
" Sayang ... kau tidak apa apa ?! Aku tidak suka jika kau diam seperti ini " kata Dewa yang tetap melihat kebungkaman istrinya setelah mengantar Astika dan Reyhan ke hotel tempat mereka menginap .
" Aku hanya lelah .... "
" Aku bisa jelaskan tadi saat .. "
" Aku percaya padamu D , bukankah kau sendiri yang memintaku untuk selalu percaya padamu "
Dewa menghela nafasnya ketika Jasmine kembali memotong kata katanya sebelum ia sempat menyelesaikannya . Tapi istrinya memang terlihat sangat lelah .
" Ya sudah jika begitu , kau istirahatlah . Aku ada pertemuan sebentar lagi jadi aku harus kembali ke perusahaan sekarang . Aku antar kau ke kamar ya "
" Tidak usah ... sudah siang banget D ! Kasihan mereka jika harus menunggumu . Lagipula aku sudah biasa ke atas sendirian "
" Ya sudah aku tinggal ya sayang , jangan pernah berpikir macam macam . Kita bicara lagi nanti malam jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu "
" lya ... "
Jasmine melangkah ke kamarnya yang berada di lantai atas apartemennya . Sampai di kamar ia merebahkan tubuhnya di ranjang dengan ponsel yang menyala di tangannya . Dia sedang mengamati beberapa gambar yang terkirim dari nomor tak di kenal tadi siang .
Sangat jelas terlihat raut kesedihan di wajahnya . Ada kerinduan sekaligus rasa bersalah yang sedang ada di hatinya . Sesaat kemudian terdengar bunyi notif pesan di ponselnya .
" Temui aku jika kau ingin mengetahui semuanya "
__ADS_1
Jasmine mengerutkan dahinya karena si pengirim tidak menuliskan waktu maupun alamat di mana mereka akan bertemu . Sepertinya di pengirim sengaja membuat dirinya penasaran terlebih dahulu .
Jasmine meletakkan ponselnya di nakas setelah sempat melihat lagi gambar gambar yang tadi terkirim padanya . Tubuh dan jiwanya merasa sangat lelah hari ini , saat ini dia hanya ingin tidur dan melupakan semuanya untuk sesaat .
*
" Aku mungkin akan pulang besok , Reyhan tidak akan membiarkan aku terlalu lama disini . Lagipula jika aku tidak ada di sini mungkin mereka akan sedikit lengah bukan ?! ltu akan menjadi keuntungan bagi kita , akan lebih mudah menjalankan rencana kita . Adipraja buka lawan yang mudah dan kau sangat mengetahui hal itu . Aku hanya ingin melihat mereka menangis darah , tak akan kubiarkan dia bahagia di atas deritaku.!! "
Astika buru buru menutup teleponnya ketika mendengar bunyi pintu kamar yang di buka dari luar . Tadi dia sempat meminta pada suaminya untuk membelikan makanan di restoran yang ada di lantai bawah hotel . Dua hari terus terusan makan makanan rumah sakit membuatnya sangat bosan .
" Rey ...."
" Jangan terlalu dingin menyetel pendingin ruangannya sayang , tidak bagus untuk kondisimu sekarang ! Aku bawakan pesananmu tadi kentang goreng , beef burger , dan susu hangat "
" Sengaja sayang , perutmu belum sembuh benar . Susu hangat aku rasa pilihan lebih baik "
Walau sedikit tak suka tapi akhirnya ia menghabiskan semua makanan yang di bawa suaminya . Reyhan hanya menggelengkan kepalanya , tidak biasanya Astika makan sebanyak ini .
" Aku sangat bahagia ketika saat hari pernikahan Dewa memintaku untuk menggantikannya . Kupikir hari itu akan menjadi neraka untukku , tapi nyatanya hari itu aku menjadi hari paling membahagiakan dalam.hidupku . Aku menikahi bidadariku , wanita impianku "
" Kenapa tiba tiba kau membicarakan hal ini padaku ?? "
Reyhan meraih dua tangan Astika dan di bawa ke bibirnya , di ciumnya lembut kedua tangan itu . Tapi Astika menarik tangannya kasar setelah itu .
__ADS_1
" Aku hanya ingin terbuka padamu ... "
" Kau pikir aku akan percaya !!?? " sinis Astika .
" Kau ingat malam pertama kita ?? Malam itu kita menggebu gebu sayang , kita mencurahkan semua rasa cinta kita !! Saling menyentuh , saling memuaskan ... kau luar biasa waktu itu . Tapi malam itu juga aku merasa sangat kecewa karena aku mendengar bibirmu menyebut nama Dewa dalam tidurmu . Bahkan kau memimpikan dia saat malam pengantin kita "
" Tidak mungkin ... "
" Tapi aku mendengarnya sayang ! Aku mencoba menyimpan kekecewaan itu sendiri . Tapi kemudian beberapa hal juga memicu kekecewaan di hatiku . Banyak hal yang harus aku alami ketika belajar menangani perusahaan , tak ada angin tak ada hujan tiba tiba aku menggantikan Jasmine menjadi wakil CEO untuk perusahaan milik ayahmu . Kau tahu rasanya menjadi aku saat itu ?? Aku seperti bernafas dalam lumpur ... sangat tersiksa "
" Dan kau melampiaskannya padaku !! "
" Semakin hari aku semakin tahu siapa istriku sebenarnya , ternyata waktu tiga tahun bisa merubah segalanya ... "
Reyhan dsn Astika sama sama menghela nafasnya mereka dalam dalam .
" Dari dulu aku tidak pernah berubah Rey , kau hanya belum bisa melihat sisi gelapku . Aku terlalu pintar menyembunyikannya "
" Tapi aku terlanjur mencintaimu apapun dirimu "
" Kau tidak akan pernah bisa merubah diriku "
" Jangan terlalu percaya diri , aku tidak akan menyerah kali ini . Aku bukan lagi Reyhan tiga tahun yang lalu , yang lari bahkan sebelum aku memperjuangkanmu "
__ADS_1
" Coba saja ... "