
Pagi itu Vio terbangun dengan tubuh yang terasa remuk redam , bagian bawahnya juga terasa sangat nyeri . Dia ingat malam itu pergi minum minum dengan team nya untuk merayakan keberhasilan mereka karena berhasil melobi Adipraja .
Dia ingat dua orang temannya mengantarnya kembali ke kamar hotel , tapi kejadian selanjutnya dia tidak ingat lagi . Tapi dia sangat paham dengan apa yang terjadi pada dirinya .
Entah bagaimana caranya tapi tiba tiba ada seorang pria datang padanya malam itu , dan dia tak habis pikir bagaimana bisa waktu itu dia menjadi sangat berhasrat pada pria yang ia lihat dalam kegelapan itu .
Dia pun masih mengingat setiap sentuhan yang membuatnya bertambah menggila . Sentuhan pria itu lebih memabukkan dari sebotol minuman yang ia tenggak bersama teman temannya .
Dia sudah kehilangan apa yang selama ini dia sangat jaga dan banggakan . Menangis pun percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula .
Dengan langkah tertatih dia berusaha berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Vio berendam di bath up untuk sekedar melepas pikiran buruknya . Menjadi beban mental tersendiri baginya ketika kehilangan kehormatan tanpa mengetahui siapa yang mengambilnya .
" Apa itu kau Dewa ?? Tapi tidak mungkin dia sedang sakit . Kenapa harus jadi begini .... "
Satu tetes air mata tak terasa jatuh juga di pipinya , seberapa pun ia berusaha menjadi kuat tapi Vio tak dapat menyembunyikan kesedihannya .
" Mom ... Dad .... maafkan Vio "
Jika orang lain pasti menilai dirinya adalah wanita dengan pergaulan bebas karena Vio memang berpenampilan teramat sangat seksi .
Mommy dan Daddy nya tak pernah mempermasalahkan tentang bagaimana penampilannya , mereka percaya apapun penampilan putrinya akan tetap bisa menjaga diri .
Setelah membersihkan diri Vio duduk termenung di depan meja riasnya . Dia samar samar ingat bagaimana dengan perkasanya pria itu memacu dirinya . Walau hanya terjadi sekali tapi seumur hidup ia tak akan bisa melupakannya .
__ADS_1
" Siapa dia .... "
Dan tiba tiba dia teringat sesuatu , dengan segera ia berlari menuju ranjangnya . Dihirupnya dalam dalam bau parfum yang sepertinya tidak asing untuknya .
" Tidak mungkin ... " lirihnya .
*
" Bos J awas di belakang !! " pekik Sono .
Sono melemparkan satu pisaunya ke arah seseorang yang akan menyerang Jerry dari belakang , dan tepat menancap di dada di penyerang itu .
" Ya Tuhan .... "
Sono segera berlari untuk melihat orang yang barusan terkena pisaunya . Orang itu sama sekali tidak bergerak .
Jerry sangat maklum , baru sekali ini Sono ikut dalam operasi seperti ini . Walau lihai memainkan senjata tapi Sono belum pernah melukai atau bahkan membunuh orang .
" Bersihkan tempat ini segera !!! Aku tidak mau ada setetes darah pun tertinggal di tempat ini "
" Tapi bukankah kita belum selesai Bos ?! Bos Adam dan Bos Bumi sedang ada di atas , kita kerahkan orang kita kesana siapa tahu mereka butuh bantuan "
" Ckk ... tidak usah , hanya ada dua puluh orang di atas !! Seratus orang saja mereka libas dengan mudah ... "
__ADS_1
" Tapi Bos Dewa .... "
" Otak udang !! Kenapa tidak dari tadi kau bilang hal itu !!!? " Jerry berlari ke atas untuk mencari bungsu mereka .
Jerry menyusul dua saudaranya yang terlihat ada di depan pintu sebuah kamar . Dia mendengar Bumi berteriak dengan keras .
" AKU BUNUH KALIAN JIKA BERANI MENYENTUHNYA .... !!! "
Bumi meradang ketika melihat Dewa yang terlihat pucat pasi itu sedang dipegangi oleh dua pria bertubuh tambun sedang dua pria lain bersiap untuk menghajarnya .
" Kau urus Dewa biar kami yang urus mereka " kata Adam pada Bumi .
Adam dan Jerry segera berhadapan dengan empat orang yang tadi ingin mengeroyok Dewa .
" Kau baik baik saja Wa !? " tanya Bumi memapah tubuh lemah Dewa .
" Aku tidak pernah merasa sebaik ini Mas !! Aku tidak apa apa "
Tanpa mereka tahu tubuh bersimbah darah yang tergeletak di lantai perlahan bergerak dan mengambil pistol yang ada di balik bajunya . Sebenarnya Jason mengarahkan pistolnya kepada Dewa , tapi karena Bumi memapah targetnya maka arah pistol itu malah ke arah sulung Adipraja itu .
Dewa yang kebetulan melihat pergerakan Jason segera memasang badannya . Dia mendorong keras tubuh Bumi hingga Bumi terpental ke samping hingga beberapa langkah . Dan semua terjadi sangat cepat ...
DORRR ....
__ADS_1
" B ... !!!! "
" Waaa .. !!! "