ... sudah Bos , ehmm dia tidak terlibat ! Bahkan aku sempat dikira tuan muda ketika datang ke kamarnya "
" Kau benar benar menginterogasi dia kan !? "
" Aku tidak berani bohong ... "
Adam menghela nafasnya , walau ia tahu Sono berbohong padanya tapi untuk saat ini dia tidak akan membahas hal itu . General Manager GG Group itu tidak terlibat dengan skenario penculikan ini , berarti orang yang ia curigai kemungkinan besar bergerak sendiri .
" Kita bergerak malam ini ... " ujar Adam. ketika mereka sudah selesai membahas rencana penyerangan mereka .
" Kenapa tidak sekarang saja Bos ? Keburu tuan Muda kenapa napa !! " seru Sono ketika Adam malah memberi perintah penyerangan pada malam hari .
" Kawasan tempat di culik terlalu dekat dengan pemukiman warga . Jika kita membuat sedikit saja kehebohan disiang hari mereka akan mudah tahu . Atau malah merekam kejadian tanpa kita ketahui . Nyawa mereka juga mungkin akan terancam . Nanti malam kita harus bertindak tanpa membuat banyak keriuhan . Semua senjata api harus memakai peredam , gunakan hanya jika terpaksa . Semua untuk meminimalisir kejadian yang tak di inginkan . Nama baik Adipraja jadi taruhannya . Aku yakin Dewa bisa bertahan karena dia pria yang kuat "
Setelah semua orangnya bubar Adam memanggil Sono , dia meminta pria itu untuk tetap di tempatnya .
" Aku minta apapun yang kau lakukan padanya kelak tidak akan menimbulkan masalah untuk Dewa . Aku sudah dengar jika wanita itu tertarik dengan tuan mudamu "
Sono hanya menggaruk tengkuknya mendengar pernyataan Adam . Pria bertato itu memang tidak mudah ia kelabui . Sepertinya Adam memang bisa membaca pikirannya .
Masih ia ingat benar bagaimana pagi itu mereka meluapkan hasrat mereka . Sono tidak bisa memungkiri sepertinya ia sudah tergila gila pada wanita bernama Violetta itu . Dia bertekad untuk mendapatkan Vio apapun caranya walau gadis itu menolaknya sekalipun . Karena Vio sudah menjadi miliknya seutuhnya .
" Aku akan menyelesaikan masalahku tanpa menyinggung kehidupan tuan Muda Bos !! "
__ADS_1
" Masalah wanita tidak semudah yang kamu bayangkan Son , mereka makhluk paling rumit yang sulit diprediksi ! Yang kau kira akan mudah mungkin akan menjadi paling sulit untukmu "
" lya Bos , aku mengerti "
Dan benar saja malam itu mereka mulai bergerak sesuai rencana arahan Adam . Mereka terbagi menjadi empat kelompok yang akan menyisir bagian depan , samping kanan , samping kiri dan bagian yang mengawasi luar gudang tua itu .
Pengawasan di luar gudang ditujukan untuk mengantisipasi jika saja ada awam.yang tiba tiba lewat ataupun datang . Adam memimpin bagian depan , Sono dan Jerry masing masing bagian kanan dan bagian kiri .
Tanpa kesulitan yang berarti mereka bisa melumpuhkan pasukan yang berjaga di luar . Sebuah keuntungan bagi mereka karena kebanyakan para musuh sedang terlelap .
Mungkin karena mereka berpikir Adipraja sangat lambat bergerak .
" Kau langsung ke atas saja , biar aku dan Sono membereskan mereka di sini . Tadi aku mendengar suara suara di atas siapa tahu Dewa ada dalam bahaya "
Adam langsung menuju lantai atas ketika Jerry berbicara padanya melalui earphone nya . Karena telinganya juga sempat menangkap suara suara di lantai atas .
Sampai di lantai atas tiga orang sudah menghadangnya . Tiga orang itu tampaknya tidak membawa senjata api , mereka hanya membawa pisau dan sejenisnya .
" Aku pria terhormat kawan !! Akan aku layani dengan senang hati jika kalian ingin main dengan mainan itu " dengan tangan kosong Adam melangkah maju ke arah tiga orang itu .
Tiba tiba suara seseorang menghentikan langkahnya .
" Saudara seperti apa kalian !!! Bisa bisanya kalian bermain tanpa aku ... !! "
Adam menoleh ke arah suara di belakangnya kemudian tersenyum menyeringai .
__ADS_1
" Welcome brother ... "