
Hari ini Dewa pulang ke lndonesia karena banyak tugas yang ia tinggalkan di perusahaan . Walaupun Sono bisa menghandle semua tapi tetap saja semua proses butuh dirinya .
Bumi sudah menyiapkan pesawat pribadinya tapi Dewa menolaknya dengan alasan lebih nyaman jika naik pesawat komersial karena lebih banyak orang yang menemani dalam perjalanannya .
" lngat kata Embak Wa ! Jangan sampai kamu menyepelekan kesehatan kamu sendiri . Jangan pernah telat makan , jangan gila kerja !! " kata Aira yang ikut menyiapkan keberangkatan Dewa .
Dewa tak mengijinkan Aira ataupun Jasmine mengantarnya ke bandara , menurutnya terlalu beresiko mengingat di sana pasti terlalu ramai orang dan kemungkinan orang orang Jason membuat ulah .
" Iya Mbak , udah lima kali Dewa denger Embak ngomong itu " kata Dewa yang pagi ini selalu mendengar ibu dan kakaknya menasehatinya .
" Sama kalau kamu ketemu sama ibu ibu tetangga bilang ya Wa , ibu dulu udah lunasi duit arisan panci . Kalau ketemu mereka tolong tanyain ibu udah dapet apa belum . Kalau udah dapet ya tolong simpenin dulu panci ibu ya Wa !! "
" Arisan panci ?? "
" lyaa tempat Bu Nur itu lho , depan pos kampling rumahnya "
" lya nanti kalau ketemu pasti Dewa tanyain , mau panci yang warna apa ? "
" Bu Nur udah tahu ... awas ya kalau kamu yang beliin !! Ibu cuma mau panci arisan ibu , inget itu "
__ADS_1
" Iyaaaaa .... "
Mereka yang ada di ruangan itu hanya bisa tersenyum , seberapa kuatnya para pria Adipraja mereka akan tetap tunduk pada ibunya . Wanita yang sudah melahirkan dan merawat mereka .
" Hati hati ya D , janji sering sering kesini ya ! Jangan nakal kalau disana ! Pasti banyak cewek incar kamu kalau tahu aku jauh dari kamu "
" Siapa bilang aku jauh dari kamu ?? Aku disini .... " Dewa menunjuk dada istrinya .
" Dan kamu ada disini ... " kemudian Dewa menunjuk dadanya sendiri .
" l love you D ... "
" Husshh ... husshh ... berangkat sana ! Pada mules semua yang ada di sini kalau kelamaan lihat kalian " celetuk Bumi yang terus terusan di suguhi kemesraan pasangan di depannya .
" Iri ???? Bilang boss .... "
" Halah gitu doang mah kecil , yuk ke kamar Yank ! Gasken ... "
Dewa tertawa karena melihat kakak iparnya yang kadang tengil itu mendapat cubitan dari Aira .
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah melalui drama perpisahan ibu , kakak dan istrinya akhirnya Dewa segera berangkat ke bandara dan kembali ke lndonesia .
Sampai di Jakarta Sono sudah menjemputnya di bandara , ada beberapa wajah baru pengawal yang ada di belakang sekretaris pribadinya tersebut . Dewa yakin Adam telah memperketat penjagaannya terkait kabar yang di sampaikan Bumi kemarin .
" Nggak sekalian pak RT ikut jemput Son ?? Banyak banget yang ikut "
" Bos Adam yang minta bos , kemarin telpon dan bilang ada sedikit masalah jadi dia kirim beberapa orang kepercayaannya untuk antisipasi . Aku bisa dikirim ke gurun Afrika kalau sampai bos kenapa napa "
" Ckk .. ya enggak segitunya kali Son , jemput bandara aja sampai kaya gini . Dipikir orang pasti kita lebay "
" Ya biarin , yang penting kepalaku masih utuh . Ngeri kalau bos Adam sampai murka "
Ada empat mobil yang mengawal mobilnya dan itu malah membuat Dewa merasa tidak nyaman .
" Ckk .. ribet banget sih Son ! Gini aja ya , ok kalau pengawalan keselamatanku diperketat . Tapi aku tidak mau kelihatan berlebihan begini . Pilih orang orang terbaik yang akan selalu disisiku , jangan terlalu banyak karena aku tidak mau klien klien kita malah enggak nyaman jika melihat mereka yang terlalu banyak ..Ngerti kan maksudku ?? "
" Iyaaa ... tapi kalau di luar ruangan seperti ini aku nggak mau ambil resiko . Mereka semua akan tetap berjaga tapi akan memakai pakaian safari hingga tak terlalu kelihatan seperti itu " tunjuk Sono pada pria berbaju hitam yang ada di dalam mobilnya . Semua pengawal Adipraja memang berbaju hitam .
" Kamu aturlah .... "
__ADS_1