
Jasmine melihat taman kota disiang menjelang sore itu lumayan sepi , hanya beberapa orang yang terlihat sedang berteduh di bawah rindangnya pohon yang banyak terdapat di tempat itu .
Dia tidak tahu apakah salah satu diantara mereka adalah orang yang sering mengiriminya pesan . Perlahan ia melangkah disalah satu pohon rindang yang bisa melindunginya dari terik matahari yang terasa sangat menyengat .
Jasmine ingin menunggu sampai orang itu menghampiri dirinya ataupun mengirim pesan tentang keberadaannya .
" Hai ... "
Jasmine berjengit kaget ketika mendengar suara laki laki di belakangnya , ada sedikit ketakutan jika pria dibelakangnya adalah sang peneror .
" Aku rasa tempat ini tidak cocok untuk gadis secantik dirimu . Terlalu panas disini , dan kau bisa lihat kan ?? Kau mampu menjadi medan magnet yang kuat untuk semua mata orang disini "
Penampilan Jasmine yang selalu elegan mampu menyedot perhatian semua orang ditempat itu .
" Josh ... "
" Aku tadi makan siang di kafe depan itu , tadi kukira ada penampakan bidadari yang turun ke tempat ini . Ternyata kau datang kemari ! Kau ada janji dengan Dewa disini ?! "
" Ehmm tidak ... Kau tidak apa apa !? "
__ADS_1
Josh tertawa kecil walau hatinya merasa sangat bahagia , wanita di depannya ternyata sangat memperhatikannya . Jasmine mau
menanyakan keadaannya pasca di hajar oleh suaminya .
" Tidak apa apa , hanya luka ringan . Wajar jika dia marah ! Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama jika aku menjadi dia "
" Sebaiknya kau pergi ... "
Jasmine melihat ke arah belakang di mana para pengawalnya sudah mendekat ke arahnya . Kemarin Dewa sempat marah besar pada para pengawal istrinya yang teledor menjaga hingga wanita miliknya tersentuh pria lain .
Para pengawal sudah mendapat ultimatum jika nyonya muda mereka tidak boleh bertemu dengan Josh apapun kondisinya . Dan sekarang sepertinya mereka sedang melaksanakan perintah itu .
" Suami mu sangat posesif nona , sepertinya kau akan terus menjadi burung dalam sangkar emasnya Adipraja . Aku pergi bukan karena aku takut tapi aku tidak mau membuatmu ketakutan seperti kemarin . Senang bertemu denganmu di sini "
Jasmine menghela nafasnya , sepertinya pertemuannya dengan orang misterius itu gagal karena baru saja ia membaca pesan dari orang misterius itu .
" Tidak perlu bodyguard untuk berbicara denganku , kita bertemu lain kali "
Hari ini dia kurang beruntung , gagal makan siang dengan suaminya , gagal bertemu dengan penerornya dan malah bertemu dengan pria yang sedang ia hindari saat ini .
__ADS_1
" Tidak baik nyonya di tempat ini sendirian , sebaiknya kami antarkan pulang "
" Bagaimana aku bisa sendirian , kalian terus saja membuntuti aku . Kalian menyebalkan ! " ketus Jasmine yang mulai tidak nyaman dengan pengawalan yang khusus diberikan padanya . Dia merasa tidak leluasa untuk bergerak dengan adanya para pengawal itu .
" Kami hanya menjalankan perintah tuan muda "
" Aku tahu !!! "
*
Dahi Dewa mengernyit ketika melihat foto foto yang dikirimkan orang orangnya . Istrinya terlihat kembali bertemu dengan pria yang ia benci . Sepertinya mereka bertemu di sebuah taman karena ada banyak pohon dan bunga di sekitar mereka .
Tangan Dewa mengepal kuat , padahal baru kemarin ia mengatakan pada sang istri agar tidak lagi menemui pria bernama Josh itu . Tapi mereka malah janjian bertemu di sebuah taman .
Jika saja itu kafe atau restoran Dewa mungkin berpikir mereka tak sengaja bertemu karena mungkin istrinya sedang pergi makan siang . Apalagi Sono tadi melaporkan bahwa sekretarisnya mengirim pesan bahwa Jasmine sempat datang ke kantor karena ingin makan siang bersamanya .
Tapi tempat itu adalah taman , tempat yang cukup romantis untuk mengadakan janji saling bertemu .
" Son kita pulang sekarang .... "
__ADS_1
~ Konflik masih naik perlahan lahan dan semoga kalian masih sabar mengawalnya 😘😘 terus dukung emak like vote n comen jangan sampai lupa , sukur sukur kembang kopi buat emak tetep melek 🤣🤣 ~