FOR 365

FOR 365
76


__ADS_3

DOORRRR .... DOORRRR


" B ... !!! "


" Waaa ... !! "


Jerry dan Adam terpekik bersamaan mendengar dua suara tembakan itu , mereka berlari ke arah Dewa dan Bumi yang sudah sama sama jatuh terpelanting ke arah samping .


Mereka tak menemukan satu tetes darah pun yang keluar dari tubuh saudara saudaranya . Tapi yang mereka temukan malah Jason yang sudah terkapar dengan dahi tertembus peluru , dan Sono yang sedang meringis kesakitan karena lengannya yang penuh darah .


" B*jingan itu tertembak oleh Sono " kata Bumi pada dua saudaranya .


Tadi Sono bergerak cepat ketika tahu Jason ingin menembak dua majikannya , posisinya menguntungkan karena dia sedang berdiri di depan pintu dan selurus dengan Jason .


Sono mendorong tubuh Dewa yang sempat mendorong tubuh Bumi terlebih dahulu dan kemudian menembak Jason yang sudah terlihat menekan pistolnya . Tapi naas tembakan Jason sempat mengenai lengan kirinya .


" J kita ke rumah sakit sekarang !! Dewa pingsan ... Son kau masih bisa jalan kan !?? "


Bumi , Adam dan Jerry mengangkat tubuh Dewa sedang Sono di papah beberapa pengawal menuju ke rumah sakit .


Sampai di rumah sakit Dewa.dan Sono segera ditangani oleh dokter dan ketiga saudara itu hanya bisa menunggu di luar ruang UGD . Walaupun Dewa tidak tertembak tetap saja mereka sangat khawatir karena kondisi bungsu mereka tadi sangat lemah dan pucat .


Sudah setengah jam mereka menunggu dan dokter belum.juga keluar untuk mengatakan kondisi Dewa dsn Sono .


Jerry dan Adam.tampak sedikit terkejut dengan apa yang mereka lihat di ujung lorong . Mereka segera berdiri dan menunduk hormat ketika orang itu datang mendekat ke arah mereka .


" Tuan besar ... "

__ADS_1


Bumi yang mendengar suara Adam langsung menoleh ke arah dimana mata dua saudaranya tertuju . Dia melihat Alfian dan Rita berjalan mendekat ke arah mereka . Dan dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika mendapat tatapan tajam dari wanita yang berjalan di belakang papanya .


Aira dan Jasmine ternyata juga ikut , mata kedua wanita itu terlihat sangat sembab . Sepertinya mereka sudah menangis seharian ini .


" Pah ... "


Alfian dan Rita memeluk satu persatu putranya bergantian , mereka menepuk bahu putra putranya pertanda bangga dengan apa yang sudah di lakukan untuk menyelamatkan Dewa .


" Bagaimana Dewa !? " tanya Alfian pada Adam .


" Tadi sempat pingsan , mungkin karena terlalu kelelahan . Tapi tak ada luka berarti di tubuhnya jadi tidak perlu khawatir " jawab Adam yang juga ikut mendapat tatapan tajam dari Aira .


" Teganya kalian menutupi hal ini dari kami !! Kalian tak punya hati !!! " pekik Aira dengan air mata kembali membasahi pipinya .


" Sayang ... jangan begini . Kami hanya tidak ingin kau khawatir " kata Bumi sambil berjalan menghampiri sang istri .


" Bagaimana kalau tadi dia yang tertembak ? Bagaimana jika dia kenapa napa !?? "


Rita pun sedang memeluk Jasmine yang juga sedang tersedu . Jasmine tidak menyangka akan bertemu dengan suaminya dengan kondisi yang seperti ini . Padahal baru kemarin mereka memadu cinta mereka .


Tak berapa lama seorang pria parubaya datang bersama gadis muda di belakangnya . Alfian tampak tersenyum dan menyambutnya .


Sangat berbeda dengan ekspresi ketiga putranya yang langsung dalam mode siaga penuh . Mereka mengenal pria itu sebagai rival abadi ayah mereka . Seseorang yang dulu pernah berebut kekuasaan dunia bawah saat Alfian masih muda .


Seseorang yang dikabarkan menjalin kerjasama dengan keluarga Kyle setelah Adipraja memutus hubungan dengan mereka .


" Tidak ku sangka kita bertemu di tempat seperti ini teman lama ... Gaffar Al Shamma "

__ADS_1


Dua pria itu saling berpelukan seperti tidak pernah terjadi sesuatu di masa lalu mereka .


" Senang bertemu denganmu teman ... Alfian Adipraja . Sepertinya baru kemarin kita baku tembak dan berkelahi "


Dua orang itu terkekeh bersama sama dan saling berpelukan dengan masing masing saling menepuk bahu .


" Putra putramu tidak jauh darimu dulu , mata mereka seperti singa yang selalu waspada " kekeh pria bernama Gaffar itu .


" Kami adalah rival ... tapi itu dulu !! Kami sudah tua , dan saat ini yang kami inginkan adalah melihat kebahagiaan putra putri kami , mendengar tawa cucu cucu kami . Dunia berputar Nak " kata Alfian pada putra putranya karena dari tadi ia melihat tatapan membunuh dari ketiga putranya untuk rival lamanya .


" lni putriku ... Violetta Al Shamma . Aku datang karena dia , tapi malah mendengar perseteruan salah satu kolegaku dengan putramu . Sepertinya aku semakin tua hingga tidak menyadari mereka memanfaatkan aku "


" Putrimu ?? Tapi kami tidak ada kerjasama dengan perusahaanmu "


" Dia tak pernah mau bekerja untuk Daddynya sendiri . Dia bekerja di salah satu perusahaan temanku GG Group dan kebetulan ada kerjasama dengan Adipraja "


" Dia sangat cantik ... sayang semua putraku sudah memiliki belahan jiwa masing masing "


Belum selesai mereka berbasa basi tiba tiba pintu ruang UGD terbuka dan seorang dokter tampak keluar dari sana . Bumi dan Aira segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan keadaan Dewa .


" Keluarga Dewa dan Wicaksono ??? "


" Kami keluarga pasien , bagaimana keadaan mereka ?? "


Dokter itu terlihat menghela nafasnya , seperti sedang mengatur nafasnya sendiri .


" Dok !! Bagaimana kondisi mereka ?? " cecar Aira tidak sabar .

__ADS_1


" Begini ... "


~ Just for you yaaa reader emak yang emejing semua 😘😘 . Emak kasih up-nya sekarang biar pada nggak penasaran , tetep dukung novel ini biar tetep rame like vote n comen jangan lupa yaaa ❤️❤️ ... ~


__ADS_2