FOR 365

FOR 365
100


__ADS_3

" Kusut bener Bos !! Kaya nggak di jatah sebulan mukanya " ujar Sono yang pagi itu ketika melihat tuan mudanya datang ke kantor dengan muka ditekuk .


" Berisik !! " sinis Dewa yang pagi ini harus di hadapkan dengan drama Queen nya kembali .


Subuh tadi sang istri meminta untuk dicarikan tongseng kambing kesukaannya . Dan dipastikan saat itu pasti semua penjual sudah tutup , Dewa juga sempat mencari di restoran 24 jam tapi hasilnya juga nihil .


Dia juga tak mungkin merepotkan Sono karena keadaan Sono yang belum sembuh benar dari lukanya . Dan bisa di bayangkan ketika ia tidak berhasil membawa pulang tongseng kambing seperti yang di inginkan , Jasmine histeris dan menangis tersedu sedu .


Gadis manjanya merasa cinta suaminya sudah berkurang tidak seperti dulu lagi . Dan satu lagi drama yang selalu ingin jauh darinya dengan alasan yang tidak masuk akal . Jasmine tidak mau dekat dekat dengannya dengan alasan Dewa bau .


Akhirnya Dewa meminta tolong Mbak lnah siapa tahu ada tetangga yang jualan date di kampungnya . Dan dia bernafas dengan lega ketika ada saudara dari suami asistennya yang berjualan sate kambing .


Dan untuk menutup rasa tidak enaknya karena membuat orang repot pada saat masih pagi akhirnya Dewa membayar satu porsi sate dengan harga lima juta rupiah . Walau mereka menolak tapi Dewa bersikeras karena pembayaran itu sebagai bentuk terimakasihnya .


Dan yang terjadi selanjutnya membuat Dewa harus melapangkan dadanya dan menambah stok sabarnya . Jasmine memilih tidur dan tidak mau makan sate yang sudah susah susah ia dapatkan .


Dan Dewa memakluminya karena hampir semalaman dia menggempurnya . Berangkat ke kantor pun harus dia sendiri yang menyiapkan pakaiannya .


" Son , kalau perempuan lagi ambekan banget terus rewel itu tandanya apa !? "


" Lagi dapet kali Bos ? "

__ADS_1


" Dapat apa !? "


" Palang merah Bos masa nggak tau sih ! "


" Tapi enggak biasa biasanya rewelnya di level sepuluh seperti ini "


" Level sepuluh ? Kaya ayam geprek aja ada levelnya " kekeh Sono .


" Sabar bos , sepertinya menghadapi wanita wanita cantik memang butuh kesabaran ekstra . Dan kita orang yang sangat beruntung karena kita mendapat wanita wanita seperti itu "


" Pejuang kendor ... kamu bahkan kalah sebelum berperang Son "


" Anggaplah begitu , bukan aku tidak mau mengejarnya Bos ! Dia mungkin sedang butuh waktu untuk sendiri "


Sono berulang kali mengambil dan menghembuskan nafasnya dalam dalam . Dewa bisa melihat sahabatnya mempunyai beban berat di hatinya .


" lni yang aku tidak suka jika berbicara denganmu tentang ini Bos , kau membuat prinsipku kacau ! Dan parahnya setiap omonganmu adalah benar adanya !! Padahal aku sudah bertekad untuk tidak mengejarnya . Ya Tuhan aku harus bagaimana ... kenapa kisah cintaku jadi serumit ini "


Dewa tertawa melihat Sono yang sedang menggerutu .


" Aku kirim nomor Kak Deniel jika butuh info tentang Vio . Sebagai sahabat aku cuma bisa bilang ... sekarang atau kau akan menyesal di kemudian hari "

__ADS_1


Sono memijit keningnya sambil memejamkan matanya . Dia memang sangat ingin tahu keberadaan gadisnya saat ini tapi terlalu takut menghadapi kenyataan jika cintanya akan kembali tersakiti .


" Pejuang tangguh tidak akan takut sakit "


" Kalau hanya aku yang sakit sih tidak masalah Bos , aku malah takut jika aku yang menyakitinya . Ya sudah ... kirim saja nomor tuan Deniel . Nanti malam aku akan menelponnya "


" Sekarang saja mumpung dia di kantor jam jam segini , kalau malam ponselnya biasanya off . Kak Deniel dan Kak Val sepakat kalau malam ponsel mereka off agar bisa menikmati quality time mereka . Soalnya mereka super sibuk kalau siang "


Dewa langsung mendial nomor Deniel dan berharap pria yang sudah melebihi kakak kandung baginya itu sedang tidak sibuk kali ini .


" Ya Wa ... tumben nelpon , hilang lagi istri kamu ?? "


" Hisshh amit amit !! Aku mau info yang kemarin sudah Kakak dapatkan tentang putri dari Gaffar Al Shamma "


" Telat !! Mereka sudah tidak ada di tempat itu lagi . Sepertinya mereka memang tidak ingin diketahui keberadaannya "


Dewa dan Sono hanya saling berpandangan , secepat itu mereka berpindah tempat .


" Memang kemarin mereka ada di mana Kak !? "


" Ada di salah satu rumah sakit di Singapura "

__ADS_1


" Ya ... Tuhan "


__ADS_2