
" Selamat pagi sayang ... "
Jasmine tersenyum ketika membuka mata orang yang sangat ia harapkan hadir sudah berada di sampingnya . Dia tidur di pelukan suaminya , hanya tidur ... karena pria itu memang hanya sekedar memeluknya .
" Pagi D .. "
" Jangan mengerjabkan matamu seperti itu sayang ! Aku bisa khilaf dan menghukum kamu tanpa ampun , sekarang juga ... "
" lni mataku D , apa salahnya mengedipkan mataku sendiri "
Jasmine malah mengedip kedipkan matanya genit ke arah suaminya kemudian wajahnya ia sembunyikan di ceruk leher suaminya . Di gigitnya lembut tengkuk Dewa hingga pria itu menggeram tertahan .
" Aku peringatkan sekali lagi sayang , jangan menggodaku . Kau tidak tahu betapa keras aku berjuang menahannya "
" D ... gendong " Jasmine menggesek gesekkan hidungnya dengan hidung mancung suaminya .
" Mau kemana sayang ? " Dewa merengkuh erat tubuh gadis manjanya dan di kecupnya sekilas bibir kemerahan itu .
' Mandi .. "
" Mau aku mandiin , aku bisa menggosok punggungmu atau memijat tubuhmu saat kau berendam di bath up "
__ADS_1
" Ckk ... mereka pasti sudah menunggu kita D ! Jangan macam macam , malu sama mereka kalau telat turunnya "
Dewa terkekeh mendengarnya , pagi ini semua orang pasti sudah menantinya . Mereka pasti penasaran apakah dia dan istrinya sudah berbaikan . Apalagi kakak iparnya yang selalu jahil , pasti Bumi akan bertanya hal yang iya iya kepadanya .
" Kamu di sini dulu biar aku siapkan air hangat di bath up , kau ingin berendam seperti biasanya kan !? "
" Kelamaan ! Keburu mereka nunggu , aku mandi di shower saja "
" Ya sudah .... "
Dewa bangkit dan mengangkat tubuh sintal istrinya menuju kamar mandi , dan Jasmine bergelayut manja di pelukan suaminya . Dewa menurunkan tubuh istrinya ketika sudah ada di bawah shower .
" Kenapa diam !? Katanya mau mandi .... "
" Ya kamunya keluar dulu masa kamu liatin aku mandi sih !! "
" Yang bilang aku mau lihat kamu mandi siapa ?? Aku juga mau mandi sayang ... "
" D !!! "
Dewa menyalakan shower hingga tubuh istrinya basah kuyup dengan masih memakai baju tidurnya . Dengan santainya ia membuka satu persatu baju yang menempel ditubuhnya sendiri hingga polos sempurna .
__ADS_1
" Kenapa belum juga buka bajunya ?? Katanya mau mandi ... "
" Nggak mau !! " jawab Jasmine mengalihkan pandangannya pada tubuh berotot yang membuat buku kuduknya berdiri .
" Bisa masuk angin kalau kamu basah basahan kayak gitu . Sini .... "
Dewa mendekat ke arah istrinya dan mulai membuka satu persatu kancing baju tidur istrinya . Satu helai kain sudah berhasil ia singkirkan , tinggal dua penutup terakhir berwarna merah muda yang terlihat sangat menggodanya . Tangannya bergetar ketika menyentuh penutup atas tanpa berani membukanya .
" Sayang ... "
" l miss you D ... kangen banget " Jasmine berjinjit dan meraih bibir suaminya , dia tak peduli lagi dengan sakit hatinya . Mungkin orang akan menganggapnya murahan tapi rasa rindunya pun sudah tak terbendung .
Jika membahas tentang salah maka mereka berdua punya porsi kesalahan masing masing , tapi hal itu akan memberi mereka pelajaran untuk saling percaya dan lebih menghargai satu sama lain . Mengeratkan sebuah tali yang awalnya memang tidak niat mereka ikatkan dengan erat .
Dewa menyambut bibir istrinya dengan rasa yang membuncah , sungguh dia amat sangat merindukan sentuhan gadis manjanya . Cukup lama ia bermain di bibir kemerahan sang istri hingga kedua tangannya mulai meraih dua penutup terakhir istrinya dan kemudian melepasnya .
Permainan yang semula lembut itu kemudian semakin menggila ketika keduanya sama sama terbakar gejolak jiwanya . Saling memuaskan dahaga cinta mereka . Dinginnya kucuran air tak mampu memadamkan percikan api g*irah .
Saling memagut , saling menyentuh dan saling berpacu untuk meraih kepuasan yang sepertinya tidak akan ada habisnya . Tiga kali mencapai puncak bersama baru Dewa menghentikan kegiatan panas mereka karena Jasmine mengeluh kedinginan .
Tapi betapa terkejutnya mereka ketika keluar kamar mandi pintu kamar mereka terbuka dan rusak parah seperti habis di dobrak seseorang .
__ADS_1
" D ... Ada apa ini ??? "