
" D bagaimana dengan Sono ? Kamu bilang dia nekad ke London untuk bertemu Papa Alfian " tanya Jasmine yang sudah mendengar kabar tentang Sono .
" Yang aku dengar Papa Alfian tidak mau mengganggu privasi Uncle Gaffar . Tapi Mama Rita turun tangan sendiri , dia tidak tega mendengar kisah Sono dan Vio . Dan kau tahu sendiri endingnya .... "
" Pasti Papa tidak bisa menolak permintaan Mama "
" Kami tidak akan pernah bisa mengabaikan istri kami , kalian adalah segalanya ... "
" Uluhh uluhhh so sweet banget sih "
Dewa mengelus lembut pinggang Jasmine yang sering merasa pegal karena kehamilannya yang terlihat membesar . Kehamilan yang sudah lebih dari delapan bulan membuat gerakan wanita cantik itu menjadi terbatas .
Dia beruntung karena mempunyai suami maupun mertua yang amat sangat menyayanginya . Ibu Sri sangat memperhatikan masa kehamilan menantunya .
" Kau ingin punya anak berapa D !? "
" Banyak , biar rame "
" Kau ingin jadikan rumah kita pasar ? "
" Ya enggak , kan seneng kalau lihat mereka pada lari larian di sekitar kita "
Obrolan ringan yang selalu mereka lakukan sebelum.tidur agar menjadikan hubungan mereka menjadi lebih dekat setiap harinya . Dewa dan Jasmine selalu terbuka satu sama lain , apalagi dalam masa kehamilan ini perasaan Jasmine menjadi lebih sensitif .
Jasmine kadang tidak percaya diri dengan perubahan bentuk tubuhnya yang berubah . Berat badannya naik drastis hingga ia harus mengubah dan mengganti seluruh ukuran bajunya .
Tapi cinta Dewa tidak akan pernah berkurang sedikitpun , semakin hati ia malah tambah menggilai tubuh gendut istrinya .
__ADS_1
*
Dan di sebuah ruang rawat dua manusia sedang asyik bercerita . Sudah berkali kali Sono meminta Vio untuk istirahat tapi sepertinya wanita itu masih ingin mendengar ceritanya .
" Kenapa tidak langsung mencari kami waktu itu " tanya Vio pada pria yang duduk di samping ranjangnya .
" Sepertinya ada yang lupa jika sudah memintaku untuk tidak mencarinya "
" Kau bodoh !! Kenapa harus menurutiku !! " gerutu Vio .
Sono tertawa mendengar kemarahan wanitanya . Vio tetaplah akan menjadi Vio , tak sedikitpun berubah . Wanita itu tetap.suka berdebat dan mengkritik apapun yang tidak ia sukai .
" Perintahmu adalah mutlak untukku Nona "
" Kenapa kau tidak pernah memanggil namaku saja !? "
" Kenapa kau tidak takut padaku !? Aku saja kadang takut berkaca , aku bahkan takut melihat bayanganku sendiri "
Sono kembali tertawa mendengar pertanyaan itu , ternyata Vio masih juga tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya saat ini .
" Apa yang harus aku takutkan ? Kurasa aku tidak perlu mengatakan ini lagi .... kau sempurna sayang ! Harusnya kau yang takut padaku . Manusia sepertiku kadang terlihat normal tapi aku nyatanya otakku tak bisa berpikir . Aku membiarkan kita berjauhan selama ini , nyaris aku menyerah tanpa usaha apapun . Aku pria menyedihkan "
" Aku yang egois , harusnya aku berbicara padamu tentang hal ini "
" Sssssttt sudah jangan di bahas lagi sebaiknya kau beristirahat sekarang , siapkan tenagamu untuk besok "
" Aku ada jadwal kemo ? "
__ADS_1
" Ya ... kita juga akan menikah " kata Sono sambil mengecupi punggung tangan Vio .
" Tapi ... "
" Aku memaksa kali ini , aku ingin bertanggung jawab sepenuhnya denganmu dan dia " kata Sono dengan satu tangan mengelus lembut perut yang terlihat mgmbuncit itu .
Walau kabar itu cukup mengejutkan tapi Vio tersenyum , sebentar lagi impiannya menjadi seorang nyonya Wicaksono akan terwujud .
" Baik aku akan menikah denganmu . Tapi aku punya satu permintaan ... "
" Apapun maumu sayang "
" Jika suatu hari kau di hadapkan dengan dua pilihan memilih antara aku dan princess maka apapun yang terjadi kau harus memilih putri kita ... "
" Aku memilih kalian berdua !! "
" Suatu saat semua orang harus dihadapkan dengan pilihan yang sulit . Dan aku mohon pilihlah dia .... kau harus memilihnya , berjanjilah atau aku tidak akan pernah memaafkanmu "
" Jangan bicara ngawur , sekarang tidurlah ! Daddy bisa marah padaku jika tahu kau kurang istirahat gara gara ngobrol denganku "
" Berjanjilah padaku terlebih dahulu ... "
" Tidak !! "
" Apa aku perlu berlutut di kakimu !? "
Sono bangkit dan menenangkan Vio yang terlihat ingin bangkit dari tidurnya .
__ADS_1
" Sayang ... jangan bandel , istirahatlah ! Baiklah aku berjanji padamu . Aku akan terus menjagamu jadi aku tidak akan diberi pilihan seperti itu "