FOR 365

FOR 365
111


__ADS_3

" D bagaimana dengan Sono ? Kamu bilang dia nekad ke London untuk bertemu Papa Alfian " tanya Jasmine yang sudah mendengar kabar tentang Sono .


" Yang aku dengar Papa Alfian tidak mau mengganggu privasi Uncle Gaffar . Tapi Mama Rita turun tangan sendiri , dia tidak tega mendengar kisah Sono dan Vio . Dan kau tahu sendiri endingnya .... "


" Pasti Papa tidak bisa menolak permintaan Mama "


" Kami tidak akan pernah bisa mengabaikan istri kami , kalian adalah segalanya ... "


" Uluhh uluhhh so sweet banget sih "


Dewa mengelus lembut pinggang Jasmine yang sering merasa pegal karena kehamilannya yang terlihat membesar . Kehamilan yang sudah lebih dari delapan bulan membuat gerakan wanita cantik itu menjadi terbatas .


Dia beruntung karena mempunyai suami maupun mertua yang amat sangat menyayanginya . Ibu Sri sangat memperhatikan masa kehamilan menantunya .


" Kau ingin punya anak berapa D !? "


" Banyak , biar rame "


" Kau ingin jadikan rumah kita pasar ? "


" Ya enggak , kan seneng kalau lihat mereka pada lari larian di sekitar kita "


Obrolan ringan yang selalu mereka lakukan sebelum.tidur agar menjadikan hubungan mereka menjadi lebih dekat setiap harinya . Dewa dan Jasmine selalu terbuka satu sama lain , apalagi dalam masa kehamilan ini perasaan Jasmine menjadi lebih sensitif .


Jasmine kadang tidak percaya diri dengan perubahan bentuk tubuhnya yang berubah . Berat badannya naik drastis hingga ia harus mengubah dan mengganti seluruh ukuran bajunya .


Tapi cinta Dewa tidak akan pernah berkurang sedikitpun , semakin hati ia malah tambah menggilai tubuh gendut istrinya .

__ADS_1


*


Dan di sebuah ruang rawat dua manusia sedang asyik bercerita . Sudah berkali kali Sono meminta Vio untuk istirahat tapi sepertinya wanita itu masih ingin mendengar ceritanya .


" Kenapa tidak langsung mencari kami waktu itu " tanya Vio pada pria yang duduk di samping ranjangnya .


" Sepertinya ada yang lupa jika sudah memintaku untuk tidak mencarinya "


" Kau bodoh !! Kenapa harus menurutiku !! " gerutu Vio .


Sono tertawa mendengar kemarahan wanitanya . Vio tetaplah akan menjadi Vio , tak sedikitpun berubah . Wanita itu tetap.suka berdebat dan mengkritik apapun yang tidak ia sukai .


" Perintahmu adalah mutlak untukku Nona "


" Kenapa kau tidak pernah memanggil namaku saja !? "


" Kenapa kau tidak takut padaku !? Aku saja kadang takut berkaca , aku bahkan takut melihat bayanganku sendiri "


Sono kembali tertawa mendengar pertanyaan itu , ternyata Vio masih juga tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya saat ini .


" Apa yang harus aku takutkan ? Kurasa aku tidak perlu mengatakan ini lagi .... kau sempurna sayang ! Harusnya kau yang takut padaku . Manusia sepertiku kadang terlihat normal tapi aku nyatanya otakku tak bisa berpikir . Aku membiarkan kita berjauhan selama ini , nyaris aku menyerah tanpa usaha apapun . Aku pria menyedihkan "


" Aku yang egois , harusnya aku berbicara padamu tentang hal ini "


" Sssssttt sudah jangan di bahas lagi sebaiknya kau beristirahat sekarang , siapkan tenagamu untuk besok "


" Aku ada jadwal kemo ? "

__ADS_1


" Ya ... kita juga akan menikah " kata Sono sambil mengecupi punggung tangan Vio .


" Tapi ... "


" Aku memaksa kali ini , aku ingin bertanggung jawab sepenuhnya denganmu dan dia " kata Sono dengan satu tangan mengelus lembut perut yang terlihat mgmbuncit itu .


Walau kabar itu cukup mengejutkan tapi Vio tersenyum , sebentar lagi impiannya menjadi seorang nyonya Wicaksono akan terwujud .


" Baik aku akan menikah denganmu . Tapi aku punya satu permintaan ... "


" Apapun maumu sayang "


" Jika suatu hari kau di hadapkan dengan dua pilihan memilih antara aku dan princess maka apapun yang terjadi kau harus memilih putri kita ... "


" Aku memilih kalian berdua !! "


" Suatu saat semua orang harus dihadapkan dengan pilihan yang sulit . Dan aku mohon pilihlah dia .... kau harus memilihnya , berjanjilah atau aku tidak akan pernah memaafkanmu "


" Jangan bicara ngawur , sekarang tidurlah ! Daddy bisa marah padaku jika tahu kau kurang istirahat gara gara ngobrol denganku "


" Berjanjilah padaku terlebih dahulu ... "


" Tidak !! "


" Apa aku perlu berlutut di kakimu !? "


Sono bangkit dan menenangkan Vio yang terlihat ingin bangkit dari tidurnya .

__ADS_1


" Sayang ... jangan bandel , istirahatlah ! Baiklah aku berjanji padamu . Aku akan terus menjagamu jadi aku tidak akan diberi pilihan seperti itu "


__ADS_2