FOR 365

FOR 365
75


__ADS_3

Pagi itu Vio terbangun dengan tubuh yang terasa remuk redam , bagian bawahnya juga terasa sangat nyeri . Dia ingat malam itu pergi minum minum dengan team nya untuk merayakan keberhasilan mereka karena berhasil melobi Adipraja .


Dia ingat dua orang temannya mengantarnya kembali ke kamar hotel , tapi kejadian selanjutnya dia tidak ingat lagi . Tapi dia sangat paham dengan apa yang terjadi pada dirinya .


Entah bagaimana caranya tapi tiba tiba ada seorang pria datang padanya malam itu , dan dia tak habis pikir bagaimana bisa waktu itu dia menjadi sangat berhasrat pada pria yang ia lihat dalam kegelapan itu .


Dia pun masih mengingat setiap sentuhan yang membuatnya bertambah menggila . Sentuhan pria itu lebih memabukkan dari sebotol minuman yang ia tenggak bersama teman temannya .


Dia sudah kehilangan apa yang selama ini dia sangat jaga dan banggakan . Menangis pun percuma karena tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula .


Dengan langkah tertatih dia berusaha berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya . Vio berendam di bath up untuk sekedar melepas pikiran buruknya . Menjadi beban mental tersendiri baginya ketika kehilangan kehormatan tanpa mengetahui siapa yang mengambilnya .


" Apa itu kau Dewa ?? Tapi tidak mungkin dia sedang sakit . Kenapa harus jadi begini .... "


Satu tetes air mata tak terasa jatuh juga di pipinya , seberapa pun ia berusaha menjadi kuat tapi Vio tak dapat menyembunyikan kesedihannya .


" Mom ... Dad .... maafkan Vio "


Jika orang lain pasti menilai dirinya adalah wanita dengan pergaulan bebas karena Vio memang berpenampilan teramat sangat seksi .


Mommy dan Daddy nya tak pernah mempermasalahkan tentang bagaimana penampilannya , mereka percaya apapun penampilan putrinya akan tetap bisa menjaga diri .


Setelah membersihkan diri Vio duduk termenung di depan meja riasnya . Dia samar samar ingat bagaimana dengan perkasanya pria itu memacu dirinya . Walau hanya terjadi sekali tapi seumur hidup ia tak akan bisa melupakannya .

__ADS_1


" Siapa dia .... "


Dan tiba tiba dia teringat sesuatu , dengan segera ia berlari menuju ranjangnya . Dihirupnya dalam dalam bau parfum yang sepertinya tidak asing untuknya .


" Tidak mungkin ... " lirihnya .


*


" Bos J awas di belakang !! " pekik Sono .


Sono melemparkan satu pisaunya ke arah seseorang yang akan menyerang Jerry dari belakang , dan tepat menancap di dada di penyerang itu .


" Ya Tuhan .... "


Sono segera berlari untuk melihat orang yang barusan terkena pisaunya . Orang itu sama sekali tidak bergerak .


Jerry sangat maklum , baru sekali ini Sono ikut dalam operasi seperti ini . Walau lihai memainkan senjata tapi Sono belum pernah melukai atau bahkan membunuh orang .


" Bersihkan tempat ini segera !!! Aku tidak mau ada setetes darah pun tertinggal di tempat ini "


" Tapi bukankah kita belum selesai Bos ?! Bos Adam dan Bos Bumi sedang ada di atas , kita kerahkan orang kita kesana siapa tahu mereka butuh bantuan "


" Ckk ... tidak usah , hanya ada dua puluh orang di atas !! Seratus orang saja mereka libas dengan mudah ... "

__ADS_1


" Tapi Bos Dewa .... "


" Otak udang !! Kenapa tidak dari tadi kau bilang hal itu !!!? " Jerry berlari ke atas untuk mencari bungsu mereka .


Jerry menyusul dua saudaranya yang terlihat ada di depan pintu sebuah kamar . Dia mendengar Bumi berteriak dengan keras .


" AKU BUNUH KALIAN JIKA BERANI MENYENTUHNYA .... !!! "


Bumi meradang ketika melihat Dewa yang terlihat pucat pasi itu sedang dipegangi oleh dua pria bertubuh tambun sedang dua pria lain bersiap untuk menghajarnya .


" Kau urus Dewa biar kami yang urus mereka " kata Adam pada Bumi .


Adam dan Jerry segera berhadapan dengan empat orang yang tadi ingin mengeroyok Dewa .


" Kau baik baik saja Wa !? " tanya Bumi memapah tubuh lemah Dewa .


" Aku tidak pernah merasa sebaik ini Mas !! Aku tidak apa apa "


Tanpa mereka tahu tubuh bersimbah darah yang tergeletak di lantai perlahan bergerak dan mengambil pistol yang ada di balik bajunya . Sebenarnya Jason mengarahkan pistolnya kepada Dewa , tapi karena Bumi memapah targetnya maka arah pistol itu malah ke arah sulung Adipraja itu .


Dewa yang kebetulan melihat pergerakan Jason segera memasang badannya . Dia mendorong keras tubuh Bumi hingga Bumi terpental ke samping hingga beberapa langkah . Dan semua terjadi sangat cepat ...


DORRR ....

__ADS_1


" B ... !!!! "


" Waaa .. !!! "


__ADS_2